CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 137: Makan Malam



Jack menunggu istrinya yang sedang bersiap-siap di depan kaca. Malam ini mereka akan makan malam di luar. Jack menatap istrinya dengan tatapan memuja. Sejak istrinya hamil, Jack merasa Cora bertambah cantik dan sexy di matanya.


"Sayang..." panggil Jack. Cora menoleh lalu menatap Jack.


"Kamu cantik," ujar Jack bangkit dari sofa, berjalan mendekati istrinya lalu memeluknya dari belakang. Jack mengusap perut Cora yang membuncit. Usia kandungannya hampir 4 bulan.


Cora kembali mengoleskan makeup di wajahnya dan membiarkan Jack memeluknya dari belakang. Jack menyandarkan kepalanya di bahu Cora dengan tatapan tertuju pada kaca. Jack menatap lekuk tubuh berisi istrinya. Tangannya yang nakal menyusup ke dalam baju Cora dan memijat lembut mainannya. Cora sedikit terganggu, namun ia tetap melanjutkan kegiatannya dan membiarkan tangan Jack bermain di dadanya. Suatu kebiasaan yang akan sulit dihilangkan dari Jack.


"Mum.. dad .." Gizela masuk ke kamar orangtuanya membuat Jack refleks melepaskan tangannya dari dalam baju Cora. Gizela berlari menghampiri kedua orangtuanya hanya untuk menunjukkan penampilannya.


"Ya ampun.. putri daddy cantik sekali," kata Jack mengangkat tubuh Gizela dan mencium wajah putrinya. Gizela memakai gaun berwarna merah, senada dengan gaun yang dipakai Cora.


"Sayang.. siapa yang memakaikan bajumu?" tanya Cora.


"Aku sendiri mum. Aku yang memilih sepatu dan baju ini," kata Gizela.


"Ah.. pintarnya putri mummy," kata Cora. Gizela menatap bibir Cora yang memakai lipstik.


"Mum.. aku juga mau pakai lipstik seperti mum.." ujar Gizela.


"Tentu saja sayang..." kata Cora mengambil lipstiknya dari laci dan memakaikannya pada Gizela.


"Dad.. kaca," ujar Gizela. Jack mengarahkan tubuh putrinya ke kaca. Gizela tersenyum menatap pantulan wajahnya di cermin.


"Mum.. aku juga ingin rambut seperti mum," kata Gizela menunjuk rambut cepol Cora. Cora terkekeh, putrinya selalu mengikuti gayanya.


"Kemari, berdiri di sini," kata Cora. Jack menurunkan Gizela dari gendongannya. Gizela berdiri di atas meja rias Cora.


"Mum.. " Elvis berlari memasuki kamar orangtuanya membawa empat pasang sepatu ditangannya.


"Aku bingung memakai sepatu yang mana," kata Elvis. Sepatu ditangannya jatuh kelantai karena tangannya tidak sanggup lagi menentangnya.


Elvis sudah rapi dengan stelan jasnya. Anak itu sangat tampan. Produk keluarga Linford memang tidak pernah ada yang gagal.


"Kamu sesuaikan saja dengan warna bajumu Elvis," ujar Jack.


"Aku tau dad, tapi aku ingin memakai sepatu pilihan mum," kata Elvis. Oleh karena itu ia membawa 4 pasang sepatu berwarna hitam. Namun yang membedakannya adalah modelnya saja. Jack menghela nafasnya, sifat anaknya sama seperti dirinya.


Tak lama kemudian mereka keluar dari kamar memakai coat masing-masing. Cuaca di luar sangat dingin karena salju. Supir pribadi Jack sudah menunggu mereka di depan pintu rumah.


Setibanya di depan restoran, keluarga bahagia itu lalu masuk ke dalam restoran. Jack menggenggam tangan putrinya sedangkan Cora menggenggam tangan Elvis.


Setelah melakukan reservasi, Jack mengajak istri dan anaknya menuju meja mereka.


"Cora..." panggil seseorang.


"Daren.. kamu di sini juga," ucap Cora setelah Daren memanggilnya. Mereka tidak pernah bertemu lagi setelah pernikahannya.


"Uncle Daren.." ucap Gizela.


"Hai, lama tidak bertemu dengan kalian," ujar Daren menyapa kedua anak itu. Jack hanya diam saja karena malas berbicara dengan pria yang pernah menjadi saingannya dulu.


"Bagaimana kalau kita gabung saja," tawar Cora. Jack membulatkan matanya.


"Ini makan malam keluarga," timpal Jack.


"Um.. tidak perlu Cora. Lagi pula aku juga sedang menunggu teman," ujar Daren melihat tatapan Jack.


"Dia benar sayang. Ayo.." ajak Jack.


"Kalau begitu kami pergi dulu Daren. Senang bertemu denganmu," ujar Cora. Daren mengangguk.


"Bye.. uncle.." ucap Elvis dan Gizela.