
Setelah acara resepsi, Jack membawa Cora ke kamar mereka. Malam ini mereka akan menginap di hotel. Jack mengangkat tubuh Cora ala bridal style, sesekali ia mengecup bibir istrinya.
"Kamu lelah sayang?" tanya Jack menurunkan Cora.
"Ya, kakiku rasanya pegal sekali," ucap Cora.
"Aku akan memijatnya," kata Jack membawa tubuh Cora ke atas ranjang.
"Jack, sepertinya aku mandi saja dulu. Aku todak nyaman lagi dengan makeup di wajahku ini," ujar Cora.
"Kalau begitu kita mandi bersama biar cepat." Jack mengangkat tubuh Cora dan membawanya ke kamar mandi.
Setengah jam kemudian Jack dan Cora sudah selesai mandi. Jack membantu Cora mengeringkan rambutnya. Cora duduk di atas pangkuan Jack. Tidak, sepertinya hanya membantu sebentar saja. Pria itu sepertinya tidak tahan melihat tubuh Cora yang hanya ditutupi oleh handuk saja. Jack mengecup seluruh leher dan pundak Cora membuat Cora merinding.
"Jack, berhenti. Rambutku belum kering," kata Cora menjauhkan tubuhnya.
"Aju tidak tahan melihatmu seperti ini sayang," kata Jack mencium bibir Cora. Cora meletakkan pengering rambut ditangannya di atas meja rias dan membalas ciuman Jack. Semakin lama, ciuman keduanya semakin intens. Jack yang merasa Cora kehabisan nafas melepaskan tautannya. Kini bibir pria itu menjelajahi leher Cora hingga tiba di bukit kembar milik Cora. Jack membuka handuk yang melilit di tubuh Cora dan menurunkannya hingga sebatas pinggang.
"Mainanku," ujar Jack meraup puncak dada Cora dan menyesapnya layaknya bayi yang sedang kehausan.
Cora melingkarkan tangannya dileher Jack. Tubuhnya meliuk merasakan sensasi geli dan nikmat. Cora semakin menekan kepala Jack di dadanya, tidak ingin Jack menghentikan kegiatannya.
"Ugghh.. Jackhhh..." lenguh Cora. Suara Cora terdengar sexy di telinga Jack, membuat gairahnya semakin meningkat.
"Dad.. mum .." panggil Elvis dan Gizela dari luar.
"Dad....." panggil Elvis kuat membuat Jack menghentikan kegiatannya.
"Mengganggu saja," gumam Jack geram. Kegiatan mereka sepertinya akan tertunda. Cora lalu merapikan kembali handuk yang dipakainya.
Jack menegakkan tubuhnya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Cora melirik bagian bawah Jack yang sepertinya sudah mengeras.
"Sana, buka pintunya dulu," kata Cora terkekeh melihat wajah Jack yang memerah.
Cora berdiri dan mengusap wajah Jack. " Masih ada banyak waktu Jack," ucapnya lalu mencium wajah Jack.
"Sayang.. kamu tidak akan tahu bagaimana sakitnya dibawah sana," ujar Jack.
Dengan kesal, Jack berjalan menuju pintu. Sementara itu Cora mengambil baju tidurnya.
"Kami tidak bisa tidur dad. Kamar kami terlalu jauh dari kalian," kata Gizela masuk ke dalam kamar.
"Sepertinya akan gagal," gumam Jack menutup pintu kamar mereka.
"Kalian bisa tidur dengan grandma. Aku akan mengantar kalian ke sana, bagaimana?" tanya Jack. Kedua anak itu lalu menggeleng.
"Mum dimana?" tanya Elvis.
"Sedang mengganti pakaiannya," jawab Jack dengan malas menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
Jack mengambil ponselnya dan menghubungi adiknya agar Elvis dan Gizela tidur bersama mereka. Namun sayangnya adiknya itu tidak mau karena sedang bermesraan dengan suaminya.
"Ck.. sebenarnya siapa yang pengantin baru di sini," gumam Jack kesal.
"Dad.. hidupkan TV nya. Kami ingin menonton," ujar Gizela naik ke atas ranjang. Jack lalu menghidupkan Televisi.
Cora keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidurnya, ia menatap Jack sejenak lalu menyapa kedua anaknya.
"Kalian kenapa belum tidur?" tanya Cora naik ke atas tempat tidur.
"Kami tidak bisa tidur mum. Makanya aku dan kak Elvis ingin tidur bersama kalian," ujar Gizela tidur dengan kepala di atas paha Cora.
"Kalian sudah menggosok gigi?" tanya Cora mengusap kepala Gizela.
"Sudah mum," sahut Elvis.
Jack naik ke atas tempat tidur setelah merasa miliknya lebih tenang. Pria itu duduk dibelakang Cora. Jack menarik tubuh Cora agar bersandar di dadanya.
"Kapan adiknya jadi mum?" tanya Elvis merebahkan tubuhnya.
"Itu masih lama sayang. Kita harus menunggunya besar seperti perut aunty Odelia. Setelah itu bayinya akan keluar," ujar Cora.
"Aku tidak sabar lagi mum. Sepertinya akan menyenangkan. Teman-temanku selalu menceritakan adik mereka yang kecil dan menggemaskan," kata Elvis.
"Mum juga tidak sabar," ujar Cora mengusap perutnya, berharap ia bisa hamil dalam waktu dekat ini.