CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 67: Siapa Pria itu?



Jack menekan bel pintu Cora cukup lama. Pria itu merasa kesal saat melihat Cora menyambut Daren dengan wajah cerianya. Berbanding terbalik dengannya. Apa pria itu orang spesial bagi Cora. Ini tidak bisa dibiarkan, dia harus mendengarkan penjelasan dari Cora.


"Siapa yang menekan bel pintu seperti itu, sangat tidak sopan," ujar Daren mengambil piringnya.


"Aku lihat dulu," tukas Cora berjalan menuju pintu unitnya.


"Ceklek," Cora membuka pintunya.


"Kamu.. bukankah kamu sudah pulang," ucap Cora terkejut melihat Jack berdiri di depannya.


"Siapa pria itu?" tanya Jack. Cora mengerutkan alisnya.


"Ada apa? kenapa kamu bertanya sesuatu yang bukan urusanmu. Lagi pula kita tidak sedekat itu sehingga kamu dengan seenaknya bertanya hal-hal yang menjadi urusan pribadiku," tukas Cora.


"Aku tidak punya utang lagi padamu. Pergilah, kamu mengganggu hari ku saja," ujar Cora menutup pintunya.


"Sial.. kenapa dia selalu ingin menghindari ku," tukas Jack kesal lalu pergi.


"Siapa?" tanya Daren.


"Aku tidak tahu, sepertinya dia salah unit," jawab Cora.


Lima belas menit kemudian Daren pamit pada Cora ingin kembali ke unit miliknya.


"Thanks untuk sarapannya. Bye manis.." pungkas Daren berjalan menuju lift.


"Manis sekali," timpal Jack membuat Cora terkejut.


"Kamu lagi.." ujar Cora tidak tahu sejak kapan pria itu datang.


"Ponselku ketinggalan.." kata Jack masuk ke dalam unit Cora. Sebenarnya ia tadi sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Tiba-tiba ia teringat dengan ponselnya yang sepertinya ketinggalan di tempat Cora. Jack putar balik dan kembali ke unit Cora.


Cora melihat ponsel Jack yang ada di sofa. Ia juga tidak tahu kalau ponsel Jack ada di sana, padahal ia sudah beberapa kali melewati sofanya. Mungkin ia tidak memperhatikannya.


"Aku pergi dulu."


"Hmmm..." balas Cora berdehem.


"Apa pria tadi kekasihmu?" tanya Jack.


"Sepertinya aku sedang malas pulang ke rumah kecuali kamu mengatakan siapa pria tadi," kata Jack merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Cora menghentakkan kakinya dilantai karena kesal.


Pria ini selalu saja bertingkah sesuka hatinya. Baru kali ini ia menemukan pria seperti Jack yang selalu menguras habis kesabarannya.


"Terserah kamu saja," tukas Cora meninggalkan pria itu. Cora memilih membersihkan piring-piring kotornya untuk menghilangkan rasa kesalnya.


"Oh my goodness.." gumam Cora saat mendengar suara dari TV nya. Jack bertingkah seolah pemilik unitnya.


"Apa tidak ada makanan lagi," timpal Jack membuat Cora terperanjat. Pria itu berdiri dibelakangnya dengan satu tangan memegang jar tempat cemilan yang sudah kosong.


"Apa kamu babi, jar sebesar ini bisa habis dengan cepat," tukas Cora mengambil alih jar ditangan Jack. Meskipun kesal, Cora tetap mengisi jar itu dengan kue kering buatannya.


"Apa kamu yang membuatnya?" tanya Jack. Cora mengangguk sembari mengisi kue kering ke dalam jar.


"Aku tidak menyangka kamu pintar memasak," kata Jack.


"Apa aku bisa membawanya ke rumah? Gizela dan Elvis pasti suka," ujar Jack mendaratkan bokongnya di kursi.


"Hmmm.." kata Cora berdehem.


"Ngomong-omong pria tadi siapa?" tanya Jack.


"Dia Daren, dia tinggal di sini juga," balas Cora tampak serius menata kue keringnya di dalam jar kaca yang baru untuk dibawa pulang oleh Jack. Ia bahkan lupa jika dia sedang kesal dengan Jack.


"Apa dia kekasihmu?" tanya Jack. Cora menggelengkan kepalanya. Jack bersorak di dalam hatinya. Ternyata Daren bukan kekasih Cora.


Sadar dengan pertanyaan Jack, Cora membulatkan kedua matanya. Dia terlalu baik menanggapi pertanyaan pria itu.


"Berikan ini pada Gizela dan Elvis," ucap Cora menutup jar ditangannya.


"Terima kasih, mereka pasti akan senang," ucap Jack senang mengambil alih jar ditangan Cora.


"Aku pergi dulu," tukas Jack mengecup bibir Cora lalu pergi.


"Jack..." pekik Cora kesal. Jack hanya tertawa mendengar suara melengking Cora. Pria itu pulang dengan perasan senang dan membawa dua jar berisi kue kering buatan Cora.