
"Kamu belum menjawab pertanyaanku yang tadi," tukas Cora. Jack melirik Cora sekilas.
"Jack," ujar Pria itu.
"Jadi namamu Jack."
Cora dan Jack tiba di depan restoran. Keduanya lalu turun dari mobil.
Cora membulatkan kedua matanya saat melihat restoran di depannya. Salah satu restoran termahal di LA. Tabungannya akan cepat habis kalau seperti ini. Dan juga pakaian yang dipakainya sekarang tidak cocok jika masuk ke dalam restoran itu.
"Ayo.. kenapa kamu berdiri saja," kata Jack.
"Apa kamu sengaja ingin memeras ku," kata Cora berkacak pinggang menatap pria didepannya.
"Kenapa aku harus memeras mu? aku punya banyak uang," kata Jack sedikit sombong.
"Lalu kenapa kamu membawaku ke restoran mahal ini. Tau begini aku saja tadi yang memilih restorannya. Tabunganku pasti akan habis setelah keluar dari sini," ucap Cora kesal. Pria itu lalu tertawa melihat Cora. Ia suka wanita itu berkata jujur padanya. Lagipula ia tidak akan membiarkan wanita itu yang membayar makanan mereka. Harga dirinya bisa jatuh.
"Kita cari restoran lain saja bagaimana?" tawar Cora. Jack lalu menggeleng.
"Oh ayolah Jack, aku tidak punya banyak uang seperti kalian," kata Cora membujuk Jack.
"Aku tidak bilang kamu yang membayarnya bukan? ayo.." ujar Jack menarik tangan Cora membawanya masuk ke dalam restoran.
"Jack, ayolah.. aku juga malu dengan pakaian ini," kata Cora mencoba melepaskan genggaman Jack. Jack yang keras kepala tetap membawa wanita itu masuk ke dalam restoran.
Setibanya di dalam restoran mereka disambut ramah oleh doorman. Seorang pelayan wanita kemudian mengarahkan mereka ke meja kosong. Cora merasa tidak percaya diri dengan pakaiannya sekarang. Ia hanya memakai celana jeans dengan atasan kaos. Jika kalian masuk ke dalam restoran, kalian akan menemukan orang-orang yang memakai pakaian Formal seperti jas untuk pria dan gaun untuk wanita.
Cora dan Jack melihat buku menu masing-masing. Keduanya tampak serius memilih makanan yang akan mereka pesan.
"Kamu bekerja dimana Cora?" tanya Jack membuka pembicaraan.
"Asisten seorang model," balas Cora. Sebenarnya ia merasa canggung karena ia tidak pernah duduk bersama seperti ini dengan Jack sebelumnya. Ia juga tidak mengenal pria itu cukup dekat.
"Wow.. kamu pasti sering bertemu dengan para selebritis," kata Jack.
"Tidak juga, aku baru bekerja menjadi asisten seorang model satu bulan ini," balas Cora.
Bersamaan dengan itu, hidangan pembuka mereka datang.
"Silahkan dinikmati Tuan dan Nona," ujar pelayan itu lalu pergi.
"Jack, bisakah kita cepat-cepat pergi dari sini. Kau tau, aku tidak nyaman karena pakaianku. Pakaian ini mempengaruhi tingkat percaya diriku," ujar Cora tidak ingin melihat sekitarnya. Ia yakin mereka pasti menatap rendah ke arahnya sekarang.
"Kamu tetap cantik dengan pakaian apapun. Tidak usah pedulikan orang lain," ucap Jack tidak berbohong. Ia mengatakan yang sebenernya bukan semata-mata untuk membuat wanita itu mengabaikan keadaan sekitar.
"Ck.. itu hanya alasanmu saja bukan, agar aku tidak memintamu untuk cepat pergi dari tempat ini," kata Cora walau sebenarnya dalam hatinya ia senang dengan pujian itu.
"Bilang saja kamu terbuai dengan pujianku," balas Jack menarik sudut bibirnya.
"Hei.. percaya diri sekali," gumam Cora.
"Lalu kenapa hidungmu memanjang," kata Jack refleks membuat Cora memegang hidungnya. Jack lalu tertawa senang melihat Cora yang percaya dengan kata-katanya.
"Sial.. kamu menipuku," balas Cora menatap kesal wajah Jack yang terlihat senang.