
"Tidak mau, kami ingin mommy yang menjemput kami. Kalau tidak kami tidak akan pulang," kata Elvis.
"Elvis, jangan keras kepala sayang. Mom juga bekerja agar bisa membiayai semua kebutuhan kalian," balas Bianca, keras kepala anak itu sepertinya menurun dari ayahnya.
"Mom tidak perlu bekerja, uang daddy sudah banyak," kata Elvis mengembalikan ponsel Cora. Ia tidak ingin berbicara lagi dengan ibunya.
"Cora, saya tidak mau tau kamu harus membawa mereka pulang," ucap Bianca memberi perintah.
"Mrs. Bianca tapi mereka meminta anda untuk menjemputnya," ujar Cora. Bukannya membalas perkataan Cora, Bianca langsung mengakhiri panggilannya. Cora menghela nafasnya dengan kasar.
Cora menatap wajah kecewa kedua anak itu, sepertinya Bianca terlalu sering mengingkari janjinya pada anak-anaknya. Cora merasa kasihan melihat kedua anak itu. Apalagi kedua orang tua anak itu sudah berpisah. Mereka pasti jarang berkumpul karena sibuk dengan kehidupan masing-masing.
"Pokoknya kami tidak mau pulang sebelum mommy datang," ujar Gizela.
"Kamu pulang saja, kami tidak membutuhkanmu," kata Elvis ketus. Cora menarik nafasnya, sepertinya ia harus mencari cara agar kedua anak itu ikut pulang bersamanya.
Cora merendahkan tubuhnya, "dengar, mommy kalian sebenarnya ingin menjemput kalian tadi. Tapi tiba-tiba ada pekerjaan yang mendadak dan tidak bisa ditinggalkan. Kakak tahu jika mommy kalian sedih karena tidak bisa menjemput kalian, dia takut kalian akan membencinya," ujar Cora lembut memegang kedua tangan anak itu memberikan penjelasan pada mereka.
"Kalau kalian memaksanya untuk menjemput kalian sekarang, kakak takut pikirannya tidak fokus antara pekerjaan dan menjemput kalian dan itu bisa membahayakannya saat mengemudi. Apa kalian mau terjadi hal buruk dengan mommy kalian?" tukas Cora. Kedua anak itu menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu, apa kalian mau pulang bersama kakak?" tanya Cora. Mereka lalu menganggukkan kepalanya. Cora tersenyum, "anak baik," ujar Cora mengusap wajah kedua anak itu.
"Ayo.." ajak Cora mengulurkan kedua tangannya. Kedua anak itu menerima uluran tangan Cora. Ketiganya lalu berjalan menuju mobil Cora di parkiran sekolah.
Cora membuka pintu belakang mobilnya. Elvis dan Gizela masuk ke dalam mobil. Cora membantu kedua anak itu memakai seatbelt.
Saat perjalanan pulang menuju rumah Bianca, kedua anak itu terlihat diam sejak mereka masuk ke dalam mobil. Cora melirik kedua anak itu dari kaca spion tengah mobilnya. Tatapan matanya bertemu dengan Gizela.
"Kenapa daddy dan mommy harus tinggal ditempat yang berbeda. Aku tidak suka, apakah semua orang dewasa akan seperti itu? bercerai? tapi grandpa dan grandma tidak seperti itu? " tanya Gizela pada Cora. Kedua mata Cora membulat saat mendengar pertanyaan anak itu? apa yang harus dikatakannya. Ia tidak tau apa penyebab orang tua mereka berpisah. Kenapa anak sekecil itu menanyakan pertanyaan berat seperti itu padanya . Dan jika dijelaskan mungkin saja mereka akan sulit memahaminya.
"Gizela, jangan banyak bicara pada orang lain," tukas Elvis menatap adiknya.
"Kenapa bisa bercerai?" tanya Gizela.
"Gizela!"
Anak perempuan itu langsung terdiam setelah melihat tatapan horor dari kakak laki-lakinya.
"Ekhm.." Cora berdehem menetralkan suasana.
"Apa kalian sudah lapar?" tanya Cora.
"Ya, aku sudah lapar aunty Cora," jawab Gizela.
"Aunty," gumam Cora pelan menaikkan satu alisnya. Tidak buruk juga. Untung saja di depan ada tempat makan.
"Baiklah, kita makan siang dulu sebelum mengantar kalian ke rumah Mrs. Bianca," ujar Cora memarkirkan mobilnya di depan restoran.