CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 71: Apapun Untukmu



Di sepanjang perjalanan pulang, Gizela selalu mengajak Cora berbicara. Anak itu menceritakan guru dan teman-temannya di sekolah. Sementara itu Elvis hanya diam saja duduk di samping Cora dengan wajah masamnya. Moodnya belum kembali. Harusnya ia tidak percaya lagi dengan janji-janji ibunya. Berulang kali ibunya mematahkan hatinya.


"Ada apa," ujar Cora lembut merangkul bahu Elvis. Anak itu menatap Cora lalu menggelengkan kepalanya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Cora walau ia tidak yakin Elvis akan baik-baik saja setelah Bianca tidak menjemput mereka.


"Hmmm..." balas Elvis menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian, mobil Jack memasuki pekarangan rumahnya. Gizela tampak tak sabar turun dari mobil.


"Ayo cepat aunty..." ujar Gizela tak sabar ingin membuka pintu mobil.


"Sabar sayang..." kata Cora terkekeh melihat Gizela yang tiba-tiba terlihat heboh.


"Ayo... ikut aku," ajak Gizela menarik tangan Cora. Cora berjalan mengikuti langkah kaki Gizela.


"Opps.. hati-hati sayang..." kata Cora saat Gizela hendak terjatuh karena tidak melihat jalannya.


"Akhirnya cucuku pulang juga," timpal Chloe melihat kedua cucunya kembali.


"Hai grandma, aunty Odelia.." ucap Gizela melambaikan tangannya. Chloe dan Odelia menatap Cora dengan penasaran.


"Ayo aunty aku akan menunjukkan dapurnya," ujar Gizela menarik tangan Cora. Cora menyunggingkan senyumnya lalu menganggukkan kepala dengan canggung pada Chloe dan Odelia.


"Siapa wanita itu?" tanya Chloe.


"Aku tidak tau mom," balas Odelia menatap keponakannya berjalan menuju dapur.


"Grandma.." panggil Elvis berjalan dengan manja memeluk kaki Chloe.


"Hai sayang... ada apa? kenapa wajahmu tidak ceria seperti biasanya," kata Chloe menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan Elvis.


"Jack kamu apakan cucuku?" tukas Chloe menatap horor putranya.


"Aku tidak melakukan apapun.Mereka marah karena Bianca tidak menjemput mereka," kata Jack mendaratkan bokongnya di sofa.


"Aishh.. wanita itu," kata Odelia kesal.


"Siapa wanita yang bersama Gizela tadi? mereka tampak akrab," ujar Chloe.


"Dia Cora, asisten Bianca. Aku tidak tahu kenapa mereka jadi sedekat itu," balas Jack bangkit dari sofa. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju dapur.


Chloe dan Odelia yang penasaran bertanya pada Elvis.


"Ekhemm.." Jack berdehem membuat Cora dan Gizela bersama dua orang pelayan menoleh ke arah Jack.


"Umm.. maaf memakai dapurmu. Tadi aku berjanji pada Gizela untuk membuat makanan siang untuknya," ujar Cora tidak enak hati karena merasa terlalu lancang masuk ke dapur Jack. Sebenarnya ia ingin minta izin pada Jack namun Gizela langsung mengajaknya ke dapur.


"Apapun untukmu baby," kata Jack menyeringai membuat Cora ingin sekali memukul kepala pria itu dengan sendok di tangannya.


"Dad, kenapa kamu tersenyum seperti itu. Apa kamu ingin membawa aunty Cora ke kamar?. No dad, aunty Cora sudah janji membuat makan siang untukku," ujar Gizela dengan polos. Jack mengerutkan alisnya tidak paham dengan maksud putrinya.


"Uncle Daniel selalu seperti itu saat bersama aunty Odelia. Uncle selalu tersenyum seperti ini," ujar Gizela memperagakan cara Daniel tersenyum menyeringai seperti Jack.


"Setelah itu, uncle akan mengangkat tubuh aunty dan membawanya ke kamar dan menguncinya. Aku tidak tau mereka melakukan apa. Tapi uncle bilang mereka sedang olahraga. Tapi mereka berteriak dad, aku takut," kata Gizela dengan polosnya membuat Cora merasa canggung. Cora melirik dua pelayan disampingnya yang juga terlihat canggung.


"Sialan kamu Daniel," batin Jack mengutuk adik iparnya itu.


"Tapi kenapa olahraganya seperti itu ya dad?" tanya Gizela membuat Jack terbelalak.


"Aku lanjut memasak dulu," timpal Cora canggung.


Jack memberi instruksi pada pelayan untuk meninggalkan mereka.


"Sayang, kamu mau buah tidak," tawar Jack berjalan menuju lemari pendingin mengalihkan pembicaraan.


"Aku mau dad," kata Gizela berlari menghampiri Jack.


"Kamu mau buah apa?" tanya Jack membuka lemari pendingin.


"Apel dad," kata Gizela.


"Tapi aku ingin mengambilnya sendiri," kata Gizela melompat-lompat di tempatnya. Jack mengangkat tubuh Gizela agar anak itu bisa mengambil buah apel yang ada di rak paling atas. Cora melirik kedua orang itu dan tersenyum. Gizela banyak bertanya pada Jack setiap warna yang dilihatnya di dalam kulkas.