CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 136



Usia kandungan Cora sudah 3 bulan. Akhir-akhir ini ia sering mual dan nafsu makannya menurun membuat tubuhnya lemas. Seperti sekarang ini, ia baru saja dari kamar mandi memuntahkan isi perutnya.


Cora merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan memejamkan matanya. Berharap dirinya tidak mual lagi.


Sementara itu, Jack baru saja tiba di rumah setelah menjemput kedua anaknya dari sekolah.


"Elvis ganti bajumu dulu baru turun ke bawah," kata Jack memberikan tas sekolah anaknya.


"Baik dad," ujar Elvis berjalan menaiki tangga bersama Gizela.


Jack berjalan menuju kamarnya bersama Cora. Jack ingin melihat keadaan istrinya.


"Sayang..." kata Jack membuka pintu kamar. Cora yang mendengar suara Jack lalu bangun dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


"Kamu mual lagi?" tanya Jack naik ke atas tempat tidur. Cora mengangguk.


"Mualnya sudah mulai berkurang," kata Cora. Jack membawa tubuh istrinya bersandar di dadanya. Jack lalu memijat pelan kening istrinya.


"Dimana anak-anak?" tanya Cora.


"Sedang mengganti pakaiannya," ucap Jack.


Tak lama kemudian Elvis dan Gizela masuk ke dalam kamar orang tua mereka.


"Mum.." Gizela naik ke atas tempat tidur dan mencium Cora. Ia juga mencium perut Cora.


"Hai adik.. kakak merindukanmu," kata Gizela mengusap perut Cora dengan senang.


"Bagaimana di sekolah tadi sayang?" tanya Cora mengusap rambut kepala Elvis.


"Menyenangkan mum," balas Elvis naik ke atas ranjang. Ia lalu mengusap perut Cora dan menciumnya, kegiatan yang tak pernah mereka lewatkan.


"Maafkan mum tidak ikut menjemput kalian. Mum mual lagi," kata Cora.


"It's okay mum. Mommy di rumah saja istirahat. Jangan dipaksakan. Ada daddy atau supir yang akan menjemput kami," kata Elvis menatap Cora.


"Tok..tok..tok..." Mia mengetuk pintu kamar Jack dan Cora yang terbuka.


"Tuan, makan siangnya sudah siap" ujar Mia. Jack mengangguk. Jack lalu mengajak istri dan anaknya makan siang.


Di meja makan, keempat manusia itu sedang menikmati makanannya dengan lahap kecuali Cora. Ia sedikit memaksakan dirinya untuk menelan makanan di mulutnya. Jack melirik piring istrinya yang masih penuh.


"Sayang.. apa kamu tidak selera lagi?" tanya Jack. Cora mengangguk.


"Aku akan menyuapi mu," ujar Jack mengambil alih piring di depan Cora.


"Kamu harus makan sayang. Kalau tidak tubuhmu akan semakin lemah dan itu akan berdampak pada bayi kita," kata Jack menyodorkan sendok ke mulut Cora. Cora menggeleng. Ia benar-benar tidak selera.


"5 sendok saja," kata Jack. Cora akhirnya membuka mulutnya.


"Mum baik-baik saja?" tanya Elvis khawatir.


"Mum baik-bai__ hueekkk..." Cora mual dan berlari menuju dapur.


"Kalian lanjutkan makannya. Dad lihat mum dulu," kata Jack.


"Hueekk.. huekk..." Cora memuntahkan makanan di mulutnya.


"Sayang... " Jack mengusap punggung istrinya.


"Jack.." gumam Cora memutar tubuhnya. Ia lalu memeluk tubuh Jack dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Aku tidak ingin makan lagi. Aku ingin istirahat saja," kata Cora lemas.


"Baiklah sayang.. kita akan istirahat," balas Jack mengecup kepala Cora. Pria itu lalu mengangkat tubuh Cora ala bridal style menuju kamar mereka.


"Kids... kalian makan saja dulu, nanti daddy akan menemani kalian bermain. Dad ingin menemani mum dulu," ujar Jack. Kedua anak itu lalu mengangguk.