
"Mum..." panggil Gizela menangis membuat Cora bangun.
"Sayang.. ada apa?" kata Cora khawatir. Cora kesulitan saat bangkit karena Jack memeluk erat pinggangnya.
"Sejak kapan pria ini pindah ke sampingku," batin Cora. Jack membuka matanya saat merasakan Cora bergerak.
"Mum..." Gizela menangis naik kepangkuan Cora.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Jack bangun. Ia terlihat khawatir melihat putrinya menangis.
"Apa ada yang sakit, katakan pada daddy," kata Jack menggenggam tangan putrinya. Baju Gizela sampai basah karena keringat ditubuhnya.
"Kalau ada yang sakit katakan pada mum sayang.." ujar Cora memeluk Gizela. Tubuh anak itu lemas sekali. Bahkan untuk mengucapkan beberapa kalimat saja ia tidak sanggup.
"Ueekk..." Gizela tiba-tiba mual.
"Kalau mau muntah, muntahkan saja sayang. Jangan menahannya," kata Cora mengusap punggung Gizela.
"Uekk.." Gizela muntah lagi namun tidak ada yang keluar. Lagi dan lagi hingga akhirnya Gizela mengeluarkan cairan bening dari mulutnya membuat baju yang dipakai Cora basah.
"Ayo sayang.. keluarkan lagi," kata Cora mengusap punggung Gizela.
Lima menit kemudian setelah Gizela tidak mual lagi, Cora membawa Gizela ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Sementara itu Jack mengambil pakaian bersih milik putrinya dari dalam tas kecil yang dibawanya saat datang ke unit Cora. Mia pengasuh kedua anaknya sudah menyiapkannya saat mereka hendak pergi.
"Ueekk.." Gizela muntah lagi. Cora dengan sigap mengusap punggung dan leher anak itu.
"Sudah?" ujar Cora beberapa menit kemudian. Gizela mengangguk. Cora mendudukkan Gizela di atas meja wastafel dan membersihkan seluruh wajah Gizela.
"Bajunya kita ganti dulu ya sayang.." ujar Cora lembut . Gizela mengangguk menatap wajah Cora dengan mata sayu nya.
"Biarkan aku yang menggantinya. Bajumu basah. Kamu ganti bajumu saja," kata Jack. Cora mengangguk.
"Kamu benar sayang. Mum sangat baik," balas Jack tersenyum melepaskan kancing baju putrinya.
"Kapan mum jadi istri daddy dan tinggal bersama kita," kata Gizela menatap wajah ayahnya.
"Sabar sayang. Daddy usahakan tidak lama lagi. Daddy janji akan membawanya ke rumah kita," ucap Jack mengecup kepala putrinya.
Setelah mengganti pakaiannya, Cora kembali ke kamar mandi untuk melihat Jack dan Gizela.
"Cora, apa kamu punya makanan? Gizela lapar. sebenarnya tadi malam ia tidak makan apa-apa karena tidak selera," kata Jack saat Cora kembali ke kamar mandi.
"Maaf merepotkan mu," ujar Jack.
"Tidak apa-apa."
"Kamu lapar sayang?" tanya Cora menghampiri Gizela yang sudah berganti pakaian duduk di meja wastafel.
"Aku lapar mum," ucap Gizela.
"Baiklah, mum akan memasak makanan untukmu," ujar Cora.
"Dad juga belum makan karena menjagaku," kata Gizela. Cora menatap Jack sekilas. Pantas saja ia mendengar perut pria itu beberapa kali berbunyi.
Jack dan Gizela menemani Cora di dapur membuat makanan untuk mereka. Awalnya Cora meminta mereka untuk menunggu di kamar saja. Namun Gizela ingin melihat Cora memasak. Cora tidak bisa menolaknya dan membiarkan mereka menemaninya di dapur. Gizela yang berada digendongan Jack dengan kepala anak itu bersandar di dada ayahnya setia mengamati Cora saat memasak.
"Sabar ya sayang, sebentar lagi makanannya siap," kata Cora mengecup bibir Gizela. Wajah anak itu terlihat lebih segar dari sebelumnya.
"Kamu tidak mencium ku juga?" timpal Jack.