CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 119



Ponsel Cora berdering kala ia sedang membantu Gizela berpakaian setelah mandi.


"Mum angkat telepon dulu," kata Cora mengambil ponselnya dari atas nakas. Cora melihat panggilan dari nomor yang baru.


"Halo..." ucap Cora.


"Halo, ini Bibi Chloe Cora."


"Ah iya... Bibi ada apa?" tanya Cora.


"Mia bilang anak-anak sedang bersamamu dan menginap di sana. Kebetulan Bibi sedang berkunjung ke rumah Jack," kata Chloe.


"Bibi kami akan segera ke sana. Elvis dan Gizela sedang mandi," balas Cora.


"Tidak perlu nak. Sudah hampir malam, kalian tidak perlu datang. Sepertinya hujan sebentar lagi akan turun.


"Baik Bibi."


"Aku tutup panggilannya dulu. Bibi titip anak-anak padamu nak. Bye Cora," ujar Chloe mematikan ponselnya.


"Aku pikir Bibi Chloe akan marah," gumam Cora menaruh kembali ponselnya di atas nakas dan kembali ke meja riasnya untuk merapikan rambut Gizela.


"Mum.. aku sudah siap," kata Elvis keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Ayo pakai bajunya dulu. Mum akan mengeringkan rambutmu sebentar lagi," kata Cora. Elvis mengangguk.


Gizela yang sudah siap, naik ke atas tempat tidur memainkan boneka miliknya. Sementara itu Elvis duduk di kursi. Rambutnya yang basah sedang dikeringkan.


"Sepertinya rambutmu sudah panjang. Besok kita pangkas ya sayang.." kata Cora.


"Oke mum," balas Elvis.


******


"Siapa yang menelepon kids?" tanya Cora keluar dari kamar mandi.


"Mum, kami mengangkat ponselmu karena ada panggilan dari daddy," kata Elvis. Cora mengangguk.


"Mum sudah siap mandi?" tanya Jack.


"Sudah dad."


Cora naik ke atas tempat tidurnya bergabung dengan Elvis dan Gizela. Cora berada di antara kedua anak itu. Elvis dan Gizela memeluk Cora.


"Sayang aku merindukan kalian," kata Jack menatap wajah ketiga orang yang sangat dicintainya dari layar ponselnya.


"Kapan kamu pulang?" tanya Cora.


"Besok siang," jawab Jack.


"Kata Gizela, tadi siang Bianca menamparmu," ucap Jack.


"Iya dad, mommy menampar mum karena kami ingin pulang dengan mum," adu Gizela.


"Jangan khawatir, aku baik-baik saja Jack," kata Cora. Jack mengangguk. Namun ia tetap akan menghubungi Bianca dan mengingatkan wanita itu untuk tidak bertingkah sesuka hatinya pada Cora.


"Sayang, aku tutup panggilannya dulu. Nanti aku akan menghubungimu lagi. Setengah jam lagi aku ingin pergi makan malam dengan kolegaku," kata Jack.


"Elvis, Gizela.. bye, daddy sayang kalian," kata Jack.


"Bye dad, we love you too," balas kedua anak itu bersamaan.


"Kalian ingin ke tempat aunty Violet tidak?"


"Mau mum... ayo kita lihat adik bayinya," kata Gizela senang. Ketiganya lalu pergi ke unit Violet.


Keesokan harinya, Cora menemani Elvis dan Gizela memetik buah dari belakang rumah Jack. Jarak kebun itu tak jauh dari rumah Jack. Kebun itu sepertinya tidak pernah di urus lagi. Terlihat dari rumput yang sudah mulai panjang dan tanaman yang ada di sana tidak berjajar rapi.


"Ya ampun.. seharusnya kita mengganti sepatu tadi," ujar Cora menuntun kedua anak itu masuk ke dalam kebun.


"Mum... aku sudah lama tidak ke sini. Lihatlah buahnya banyak sekali," ujar Gizela senang melihat pohon apel yang sudah berbuah. Selain apel buah plum dan ceri juga berbuah.


"Sayang... sepertinya kita tidak bisa berkebun untuk sementara waktu sebelum tempat ini dibersihkan. Mum bilang dulu sama daddy biar tempatnya di bersihkan," ujar Cora. Gizela mengangguk.


"Ayo bawa keranjangnya. Kita aka mengambil buahnya," ajak Cora.


Gizela dan Elvis tak sabar lagi untuk mengambilnya. Kedua berlari mendekati pohon apel.


"Mum... aku tidak sampai.." kata Gizela menatap pohon apel di atasnya. Cora terkekeh lalu mengangkat tubuh Gizela dan Elvis bergantian untuk memetik buah apel.


"Akhh.." pekik Elvis saat buah yang dipetik Gizela jatuh mengenai kepala Elvis.


"Oops.. sorry.." ucap Gizela menutup mulutnya.


"Sakit?" tanya Cora mengusap kepala Elvis.


"Tidak mum," jawab Elvis.


"Menjauh sedikit nak, mum takut kamu kena lagi," tukad Gizela. Elvis lalu mengangguk.