
Cora dan Jack bersiap-siap pergi menjemput Elvis dan Gizela ke rumah Bianca.
"Sayang.. ayo. Kenapa kamu belum siap juga," panggil Jack menghampiri Cora ke kamarnya. Jack melihat Cora yang sedang kesulitan menarik kancing belakang gaun yang dipakainya.
"Ya Tuhan.. melihat punggungmu saja aku ingin membawamu ke atas ranjang," kata Jack mendekat dan membantu Cora mengancingkan gaunnya.
"Dasar duda mesum," cibir Cora.
"Biarin, yang penting mesumnya sama kamu." Jack memeluk pinggang Cora dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita itu.
"Thanks Jack," kata Cora.
"Lepas dulu. Kamu membuatku kesulitan," kata Cora tidak bisa bergerak dengan bebas. Ia ingin merias wajahnya.
"Huhffft..." Jack mengalah dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang menatap Cora yang sedang berdandan.
"Sayang, besok aku titip anak-anak padamu. Aku akan ke luar kota selama 3 hari," kata Jack.
"Baiklah.. kamu tenang saja," balas Cora.
"Cora..." panggil Jack. Cora menoleh ke arah Jack.
"I Love You," ujar Jack memberikan flying kiss nya. Cora merasa jantungnya berdebar, wajahnya merona. Jack sukses menggodanya.
"Nakal.." kata Cora memalingkan wajahnya yang merona.
"Ayo... aku sudah siap," kata Cora mengambil tasnya.
Jack merentangkan kedua tangannya dan memasang wajah polosnya, memberi kode pada Cora agar wanita itu membantunya bangun dari atas tempat tidur.
"Jack, jangan manja. Ayo bangun," kata Cora.
"Sayang..." panggil Jack dengan manja, tidak bangun sebelum Cora membantunya.
"Kenapa sekarang kamu jadi manja seperti ini," kata Cora menarik tangan Jack.
"Sikapmu tidak sesuai dengan umurmu," ejek Cora. Jack hanya tertawa.
*****
Cora dan Jack tiba di rumah Bianca. Keduanya lalu masuk ke dalam rumah Bianca.
"Gizela.. Elvis..." panggil Jack membuat kedua anaknya yang sedang bermain lego menoleh ke arah Jack.
"Dad.. mum..." ujar Gizela senang turun dari pangkuan Mark.
"Dad, aku tidak suka dengan uncle Mark," kata Gizela.
"Uncle selalu saja mencium ku dan memelukku. Aku tidak bebas melakukan apapun," ujar Gizela mengadu.
"Maka jangan dekat-dekat dengannya sayang," kata Jack mengusap rambut Gizela.
"Gizela, uncle mencium mu karena gemas denganmu. Kamu lucu sekali sayang," kata Mark dengan lembut.
"Itu karena uncle Mark sayang padamu Gizela," tukas Bianca.
"Elvis Mia dimana?" tanya Jack.
"Mom menyuruhnya pulang dad," jawab Elvis.
"Aku sudah bilang bukan, Mia harus ada bersama mereka," kata Jack menatap Bianca dengan wajah marah.
"Jack, kami hanya di rumah saja. Mia tidak perlu ikut menjaga mereka," kata Bianca.
"Aku tidak yakin kamu menjaga mereka," ujar Jack meragukan ucapan Bianca.
"Elvis, ayo kita pulang," kata Jack. Elvis bangkit lalu berjalan mendekati Jack dan Cora.
"Dan kamu," ujar Jack menatap tajam Mark. "Tidak perlu dekat dengan putriku. Kamu membuat putriku tidak nyaman," ucap Jack sarkas.
"Jack, kamu apa-apaan sih. Mark hanya ingin dekat dengan mereka. Dia hanya mencoba menjadi calon ayah yang baik pada mereka," kata Bianca tidak terima.
"Aku tidak peduli dengan hubungan kalian. Yang jelas aku tidak akan membiarkan mereka terlalu dekat dengannya. Aku curiga dia punya niat tersembunyi," kata Jack mengajak kedua anaknya dan Cora pergi.
"Kamu pikir aku juga suka dengan wanita itu menjadi ibu mereka. Aku tidak akan sudi. Dia tidak pantas menjadi ibu mereka Jack," ujar Bianca marah
"Itu urusanmu sendiri. Terserah kamu saja. Memangnya kamu sudah menjadi ibu yang baik untuk mereka?" ucap Jack.
"Apa kamu ingin mendengar suatu kebenaran?" tukas Jack menatap Bianca seolah mengejeknya.
"Elvis, Gizela.. apa kalian menyukai mum?" tanya Jack. Kedua anak itu mengangguk.
"Apa kalian setuju kalau mum menikah dengan daddy dan menjadi ibu kalian?" tanya Jack. Kedua anak itu mengangguk.
"Sudah lihat bukan?" Jack tersenyum mengejek Bianca.
"Kamu pasti mengancam mereka. Aku tidak percaya Jack," ujar Bianca mengelak. Ia tidak terima kedua anaknya menyukai Cora.
"Aku bukan dirimu yang selalu mengancam mereka," kata Jack.
"Beri salam pada ibu kalian, kita akan pulang," ujar Jack.
Note: Jangan lupa beri like, vote dan hadiahnya ya kak. Trims๐๐