CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 60: Jalan Malam



Elvis dan Gizela terlihat bosan duduk di kursinya. Ibu mereka lebih banyak bicara dengan teman-temannya. Elvis dan Gizela tidak terbiasa dengan keramaian.


"Mom.. kami ingin pulang," ujar Elvis pada Bianca.


"Elvis jangan seperti itu," kata Bianca.


"Tapi kami tidak suka di sini," balas Elvis dongkol.


"Kami ingin pulang mom. Aku tidak suka di sini," kata Gizela.


"Kita tidak akan lama di sini. Nanti masih ada sesi foto setelah ini," kata Bianca.


"Pokoknya kami ingin pulang," tukas Gizela merajuk.


"Tunggu sebentar, mom akan panggil staf dulu," ujar Bianca mengambil ponselnya lalu menghubungi staffnya.


"Ayo ikut mom..." ajak Bianca. Ia lalu membawa kedua anaknya berjalan melewati tamu-tamu yang lainnya menuju pintu keluar.


"Bawa mereka menemui Cora," ujar Bianca pada staffnya.


"Baik Mrs. Bianca," ujar staff wanita itu mengajak Elvis dan Gizela.


Setibanya di ruang ganti, staff wanita itu menemui Cora.


"Elvis, Gizela.." gumam Violet saat melihat kedua anak itu datang menghampirinya.


"Cora, Mrs. Bianca meminta saya untuk mengantar mereka ke sini," kata staff itu lalu pergi.


"Aunty, kami mau pulang. Kami bosan dan mengantuk," kata Gizela. Elvis menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Gizela.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan di luar saja," tawar Cora. Kedua anak itu mengangguk senang. Cora lalu membawa kedua anak itu keluar dari gedung hotel.


Ketiga orang itu menyusuri jalanan kota di atas trotoar dengan tangan saling menggenggam. Berpapasan dengan orang-orang yang juga sedang berjalan di trotoar.


Elvis dan Gizela merasa senang karena mereka sangat jarang berjalan seperti ini di malam hari. Melihat suasana malam hari di kota kelahiran mereka.


"Tenang saja, aunty yang akan membayarnya," kata Cora menyimpulkan diamnya kedua anak itu karena masalah uang.


"Aku ingin sekali, tapi daddy melarang kami memakan makanan seperti itu. Daddy bilang tidak sehat," ucap Elvis menatap gerai penjual Burger di depannya.


"Aunty juga setuju dengan daddy kalian. Tapi kita harus membatasinya. Jangan makan burger terlalu sering. Sesekali tidak apa-apa," kata Bianca.


"Kita bisa mencari makanan yang lainnya. Di sana masih banyak," ucap Cora.


"Tidak, aku ingin burger aunty," ujar Gizela yang memang ingin makan burger.


"Aku juga," kata Elvis.


"Tapi apa tempatnya bersih?" tanya Elvis. Mereka tidak pernah memakan makanan dari gerai makanan kecil dipinggir jalan.


"Tentu saja, percaya pada aunty. Semua peralatannya juga higenis," ujar Cora meyakinkan Elvis. Ia tahu jika mereka pasti tidak pernah memakan makanan dipinggir jalan mengingat status sosial mereka yang tinggi.


Setelah membeli burger, mereka singgah di minimarket untuk membeli minuman. Selain itu, mereka juga membeli beberapa cemilan dan buah.


Ketiganya melanjutkan perjalanan hingga menemukan kursi tempat duduk untuk bersantai di pinggir trotoar. Cora mengambil tissue dari dalam tasnya saat melihat mulut Gizela yang kotor karena mayones dan saus.


"Sebentar sayang, aunty bersihkan mulutnya dulu," kata Cora membersihkan mulut Gizela dengan tissue.


'Ini.." ujar Cora membuka air mineral untuk Elvis. anak itu lalu menerimanya.


"Aunty aku mau makan toastnya," ujar Gizela meraih toast dari tangan Cora.


"Sayang.. habiskan yang di tanganmu dulu," tukas Cora. Anak itu menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak suka lagi. Aku ingi toast," ujar anak itu memberikan sisa burgernya pada Cora.


"Baiklah.. baiklah, ini untukmu," kata Cora memberikan toast ditangannya pada Gizela.


Setelah menghabiskan setengah makanannya, Cora mengajak kedua anak itu menonton pertunjukan musik yang ada di jalanan.