
Cora kembali ke unitnya bersama dengan Jack. Keduanya berpapasan dengan Daren saat di lobby.
"Daren kamu mau kemana?" tanya Cora. Daren melirik tangan Jack dam Cora yang saling menggenggam. Sepertinya ia terlambat. Cora dan Jack sudah menjadi sepasang kekasih. Sepertinya Cora tidak pernah bercanda tiap kali ia mengatakan jika mereka hanya akan menjadi teman untuk selamanya.
"Aku ingin bertemu dengan teman lama. Kebetulan dia sedang ada di LA sekarang," kata Daren melirik Jack memasang senyum smirknya. Pria itu sedang mengejeknya.
"Hati-hati Daren," kata Cora. Daren mengangguk lalu pergi.
Tak lama kemudian Cora dan Jack tiba di depan unitnya.
"Jack, kamu masuk saja duluan. Aku ingin mengantar titipan Violet dulu," kata Cora. Jack mengangguk lalu masuk ke dalam unit Cora.
Cora menekan bel pintu Violet. Saat Cora dan Jack ke pasar malam. Cora mengirim pesan pada Violet, apakah Violet ingin menitip sesuatu.
Ceklek, pintu terbuka. Violet berdiri di depan Cora dengan wajah pucat nya.
"Violet, kamu baik-baik saja? wajahmu terlihat pucat," kata Cora khawatir.
"Aku baik-baik saja. Ini mungkin karena aku mual sejak tadi," kata Violet. Satu hari ini ia sudah beberapa kali ke kamar mandi karena mual di perutnya. Ia bahkan pulang lebih cepat dari tempat kerjanya.
"Ayo masuk dulu," ajak Violet. Cora mengangguk lalu masuk ke dalam unit Violet.
"Aku membawa titipanmu," ujar Cora menaruh makanan yang dibawanya di atas meja.
"Ah aku tak sabar lagi mencicipinya," ujar Violet membuka paper bag berwarna coklat itu dan mengeluarkan kotak makanan berisi kebab dari dalam.
"Aku ambil minum dulu," kata Cora beranjak ke dapur.
"Ya Tuhan, ini enak sekali," gumam Violet senang. Ia lalu mengusap perutnya.
Cora menuang minuman ke dalam gelas putih dan tak sengaja melihat selembar foto yang terletak dengan asal di atas meja makan.
Cora meraih foto itu dan melihatnya dengan jelas.
"Barnes," batin Cora melihat foto Barnes bersama Violet yang sedang berpelukan dengan Barnes mencium wajah Violet.
"Kenapa Violet menyimpan foto mereka," batin Cora.
"Cora.. kenapa kamu lama sekali," panggil Violet.
"Ya, sebentar. Aku akan segera ke sana," ujar Cora menaruh kembali foto ditangannya di atas meja. Ia lalu berjalan menuju sofa dimana Violet sedang menikmati makanan yang dibawa Cora dengan lahap.
"Kau tau.. satu harian ini tidak ada makanan yang masuk ke perutku. Setiap aku makan, aku akan memuntahkannya. Tapi malam ini sepertinya tidak lagi. Tidak ada tanda-tanda mual setelah memakan makanan ini," ujar Violet.
"Ternyata mengandung sesusah itu ya," ujar Cora duduk di samping Violet.
"Tapi aku sangat menikmati setiap prosesnya Cora. Suatu saat nanti kamu akan merasakannya juga saat mengandung," ujar Violet mengusap perutnya.
"Hai keponakan aunty... kamu baik-baik di sana ya. Kalian harus berjuang. Kalau kamu ingin sesuatu aunty akan membelikannya. Bilang saja pada mommy mu," ujar Cora mengusap perut Violet.
"Baik, aunty," ujar Violet tersenyum.
"Violet, aku harus kembali. Jack sedang di unit ku sekarang," kata Cora. Violet mengangguk.
"Kalau kamu butuh sesuatu, hubungi aku saja."
"Bye... keponakan aunty yang manis," kata Cora mengusap perut Violet. Ia lalu pergi dari unit Violet.