CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 88: Jangan Dekat dengan Pria Lain



Jack pamit pulang setelah Daren kembali terlebih dahulu. Ia tidak bisa membiarkan Daren dan Cora berduaan jika dia pulang duluan.


"Aku pulang dulu," ujar Jack mengecup singkat bibir Cora.


"Jack.. sialan kamu," pekik Cora memukul dada pria itu. Jack tertawa membuat Cora semakin kesal. Jack menarik tangan wanita itu hingga membuat Cora menubruk dada bidangnya. Jack melingkarkan kedua tangannya di pinggang Cora.


"Jangan terlalu dekat dengan pria lain. Aku cemburu. Takutnya kamu jatuh cinta dengan mereka. Kamu hanya bisa jatuh cinta dengan ku saja," ujar Jack mengecup kembali bibir Jack.


"Dasar gila.." ucap Cora mendorong dada Jack namun tenaganya tak sekuat Jack.


"Ya, aku memang gila. Tergila-gila denganmu," balas Jack mendekatkan wajahnya ke wajah Cora.


"Sial, pria ini benar-benar membuat jantungku seolah ingin copot," batin Cora meneguk ludahnya. Wajah mereka terlalu berdekatan. Cora yang salah tingkah langsung memalingkan wajahnya.


"Apa besok kamu sibuk?" tanya Jack membuat Cora kembali menatapnya.


"Ada apa?"


"Aku ingin mengajakmu makan malam," ujar Jack.


"Aku tidak bisa," balas Cora dengan cepat.


"Tapi ini permintaan anak-anak," tukas Jack lagi-lagi menjadikan anaknya sebagai alat untuk membujuk Cora.


"Itu hanya akal-akalan mu saja," tukas Cora tidak percaya dengan Jack. Kemarin pria itu berbohong perihal menjemput Gizela dan Elvis.


"Ya sudah. Aku akan bilang pada mereka kalau kamu sedang sibuk," kata Jack memasang wajah sedihnya lalu pergi.


"Tunggu.. " ucap Cora membuat langkah kaki Jack berhenti.


"Yess... " batin Jack senang. Ia lalu memutar tubuhnya, menatap Cora yang terlihat ragu-ragu.


"Baiklah, aku mau," ujar Cora. Jack mengangguk lalu pergi dengan wajah penuh kemenangan.


*****


Cora tiba di restoran dimana Jack mengajaknya makan malam. Ia hendak menghubungi Jack untuk menanyakan nomor mejanya namun Brenda tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Brenda.."


"Um.. aku tidak mengerti maksudmu," jawab Cora.


"Dia siapa?" tanya seorang wanita paruh baya yang baru saja muncul di hadapan mereka.


"Cora ini ibuku. Mom.. ini Cora temanku," kata Brenda mengenalkan Cora pada ibunya.


"Halo Bibi.. saya Cora.." ujar Cora mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ibu Brenda.


"Anne.." ucap Anne menjabat tangan Cora.


"Ayo.. Bibi Chloe pasti sudah menunggu," ajak Brenda.


"Ah iya.. aku tidak sabar bertemu dengannya," balas Anne. 4 bulan ini dia sedang liburan ke Inggris bersama suaminya. Biasanya Anne dan Chloe sering keluar bersama.


"Cora ayo.." ajak Brenda.


"Aku ingin menghubungi seseorang. Kalian masuk saja dulu. Aku akan menyusul," ujar Cora. Brenda mengangguk lalu masuk kedalam.


"Sebenarnya ini acara apaan sih.." gumam Cora menghubungi kembali nomor Jack.


"Halo.."


"Jack. Kamu dimana?" tanya Cora. Ia lalu mematikan ponselnya saat melihat Jack keluar dari restoran.


"Jack.. sebenarnya ini acara apa? Kenapa Berenda juga ada di sini?" tanya Cora.


"Makan malam untuk merayakan ulang tahun mom," ujar Jack dengan santai. Cora menggigit giginya karena geram melihat Jack. Kalau saja ia tahu, sudah pasti ia menolaknya kemarin. Jack membohonginya lagi.


"Kenapa kamu tidak bilang," kata Cora memukul lengan pria itu.


"Kalau aku bilang, kamu mungkin tidak akan mau. Ayo masuk. Mom sudah menunggumu," ujar Jack mengajak Cora.


"Astaga... aku lupa sesuatu. Aku harus menemui Mrs. Brenda sekarang," ujar Cora menepuk jidatnya.


"Akh.."


Jack menyentil kening Cora, "tidak usah mencari alasan. Bianca sedang pergi bersama kekasihnya," ujar Jack menarik tangan Cora.