CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 96: Seperti Keluarga



"Dasar aneh," cibir Cora kembali mengaduk sup yang dimasaknya.


"Kita seperti keluarga saja. Bagaiman menurutmu?" ujar Jack membuat Cora terperanjat. Cora terkekeh membenarkan perkataan Jack.


"Apa itu kode kalau kita mungkin akan bersama," ujar Jack.


"Apaan sih kamu Jack," kata Cora.


"Kami sudah siap. Tinggal menunggu kamu saja," balas Jack. Cora menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian, Cora sudah selesai menyajikan makanan di atas meja. Ia hanya memasak nasi dan sup seafood saja. Ketiganya lalu duduk di kursi. Cora tidak ikut makan karena tidak lapar. Dia hanya menemani Jack dan Gizela makan sembari menyuapi anak kecil itu.


"Jack, apa Elvis tadi malam makan?" tanya Cora melirik piring pria itu. Jack mengangguk.


"Kamu ingin tambah?" tanya Cora saat melihat makanan di piring Jack habis dengan cepat. Sepertinya Jack kelaparan.


"Apa masih ada?" tanya Jack. Ia memang masih lapar.


"Sebentar, aku akan mengambil nasinya," kata Cora beranjak dari kursinya.


Setelah menghabiskan makanannya, ketiganya duduk di sofa menemani Gizela yang ingin menonton. Gizela belum mengantuk dan meminta Jack dan Cora menemaninya menonton.


Jack terlihat menguap beberapa kali karena sudah mengantuk.


"Jack, kamu ke kamar saja. Kasihan Elvis tidak ada yang menemaninya di sana," kata Cora. Seperkian detik kemudian Elvis muncul dan menghampiri mereka.


"Kalian meninggalkanku sendirian," kata Elvis naik ke atas sofa.


"Maafkan dad boy. Adikmu tadi muntah dan tidak bisa tidur lagi. Jadi kami menemaninya menonton," kata Jack mengusap rambut Elvis.


"Mum.. kita tidur saja, aku sudah mengantuk," kata Gizela menatap Cora.


"Mum juga mengantuk. Sebaiknya kita tidur saja," ujar Cora. Jack mengangguk dan mematikan TV.


"Dad, kenapa Gizela memanggil aunty Cora mum?" tanya Elvis berjalan disamping Jack.


"Gizela mungkin suka memanggil Cora seperti itu," kata Jack.


"Tidak. Kalau marah, dia tidak akan mau dipanggil seperti itu," jawab Jack.


Jack dan Elvis tidur di bawah sedangkan Cora dan Gizela tidur di atas ranjang.


"Dad, aku tidak ingin sekolah besok," ucap Elvis.


"Kenapa?" tanya Jack menyelimuti putranya.


"Aku ingin menjaga Gizela saja dad," ujar Elvis.


"Jangan khawatir nak, daddy yang akan menjaganya sebelum kamu pulang sekolah," kata Jack memeluk Elvis.


"Tapi aku tidak ingin sekolah dad. Kali ini saja. Tolong kabulkan permintaanku," kata Elvis menatap Jack dibawah pencahayaan kamar yang temaram.


"Baiklah, dad akan menghubungi gurumu besok pagi. Tapi kamu harus berjanji pada dad besoknya kembali ke sekolah," tukas Jack. Elvis mengangguk.


"Ingat nak, janji harus ditepati."


"Ya sudah kita tidur saja karena suara kita bisa menggangu tidur adikmu," kata Jack. Keduanya lalu tidur bersama.


Pagi harinya Jack bangun, ia melihat putrinya yang tidur memeluk boneka. Jack memeriksa suhu tubuh Gizela.


"Demamnya sudah turun," batin Jack. Pria itu merapikan selimut putrinya. Suhu di ruangan terasa dingin karena hujan deras di luar.


Jack melangkahkan kakinya keluar mencari keberadaan Cora. Wanita yang dicarinya sedang berada di dapur membuat sesuatu. Jack kembali ke kamar Cora untuk mencari sesuatu. Setelah mendapatkan apa yang di carinya, Jack kembali menemui Cora.


"Apa kamu tidak kedinginan dengan pakaian seperti itu," timpal Jack membuat Cora terperanjat.


"Jack, kenapa kamu selalu muncul tiba-tiba," ujar Cora sedikit kesal.


"Di luar sedang hujan," ujar Jack memakaikan jaket Cora di punggungnya.


"Thanks," kata Cora.