CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 64: Hot News



Cora mengingat sesuatu saat ia berjalan menuruni tangga rumah Jack.


"Astaga.. mobilku kan di rumah Mrs. Bianca.." batin Cora menepuk jidatnya.


"Aku harus memesan Taxi," batinnya mengambil ponselnya dari dalam tasnya.


Kedua netranya terbelalak saat melihat layar ponselnya. Ada begitu banyak panggilan dari Bianca. Habislah sudah nyawanya. Cora sudah siap menerima konsekuensinya.


"Kenapa aku bodoh sekali.." gumam Cora merutuki dirinya. Cora menghubungi Bianca, wanita itu tidak mengangkatnya.


"Tamatlah sudah Cora.." batinnya melangkah menuju pintu utama.


"Apa anda Nona Cora?" timpal seorang supir datang menghampirinya. Cora lalu mengangguk.


"Tuan Jack meminta saya untuk mengantar anda pulang," tukas pria paruh baya itu.


"Be...benarkah?" gumam Cora. Untung saja Jack meminta supir mengantarnya. Setidaknya ia tiba lebih cepat di rumah Bianca dan memberi penjelasan pada atasannya. Menunggu Taxi mungkin akan lama.


"Mari Nona.."


Cora lalu berjalan menuju mobil hitam yang terparkir di halaman rumah Jack. Di dalam mobil Cora mengambil pouch make up nya. Make-up di wajahnya masih menempel karena tadi malam ia ketiduran. Cora menghapus riasan diwajahnya dan merapikan rambutnya. Mengoleskan pelembab ke bibirnya.


Setibanya di rumah Bianca, Cora masuk ke dalam rumah.


"Bik, apa Mrs. Bianca ada di rumah?" tanya Cora pada pelayan rumah Bianca.


"Nyonya Bianca tidak pulang ke rumah tadi malam Nona," jawab pelayan itu.


"Baiklah, thanks bik," ujar Cora. Sepertinya Bianca menginap di hotel atau mungkin di kediaman Mark. Cora keluar dari rumah menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


"Drrttt.... drrrtttt..." ponsel Cora berdering. Cora mengambil ponselnya dari dalam sakunya.


"Halo, ad__"


"Kamu dimana?" tanya Violet memotong pembicaraan Cora.


"Di luar. 10 menit lagi aku akan sampai di apartemen," balas Cora.


"Ya Tuhan... ada hubungan apa kamu dengan Gustav pemilik agency model ternama itu," tukas Violet seolah belum percaya dengan berita yang dilihatnya pagi ini.


"Apa yang kamu katakan Violet. Aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Lagi pula kenapa kamu tiba-tiba membahasnya? dan kenapa kamu mengenal pria itu?" tanya Cora.


"Hei.... apa kamu belum melihat gosip di media sosial hari ini? ayolah... kamu kemana saja sejak tadi pagi," tukas Violet. Ia pikir Cora sedang bercanda. Violet memang mengikuti beberapa akun gosip di media sosialnya membuatnya banyak mengetahui gosip-gosip terbaru di dunia hiburan


"Gosip apa sih.. kamu membuatku penasaran Violet," kata Cora.


"Makanya buka media sosial, jangan nonton mulu.."


"Kau tau, ada rumor kalau kamu dan si Gustav itu sedang dekat. Sepertinya paparazi mengambil foto kalian saat acara amal tadi malam," ujar Violet.


"Apa? ka..kamu serius?" tukas Cora terkejut. Seingatnya, Gustav menemuinya sebentar saja karena ia langsung menghindar. Bagaimana bisa paparazi mengambil gambar mereka dan menjual berita bohong ke publik.


"Kenapa aku harus berbohong padamu. Lihat saja dari ponselmu jika kamu tidak percaya," balas Violet.


"Ah.. sepertinya masalahku sekarang bertambah. Urusan dengan Mrs Bianca saja belum clear dan sekarang ada masalah baru," gumam Cora.


"Aku mau lihat dulu, bye.." ujar Cora mematikan panggilannya tak sabar untuk melihatnya.


"Satu-satunya cara agar gosip ini tidak naik adalah menghindar dari Gustav dan mengabaikan gosip itu," gumam Cora setelah membaca beritanya. Ia bahkan sampai memarkirkan mobilnya di pinggir jalan hanya karena penasaran dengan apa yang Violet katakan padanya.