CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 58: Desire



Mobil Barnes berhenti di depan gedung apartemen Violet.


"Terima kasih untuk traktirannya malam ini. Lain kali aku akan mentraktir mu," kata Violet membuka pintu mobil. Barnes membalasnya dengan senyuman tulus di wajahnya.


"Apa kamu bisa sendiri?" tanya Barnes tidak yakin dengan Violet. Wanita itu lalu mengangguk.


"Kamu yakin?" tanya Cora menaikkan satu alisnya. Violet terdiam. Barnes lalu turun dari mobilnya berjalan mengintari mobilnya, kemudian membuka pintu mobil untuk Violet.


Tanpa basa-basi Barnes mengangkat tubuh Violet. Menutup pintu mobil dengan kakinya.


"Aku akan mengantarmu hingga ke unit mu," kata Barnes menggendong tubuh Violet ala bridal style.


"Maaf merepotkan mu Barnes," ujar Violet mengalungkan tangannya di leher Barnes.


"Santai saja, aku tidak merasa direpotkan," balas Barnes menekan tombol lift. Keduanya lalu masuk ke dalam lift.


"Lantai 5," kata Violet menatap wajah Barnes. Pria itu mengangguk. Tak lama kemudian mereka tiba di lantai 5. Violet menunjukkan kamarnya yang berada di ujung lorong.


Sesampainya di dalam unit Violet, Barnes menurunkan wanita itu di atas tempat tidurnya


"Thanks," ujar Violet lembut. Kedua tangannya masih melingkar di leher Barnes. Pria itu membalasnya dengan senyuman tulus terpatri di wajahnya. Entah keberanian darimana, Barnes mengusap lembut wajah Violet. Keduanya saling menatap. Tatapan Barnes turun ke bibir wanita itu, bibir yang sejak tadi menggodanya. Barnes mendekatkan wajahnya dengan wajah Violet. Menyentuh lembut bibir Violet dengan jemarinya. Tak tahan lagi, Barnes menempelkan bibirnya di bibir Violet. Tidak ada perlawanan dari Violet. Pria mengecup lembut bibir Violet.


Tangan nakal pria itu tak tinggal diam. Barnes mengusap lengan Violet dengan tangan kanannya. Awalnya lengan, kini tangan pria itu menyentuh lembut dada Violet. Tubuh wanita itu bergetar, merasakan aliran darahnya bergerak cepat.


"Oh sial... apa-apaan ini. Aku harus segera menghentikan ini. Pria ini bergerak lebih jauh," batin Violet sadar. Walau ia akui gairahnya semakin memuncak karena sentuhan lembut pria itu di dadanya. Violet harus segera mengakhirinya.


"Mmmppptthhh..." Violet mendorong dada Barnes.


"Violet," gumam Barnes penuh gairah melepaskan ciumannya. Bibir pria itu bergerak menelusuri leher putih Violet.


"Barnes berhenti.." ujar Violet mencoba meredam gairahnya. Barnes yang sudah dikuasai gairah mengabaikan perkataan Violet.


"Violetthhh..." gumam Barnes dengan mata penuh kabut gairah meraup kembali bibir Violet. Miliknya bahkan sudah berdiri tegak. Entah apa yang terjadi, Violet tida bisa berkutik kala pria itu mencium bibirnya dengan lembut. Barnes bahkan meruntuhkan kesadarannya saat ini. Violet membalas ciuman lembut pria itu.


Ciuman itu berlangsung cukup lama. Hingga Violet tidak sadar saat Barnes menurunkan tali gaunnya membuat dadanya terekspos dengan puncak yang mencuat tegang. Barnes mengusap lembut dada Violet yang terasa pas digenggaman tangannya membuat Violet menggelinjang.


"Ngghh..." lenguh Violet saat tangan Barnes me.remas lembut dadanya dan memilin puncaknya.


Bibir Barnes turun kebawah menyusuri leher Violet dan berakhir di dada wanita itu. Barnes meraup puncak dada Violet dan menyesapnya layaknya bayi yang sedang haus. Nafas Violet memburu. Tubuhnya bergetar kala pria itu memainkan dadanya. Dan bodohnya lagi, Violet menikmatinya. Tangannya bergerak menekan kepala Barnes.