CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 103: Kecewa



Pagi harinya, Jack bangun lebih dulu. Pria itu tidur menyamping dengan satu tangan menopang kepalanya. Pandangannya tidak lepas dari wajah Cora.


Jack menyentuh wajah Cora dengan lembut, memberikan kecupan di seluruh wajah Cora.


"Nghh..." Cora menggeliat, perlahan kedua matanya terbuka.


"Akhirnya kamu bangun juga," kata Jack mengecup bibir Cora. Ia tidak ingin pergi meninggalkan Cora begitu saja.


Jack turun dari atas tempat tidur dengan tubuh polosnya memakai kembali pakaiannya.


"Bisakah kamu memakainya di kamar mandi saja," kata Cora memalingkan wajahnya. Ia bersandar di kepala ranjang, menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


"Kenapa? bukankah kamu sudah melihatnya," kata Jack melirik Cora yang memalingkan wajahnya.


Jack mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Pria itu menjatuhkan tubuhnya dengan asal di tempat tidur dengan kepala ia letakkan di atas paha Cora.


"Halo dad..." ucap Gizela.


"Daddy dimana?" tanya Gizela.


"Bukankah itu kamar mum?" timpal Elvis. Jack mengangguk.


"Daddy tidur di tempat mum? Kenapa tidak mengajak kami," ucap Gizela marah.


"Daddy hanya singgah sebentar saja princess. Berikan ponselnya pada Mia," kata Jack meraih satu tangan Cora dan menggenggamnya di atas dadanya.


"Aku ingin bicara dengan mum," kata Gizela membuat Cora menggelengkan kepalanya. Pasalnya ia hanya memakai selimut saja untuk menutupi setengah tubuhnya.


"Mum sedang mandi princes. Sebentar lagi dad akan pulang dan mengantar kalian ke sekolah," kata Jack. Gizela mengangguk.


"Kalau begitu dad tutup ya sayang. Bye... daddy sayang kalian," kata Jack melambaikan tangannya. Ia lalu mematikan ponselnya.


"Aku pulang dulu. Aku harus mengantar anak-anak ke sekolah," kata Jack menggoda Cora dengan berpura-pura ingin menggigit dada wanita itu.


"Jack," pekik Cora menghindar karena terkejut. Jack lalu tertawa kuat melihat ekspresi Cora.


"Aku pikirkan dulu," balas Cora.


"Baiklah, jangan terlalu lama memikirkannya. Jangan khawatir tentang pekerjaanmu. Aku akan membuat butik atau Cafe untukmu," kata Jack mengusap rambut kepala Cora.


"Bye.." ujar Jack mengecup bibir Cora lalu pergi meninggalkan Cora yang memegang dadanya. Sejak tadi ia sedang menahan diri. Sekarang ia bisa bernafas dengan lega. Sejak tadi berpura-pura bersikap biasa saja. Namun pada kenyataannya, ia begitu gugup.


***


Sore harinya Cora ikut dengan Jack dan kedua anaknya olahraga di taman kota. Dan jangan lupa dengan Brenda yang juga ikut bersama mereka. Beberapa kali Brenda selalu ikut bersama Jack saat ada jadwal olahraganya bersama kedua anaknya.


Saat sore taman itu akan dipenuhi dengan orang-orang yang sedang berolahraga. Taman dengan seluas 25 ha itu menyediakan lapangan sepak bola, lapangan golf, lapangan bisbol, jalur jalan kaki dan jogging.


Mereka baru saja menyelesaikan seperempat putaran dan beristirahat karena Elvis dan Gizela sudah kelelahan.


"Daddy lanjut saja. Aku ingin istirahat. Gizela tidak kuat lagi," kata Gizela meluruskan kedua kakinya.


"Mum, kita di sini saja ya," kata Gizela. Cora memgangguk.


"Kalau begitu kami akan melanjutkannya," ujar Jack mengajak Brenda dan Elvis berlari kembali.


"Aku tidak ikut lagi dad," kata Elvis.


Jack dan Brenda jogging kembali.


"Apa kamu dan Cora sedang menjalin hubungan?" tanya Brenda.


"Tidak, tapi aku sedang mengejarnya," kata Jack.


"Kenapa Elvis dan Gizela memanggil Cora dengan panggilan mum? apa kamu yang memintanya?"


"Gizela sendiri yang memanggil Cora dengan panggilan seperti itu," kata Jack. Brenda diam. Wajahnya terlihat kecewa. Brenda menyukai Jack. Cintanya sepertinya tidak akan terbalas. Ia pikir apa yang sudah ia lakukan selama ini lada Jack dan kedua anaknya bisa meluluhkan hati mereka.