CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 102: Malam Panas



Cora dan Jack kembali ke unit Cora setelah keduanya menghabiskan waktu di luar hingga menjelang tengah malam mengelilingi kota Los Angeles. Keduanya pergi ke taman hingga ke pust perbelanjaan. Jangan tanya kenapa Jack ikut ke unit Cora. Pria itu bersikeras ingin menginap di unit Cora dengan alasan sudah terlalu malam untuk pulang. Ia bahkan membeli sepasang baju tidur untuk ia pakai malam ini.


"Aku akan mandi duluan," kata Jack. Cora mengangguk. Cora mengambil barang belanjaannya dari sofa dan menyimpannya. Jack membelinya beberapa pakaian tanpa sepengetahuannya. Ia sudah menolaknya namun pria itu mengatakan akan membuangnya kalau dia tidak menerimanya. Pada akhirnya Cora menerimanya daripada pakaian mahal itu dibuang. Rasanya sangat sayang sekali.


Setengah jam kemudian, keduanya sudah selesai mandi. Jack sedang menonton di sofa. Cora datang menghampirinya.


"Jack aku akan tidur duluan. Aku sudah membuat tempat tidurmu di bawah," kata Cora.


"Thanks sayang," kata Jack kembali fokus dengan film action di depannya.


Satu jam kemudian, Jack mengambil remote dan mematikan TV di depannya. Ia lalu berjalan menuju kamar Cora dengan pencahayaan yang temaram. Cora sudah tidur dengan pulas. Jack mendekati ranjang Cora lalu naik ke atas tempat tidur, mengabaikan perintah Cora untuk tidur di bawah. Jack tidak peduli Cora marah. Ia tetap akan tidur di samping wanita itu dan memeluknya dari belakang.


Sepertinya jiwa mesum jack sedang kambuh. Pria itu menyusupkan tangannya ke dalam baju tidur Cora, menggenggam bukit kembar Cora. Tak hanya itu saja. Jack memainkan benda bulat itu.


"Aku menginginkanmu sayang.." bisik Cora merapatkan tubuhnya.


"Nggh.. " lenguh Cora.


"Jackkhhhh.." gumam Cora tak sadar.


"Ya sayang.." bisik Jack ditelinga Cora. Sayup-sayup Cora mendengar suara Jack. Ia lalu membuka kedua matanya, memutar tubuhnya dan melihat Jack di depannya.


"Aku menginginkanmu," bisik Jack serak. Tanpa aba-aba, Jack meraup bibir Cora. Jack sepertinya mendapat lampu hijau dari Cora. Wanita itu membalas ciumannya. Cora memejamkan matanya, menikmati ciuman mereka. Cora bangun dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjangnya tanpa melepaskan bibirnya. Ciuman keduanya semakin dalam dan menuntut. Satu tangan Jack bergerak mengusap paha Cora dengan lembut. Semakin lama tangan pria itu bergerak menuju milik Cora menyentuhnya dan menggoda wanita itu.


"Nghh.." lenguh Cora. Jack melepaskan ciumannya. Bibir pria itu menjelajahi leher Cora. Tangan pria itu me.re.mas dadanya dari balik gaun tidurnya.


"Jackkhh... ahhhh ..." lenguh Cora. Sepertinya ia tidak bisa menolak sentuhan Jack.


Jack merangkak ke atas tempat tidur, menatap Cora dengan tatapan yang dipenuhi gairah. Jack menindih tubuh Cora, menjelajahi setiap inchi tubuh Cora hingga keduanya melakukan penyatuan dan mencapai puncak kenikmatan itu hingga beberapa ronde.


Jack kembali mencium bibir Cora. Mengangkat tubuh Cora ke atas pangkuannya.


Jack melepaskan tautannya saat merasakan Cora hampir kehabisan nafasnya. Jack menyeringai menatap Cora yang terlihat sexy di depannya.


"Masukkan sayang..." bisik Jack menggoyang pinggangnya.


"Jack.." ucap Cora membulatkan matanya, memukul dada pria itu. Cora merona dan memalingkan wajahnya.


Jack tertawa melihat ekspresi malu Cora. Jack menarik tubuh Cora dan memeluknya.


"Kamu terlihat semakin sexy saat malu-malu," ujar Jack mengecup kepala Cora.


"Jack.." Cora mencubit perut Jack karena malu.


"Aku lebih suka milikmu menjepit milikku daripada kamu mencubit perutku.


"Aku ju___"


"Jack jangan berbicara lagi," kata Cora menutup mulut Jack dengan telapak tangannya. Jack melepaskan tangan Cora dari mulutnya.


"Pfffttttt..." Jack tertawa. Cora sangat lucu dimatanya.