CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 84: Kita Sudah Berakhir



Cora sedang duduk di kursi taman utuk melihat sebuah pertunjukan dimana Violetl akan mengakhiri hubungannya dengan Barnes.


Isabel tiba di taman, ia menerima pasan dari nomor baru jika Barnes dan Violet ada di LA. Isabel langsung menuju LA untuk memberi pelajaran pada Violet karena sudah merebut Barnes darinya.


"Sialan kamu. Dasar wanita tidak tau diri," ujar Isabel marah mendorong tubuh Violet dari belakang hingga membuatnya terjatuh.


"Violet.." ucap Barnes membantu Violet berdiri.


"Plak..." Isabel menampar wajah Violet. Cora yang melihat Violet di tampar ingin menghampirinya. Hanya saja Violet memberi kode padanya agar tidak datang. Cora akhirnya duduk kembali.


"Dasar ****** kamu," kata Isabel penuh amarah menarik tubuh Violet karena ingin menjambak rambutnya.


"Isabel, berhenti..." ujar Barnes menjauhkan Violet dari Isabel.


"Katakan, apa yang wanita ini berikan padamu hingga kamu ingin bersamanya?" ujar Isabel menatap tajam Barnes.


"Kamu bahkan berani membentak ku hanya karena dia," ucap Isabel menunjuk wajah Violet.


"Katakan jika kamu tidak mencintainya Barnes. Kamu hanya menginginkan tubuhnya bukan? kamu hanya mencintaiku," ujar Isabel menggenggam tangan Barnes.


"Dengar... dia tidak mencintaimu. Dia hanya menginginkan tubuhmu saja. Satu-satunya wanita yang dia cintai hanya aku saja. Kamu hanya pemuas nafsunya saja. Apa kamu tahu kalau dia itu man__"


"Cukup Isabel. Hentikan," bentak Barnes memotong perkataan Isabel membuat wanita itu diam.


"A.. aku minta maaf. Ini salahku Isabel. Harusnya aku tidak mencintai pria yang sudah punya kekasih," kata Violet menangis.


"Ck.. air mata buaya. Aku tau kamu sedang mencari perhatian barnes bukan," ujar Isabel berdecak.


"Violet.. jangan menangis. Ini bukan kesalahanmu. Aku sendiri yang ingin menjalin hubungan denganmu," ujar Barnes membawa Violet kedalam pelukannya.


"Barnes.. kamu.." gumam Isabel kecewa.


"Kita sudah berakhir Isabel. Aku tidak mencintaimu lagi. Aku mencintai Violet," kata Barnes. Violet menatap Isabel dengan senyum penuh kemenangan.


"Dasar licik kamu," gumam Isabel menatap geram dan marah Violet.


"Satu lagi, aku sudah memblokir semua kartu yang ku berikan padamu," ucap Barnes membuat Isabel terkejut. Sekarang ia sudah kehilangan sumber uangnya.


Violet menarik sudut bibirnya, melemparkan senyuman mengejek pada Isabel.


"Apa kamu tahu Violet. Pria ini tidak sebaik yang kamu kira," kata Isabel tertawa.


"Cukup Isabel," kata Barnes geram.


"Kenapa? kamu takut?" Isabel tertawa kembali. Violet terlihat penasaran dengan apa yang Isabel katakan. Ia tak sabar menunggu kata-kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut wanita itu.


"Sudah kubilang, kita adalah pasangan yang cocok sayang," ucap Isabel menyentuh lengan Barnes.


"Kita pergi," kata Barnes menarik tangan Violet.


"Pria itu punya penyakit Violet. Kamu akan menyesal. Barnes seorang hiperseksual. Dia hanya menginginkan tubuhmu saja. Tua dan muda semuanya diembatnya. Aku tidak yakin dengan kata-kata manis yang diucapkannya padamu," ucap Isabel membuat Barnes menghentikan langkahnya.


"Tutup mulutmu sialan," kata Barnes marah dan mencekik leher Isabel.


"Diahh juga seoranggghh pecandu.." ujar Isabel sesak.


"Cukup.. hentikan Barnes. Kamu bisa membunuhnya," kata Violet menarik tangan Barnes dari leher Isabel.


"Dia berbohong. Jangan percaya dengan kata-katanya Violet," kata Barnes meyakinkan Violet.


"Aku tidak berbohong Violet," timpal Isabel memegang lehernya.


"Prok..prok...prok..." Violet bertepuk tangan dengan senyuman penuh kemenangan di wajahnya. Membuat Barnes dan Isabel terkejut.


"Ahh.. sepertinya kita harus mengakhiri permainan ini. Aku sudah puas," kata Violet melipat tangannya.


"Dengar... aku hanya ingin merusak hubungan kalian saja. Tidak ada maksud lain."