
Cora berjalan dibelakang Gizela dan Violet ke dalam restoran Cina tersebut. Jack tampak sengaja memelankan langkah kakinya menunggu Cora.
"Jadi kamu asisten Bianca?" tanya Jack melirik Cora sekilas.
"Hmmm.." balas Cora berdehem.
"Apa buketnya sudah kamu terima?" kata Jack pelan melingkarkan tangannya di pinggang Cora. Jack sepertinya sedang memanfaatkan situasi.
"Lepaskan tanganmu," kata Cora menjauhkan tangan Jack dari pinggangnya. Pria itu selalu membuatnya kesal tiap kali bertemu.
Jack tidak menggubrisnya, pria itu kembali melingkarkan tangannya di pinggang Cora.
"Jack," bisik Cora melotot pada pria itu.
"Dad,"
Cora refleks menjauh dari Jack.
"Ayo cepatlah, aunty Brenda pasti sudah menunggu kita," ucap Gizela. Jack lalu mengangguk.
Setibanya di privat room yang sudah Jack pesan, mereka lalu duduk di kursi melingkari meja bundar. Saat Violet hendak duduk di samping Cora, Jack dengan cepat mendaratkan bokongnya di kursi tersebut. Pada akhirnya Violet duduk di samping Elvis.
Dua orang pelayan menyajikan alat-alat grill dan steambot. Kedua pelayan itu terlihat serius menyajikan makanan. Ruangan itu ditata dengan rapi dengan pencahayaan remang khas restoran malam. Di dinding terdapat beberapa lukisan yang menggantung. Alunan musik akan membuat siapapun yang datang ke sana akan merasa tenang.
Gizela tampak tak sabar untuk menyantap makanan didepannya. Tatapannya fokus pada makanan yang sedang di sajikan oleh pelayan. Sementara itu, Elvis hanya duduk bersandar di kursi menggoyang-goyangkan kakinya yang menggantung di atas kursi.
"Sayang... kamu lucu sekali sih.." kata Brenda mencubit gemas wajah Gizela. Anak itu menatap Brenda lalu tersenyum.
"Yeay... " timpal Gizela mengangkat piring kecilnya membuat semua yang lainnya tertawa gemas melihat tingkah anak itu.
"Kemari, biar aunty yang mengambilnya," kata Brenda. Gizela lalu mengangguk dan membelikan piring kecil dan mangkuknya pada Brenda.
"Ayo Violet, Cora silahkan diambil," kata Brenda melayangkan senyum ramahnya.
Violet yang merasa canggung menawarkan bantuannya untuk mengambil makanan Elvis.
Untung saja anak itu mau hingga Violet tidak merasa malu karena berusaha menetralkan suasana yang canggung. Apalagi ini adalah pertemuan pertamanya dengan mereka.
"Jack ini punyamu," kata Brenda memberikan makanan yang Brenda sajikan di piring.
"Aunty aku tidak bisa pakai sumpit," ucap anak itu mengadu.
"Kalau begitu pakai sendok saja Gizela," balas Brenda memberikan sendok pada Gizela.
"Cora.. kenapa kamu bengong, ayo dimakan. Atau kamu ingin aku mengambilkannya untukmu," tukas Brenda.
"Ah iya. Biar aku saja yang mengambilnya," balas Cora mengambil mangkuknya. Sebenarnya ia sedang memperhatikan Brenda sejak tadi. Wanita itu sangat perhatian pada Jack dan kedua anaknya. Sepertinya Brenda memiliki hubungan yang tidak biasa dengan Jack. Cora pikir Brenda wanita yang baik. Ia cocok jika menjadi ibu pengganti Gizela dan Elvis. Setidaknya Brenda selalu ada menemani kedua anak itu jika dibandingkan dengan Bianca.
Saat menikmati makanannya Cora merasa risih saat melihat rambut panjang Gizela membuatnya kesulitan untuk makan. Kadang rambut itu menyentuh mangkuk dan piringnya. Cora ingin sekali memotong rambut anak itu. Cora melepas jepitan rambutnya dan menggulung rambutnya dengan asal. Tangannya lalu bergerak merapikan rambut Gizela.
"Rambutmu sepertinya menganggu kegiatan makan mu," ujar Cora memakaikan jepitan rambutnya pada Gizela.
"Thanks aunty Cora," kata Gizela tersenyum. Cora lalu mengangguk. Brenda menatap interaksi kedua orang itu dengan bibir yang melengkung.