CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 128



Cora merasa Gizela sudah tidur dengan nyenyak dan menidurkannya di kamar.


"Akhh.."


"Astaga Jack.. kamu membuatku terkejut," kata Cora menghela nafasnya. Jack membuatnya terkejut saat tiba-tiba berdiri di depannya.


"Sekarang giliranku yang ingin dimanja," kata Jack mengangkat tubuh Cora dan membawanya ke kamar mereka.


Jack merebahkan tubuh Cora di atas ranjang dan menindihnya.


"Aku ingin menagih janjimu satu minggu yang lalu. Sekarang sudah lewat dua hari," kata Jack.


"Janji yang mana?" tanya Cora mengerutkan keningnya.


"Sayang.. jangan bilang kamu lupa," Jack memicingkan kedua matanya.


"Hahahaha.. iya.. iya.. aku mengingatnya," Cora mengusap wajah Jack.


"Aku bersedia menikah dengan mu Jack Linford," kata Cora membuat Jack senang.


"Terima kasih Nyonya Jack Linford..." kata Jack mengecup seluruh wajah Cora.


"Aku menginginkanmu," bisik Jack mengecup telinga Cora.


"Jack.. kita sudah melakukannya tadi pagi dan kamu menginginkannya lagi," ujar Cora menatap horor Jack.


"Itu tadi pagi sayang. Sore ini belum, malam juga belum," jawab Jack mengabaikan tatapan horor dari Cora.


"Apa?" pekik Cora terbelalak. Jack tersenyum menyeringai.


"Ayolah.. cuaca di luar dingin. Aku ingin menghangatkan tubuh dengan melakukan sesuatu yang membuat kita berkeringat tentunya," ujar Jack me.remas gundukan milik Cora. Pria itu lalu mencium bibir Cora.


Jack menguasai tubuh Cora, membuat wanita itu pasrah dibawah kungkungan Jack.


"Ngghh.. Jackhh..." lenguh Cora saat pria itu menurunkan ciumannya hingga ke lehernya. Tangan pria itu sejak tadi menggoda miliknya yang dibawah membuat Cora mengerang kenikmatan.


"Aku tidak pernah puas denganmu sayang.." ujar Jack serak membuka kancing belakang gaun Cora. Ia lalu menurunkan gaun yang dipakai Cora hingga sebatas perut wanita itu. Jack menatap dua benda bulat milik Cora yang menjadi mainannya itu dengan tatapan berbinar.


"A..akuhh harushhh ...... ngghhh membuat makan malamhhh," ujar Cora memeluk leher Jack. Pria itu sedang memainkan dua bukit kembar miliknya.


"Nanti saja sayang.. kita selesaikan ini dulu," kata Jack serak dengan tatapan yang dilingkupi oleh kabut gairah.


"Akkhh.. sshhh..." desis Cora. Jack menggigit puncak dadanya membuatnya mengerang kesakitan dan kenikmatan yang berpadu. Cora menatap ke bawah, melihat Jack seperti orang rakus saat memainkan dadanya.


Jack berhasil melepaskan semua pakaian milik Cora. Kini gilirannya yang akan melepaskan semua penutup tubuhnya yang membuatnya bergerak tidak bebas.


"Jangan menunjukkan di depanku," kata Cora memalingkan wajahnya. Sampai sekarang ia masih terlihat malu-malu saat melihat milik Jack yang kekar itu.


"Milik mu.." bisik Jack mengarahkan tangan Cora ke miliknya, refleks Cora menariknya. Jack terkekeh melihat ekspresi wanitanya.


"Mengejekku lagi.." Cora merona.


Dengan gerakan yang cepat Jack membawa Cora ke atas pangkuannya. Pria itu kembali mencium Cora. Tangannya yang lihai memainkan bukit kembar milik Cora. Ia menyukai posisi ini.


Jack melepaskan tautan mereka, kembali menjelajahi setiap inci kulit putih mulus wanitanya.


"Masukkan sayang.." bisik Jack serak, lantas Cora mengarahkan milik Jack ke dalam tempatnya. Rasanya miliknya sesak saat milik Jack memenuhi miliknya. Cora menggoyangkan pinggulnya dengan perlahan membuat keduanya mengerang kenikmatan.


"Mmmmhhhh.. Jackhhh.. " rancau Cora memejamkan matanya.


lima menit berlalu, Cora akhirnya mengalami pelepasannya. Wanita itu memekik, memejamkan matanya. Tubuhnya ambruk di dada Jack. Jack mengecup kepala wanita itu, mengusap lembut punggung Cora. Memberi waktu pada Cora untuk menikmati pelepasannya sebelum mereka kembali melanjutkannya.


"Bagaimana? kamu suka kan?" tanya Jack. Cora yang malu mencubit perut Jack.


"Wanitaku sedang malu untuk mengakuinya heh...." goda Jack.


"Jack.." ujar Cora mengangkat kepalanya. Kedua matanya terbelalak saat menyadari gorden kamar mereka ternyata terbuka.


"Astaga.. apa sejak tadi gordennya terbuka?" Jack menoleh ke samping.


"Jack.. bagaimana jika tadi ada yang lewat dan melihat kita," kata Cora cemas.


"Tidak ada orang yang lewat. Kamu tenang saja. Sebaiknya kita lanjutkan saja permainannya.." ujar Jack mengubah posisi mereka. Kini Cora berada dibawahnya.