
Cora kembali ke kantor setelah membeli makan siang untuk Elvis dan Gizela. Ia tak sengaja bertemu dengan Gustav saat melewati ruang kerja pria 40 tahun itu.
"Grab.." Gustav meraih tangan Cora membuat langkah kaki Cora terhenti.
"Kenapa kamu selalu menghindari ku?" tanya Gustav menatap intens kedua mata Cora.
"Maaf Mr. Gustav, saya tidak menghindari anda," balas Cora melepaskan tangannya dari genggaman Gustav.
"Sudah kubilang panggil namaku saja. Apa kamu tidak ingin menerima tawaran ku itu?"
"Saya tidak bisa Mr. Gustav," kata Cora hendak pergi namun Gustav menarik tangan Cora dengan kuat hingga membuat tubuh mereka bertabrakan.
"Aku akan memberikan apapun untukmu Cora asalkan kamu mau menerimanya," ujar Gustav melingkarkan tangannya di pinggang Cora.
"Maaf Tuan, tolong jangan seperti ini. Saya tidak ingin orang lain berpikiran negatif," ujar Cora mendorong tubuh Gustav.
"Satu lagi, saya sudah nyaman dengan pekerjaan saya sekarang tolong jangan paksa saya," kata Cora lalu pergi.
Cora melirik karyawan yang sepertinya melihat mereka tadi. Cora tau jika mereka sedang mencibirnya sekarang. Cora memilih mengabaikannya dan pergi menuju studio tempat Bianca melakukan syuting.
Cora melihat dua orang anak kecil yang sedang duduk di sofa menatap ibu mereka yang sedang melakukan syuting. Cora berjalan mendekati mereka.
"Maaf aunty sedikit lama," ujar Cora duduk di samping kedua anak itu. Cora menaruh makanan yang dibelinya di atas meja.
"Apa kalian sudah lapar?" tanya Cora membuka kotak makanan yang dibelinya.
"Sedikit," ujar Elvis.
"Ayo kita bersihkan tangan dulu," ajak Cora membawa kedua anal itu mencuci tangannya.
"Di sini membosankan, aku ingin bermain-main," ujar Gizela.
"Sabar princess, sebentar lagi mommy kalian akan selesai syuting. Ayo kalian makan dulu," kata Cora mengikat rambut Gizela. Cora lalu mengangkat tubuh Gizela dan membiarkan anak itu membersihkan tangganya di wastafel.
Gizela lalu mengangguk. Setelah mencuci tangan, mereka kembali ke sofa.
"Aku mau ayamnya aunty," kata Gizela mencoba meraih ayam goreng di atas meja. Hampir saja ia terjatuh kalau saja Cora tidak sigap menahannya.
"Hati-hati sayang.." ucap Cora lembut. Gizela terdiam, ia lalu menatap Cora dan tersenyum pada wanita itu.
"Ini.." kata Cora memberikan ayam gorengnya pada Gizela.
"Thank you aunty," balas Gizela. Ia lalu memakan ayam goreng ditangannya.
"Elvis, kamu tidak ingin makan ayamnya?" tanya Cora saat melihat Elvis hanya memakan buah saja. Cora membeli buah yang sudah dipotong-potong dari minimarket. Ia sengaja singgah disana karena ingin memakan buah segar di siang hari yang panas.
"Aku makan buah saja. Aku tidak suka dengan ayamnya," kata Elvis.
"Kakak tidak suka ayam goreng. Padahal ini enak sekali," ujar Gizela dengan mulut penuh makanan. .
"Habiskan makanannya dulu baru bicara Gizela, nanti kamu bisa tersedak," kata Cora mengusap rambut Gizela.
"Aunty tidak tau kalau kamu tidak suka makan ayam goreng. Lain kali aunty tidak akan membelinya untukmu," ujar Cora.
"Atau kamu ingin aunty belikan yang lain," tawar Cora. Elvis menggelengkan kepalanya.
"Aku makan buah dan cake saja," kata Elvis.
"Kamu yakin?" tanya Cora. Elvis mengangguk.
"Aunty sudah makan?" tanya Gizela.
"Belum. Aku belum lapar. Nanti kalau sudah lapar aunty akan beli makanan di luar," jawab Cora. Tadi pagi ia sarapan sudah jam sembilan lewat sebelum menemui Bianca. Dan sekarang perutnya belum lapar.