
"Aku sedang membuat susu, apa kamu mau?" tawar Cora.
"Bagaimana kalau susu yang lain?" kata jack melirik dada Cora.
"Dasar mesum," cibir Cora memukul dada Jack. Pria itu hanya terkekeh.
"Kamu mau atau tidak?" tanya Cora. Jack mengangguk.
Keduanya lalu duduk di sofa menikmati susu hangat mereka sembari menatap layar TV di depan mereka.
"Cora," panggil Jack. Cora menatap pria itu.
"Demam Gizela sudah turun. Terima kasih," kata Jack tulus menatap Cora. Wanita lalu mengangguk.
"Kamu adalah wanita yang kami cari," kata Jack mendekatkan wajahnya. Cora terpana melihat ketampanan pria itu. Bahkan saat bangun tidur saja Jack tetap tampan dengan rambut acak-acakan nya.
Wajah Jack semakin dekat, kedua netranya mengamati seluruh wajah Cora dan berhenti di bibir wanita itu. Jack menciumnya. Merasa tidak ada penolakan dari Cora Jack melu.mat lembut bibir bawah wanita itu. Cora yang sepertinya terbuai membalas ciuman Jack. Kedua tangannya melingkar di leher pria itu. Satu tangan pria itu mengusap paha Cora. Ciuman keduanya semakin dalam dan panas membangkitkan gairah keduanya. Jack beberapa kali menggeram. Tangannya tak tinggal diam. Jack menyusupkan tangannya ke dalam gaun tidur Cora. Mencari benda bulat kesukaannya.
Kini Cora sudah setengah naked. Jack sangat lihai menggodanya. Cora tidak bisa menolak sentuhan pria itu. Ia bahkan menikmatinya.
"Nghhh.. Jackhhh.." lenguh Cora saat pria itu mencium.i seluruh leher Jack. Tangan Jack bergerak mencari pengait bra Cora dan melepaskannya.
"oouuchhh" Jack mengecup lembut puncak dada Cora membuat tubuh Cora bergetar hebat, kakinya terasa lemas. Sepertinya cuaca di luar mendukung aktivitas mereka.
"Jack.. akhh.." rancau Cora saat kepala pria itu berada di bagian intinya.
"Kamu suka?" tanya Jack serak menatap wajah Cora. Cora mengangguk, ia tidak munafik. Cora menikmati setiap sentuhan Jack. Tubuh dan pikirannya dipenuhi oleh rasa yang tidak bisa dijabarkannya.
"Ouuchhh.. Jackkhh," lenguh Cora menekan kepala Jack.
"Oh.. sial.. jadi seperti ini rasanya," batin Cora menginginkan hal yang lebih. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Tubuh dan pikirannya dikuasai oleh gairah yang membara.
Kini keduanya sudah sama-sama polos sekarang. Jack menindih tubuh Cora. Ruang yang sempit membuat pergerakan Jack sedikit kesulitan. Mereka kembali berciuman, menyalurkan hasrat masing-masing.
"Aku ingin memilikimu seutuhnya Cora," gumam Jack serak mengecup seluruh leher Cora.
Jack mengangkat kepalanya, menatap Cora dengan tatapan yang diselimuti oleh kabut gairah. Cora tidak peduli lagi apa yang akan terjadi setelah ini. Ia hanya ingin Jack memberinya kenikmatan. Ia tidak akan menyesal karena dia sendiri tidak menolaknya.
"Can i?" ujar Jack serak meminta izin pada wanita yang berada dibawahnya. Cora mengangguk membuat Jack tersenyum bahagia.
"Thanks sayang," kata Jack mengecup bibir Cora. Ia lalu mengarahkan miliknya yang perkasa ke milik Cora. Mendorong pelan miliknya yang keras hingga memasuki inti Cora. Rasanya hangat sekali. Jack memainkan puncak dada Cora dan menekan miliknya hingga terbungkus rapat di dalam sana.
Cora memejamkan matanya saat merasakan milik Jack yang besar dan keras itu masuk ke dalam intinya.