CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 116: Apa Mereka Bisa Dibawa?



Cora menggeliat, perlahan membuka kedua matanya. Rasanya tidurnya sangat nyenyak sekali. Cora mengusap tangan Jack yang melingkar diperutnya. Pria itu tidur dengan posisi telungkup. Cora meraih ponselnya dari atas nakas dan melihat jam di ponselnya.


"Jack... ayo bangun," ujar Cora mengusap punggung telanjang pria itu.


"Jack.. sekarang sudah jam 6 lewat 15," kata Cora. Jack menggeliat dan melenguh. Pria itu membuka kedua matanya dan mengubah posisi tidurnya.


"Aku lihat anak-anak dulu," kata Cora hendak turun dari atas tempat tidur namun Jack menahannya. Pria itu menarik tangan Cora hingga terjatuh di atas tubuhnya.


"Sayang.. aku menginginkanmu..." kata Jack me.remas bokong Cora.


"Jack... ini sudah pagi. Aku ingin melihat anak-anak," ujar Cora mencoba bangkit. Jack menahan tubuhnya.


"Mereka masih tidur. Ayolah.. sekali saja. 3 hari kedepan kita tidak akan bertemu lagi," ujar Jack menurunkan tali gaun tidur Cora dengan perlahan, mencium bibir Cora dengan lembut. Cora tidak menolaknya. Wanita itu memejamkan kedua matanya menikmati ciuman memabukkan dari Jack.


Jack mengubah posisi mereka. Pria itu menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dengan Cora diatas pangkuannya tanpa melepaskan tautan keduanya. Jack mengusap punggung Cora, mencari pengait branya dan melepaskannya. Cora tidak bisa menolaknya. Pagi ini keduanya menghabiskan dua ronde.


*****


Cora meninggalkan Jack di kamarnya dan menuju dapur. Ia tidak habis pikir dengan pria itu yang tidak ada lelahnya sama sekali. Pagi mereka sudah melakukannya 2 kali dan sekali di kamar mandi. Ia pikir Jack serius saat mengatakan jika mereka hanya akan mandi saja.


"Benar-benar tidak bisa dipercaya," kata Cora berbicara sendiri. Ia berjalan menuju dapur karena tidak menemukan Elvis dan Gizela di kamar mereka.


"Awas saja dia. Lain kali aku harus bisa lolos dari godaannya," kata Cora.


"Mum... ada apa? kenapa mum berbicara sendiri," timpal Elvis.


"Um... tidak ada boy.. maafkan mum jika tidak membangunkan kalian tadi pagi. Mum terlambat bangun," kata Cora mencari alasan.


"It's okay mum. Ayo sarapan," ajak Gizela.


"Iya sayang..." kata Cora duduk di samping Gizela.


"Mum.. aku ingin minum susu. Bisakah mum membuatnya untukku," ujar Gizela.


"Biar saya saja Nona," kata Mia.


"Tidak apa-apa Mia. Saya yang akan membuatnya. Kalian sarapan saja bersama yang lainnya," ucap Cora. Mia mengangguk.


"Tunggu di sini. Mum akan membuatnya. Elvis kamu mau susu juga?" tanya Cora menatap Elvis.


"Yap mum..." jawab Elvis. Cora lalu pergi ke dapur untuk membuat susu Elvis dan Gizela.


Tak lama kemudian, Jack muncul di ruang makan. Pria itu terlihat mencari keberadaan Cora.


"Kids... mum dimana?" tanya Jack.


"Mum sedang membuat susu untuk kami dad," kata Elvis.


Jack menyeringai saat melihat sosok Cora di dapur. Pria itu melangkah dengan pelan agar tidak menimbulkan bunyi.


"Sayang..." ujar Jack memeluk Cora dari belakang.


"Jack, lepas.. ini di dapur," kata Cora melepaskan tangan Jack dari pinggangnya.


"Memangnya kenapa kalau ini di dapur," balas Jack mengecup leher Cora.


"Jack.. jangan lupa kalau aku masih marah denganmu," kata Cora ketus.


"Memangnya kamu bisa marah denganku," balas Jack menggelitiki perut Cora membuat Cora tertawa. Jack benar, Cora tidak bisa marah dengan pria itu.


"Jack.. lepas..." kata Cora menahan tawanya.


"Apa kamu tidak malu kalau ada yang melihat kita," kata Cora was-was. Ia takut ada yang masuk ke dapur.


"Aku sudah meminta pelayan untuk tidak datang ke sini. Aku ingin bermesraan dengan kekasihku sebelum pergi," kata Jack mengeratkan pelukannya.


"Sayang.. susu untukku mana?" tanya Jack.


"Kamu mau juga? aku akan membuatnya," ujar Cora serius.


"Tapi aku mau yang ini saja," ujar Jack menyelusupkan tangannya kedalam baju Cora dan mer.emas salah satu benda bulat milik Cora.


"Jack.." Cora membulatkan kedua matanya.


"Apa mereka bisa dibawa," tukas Jack.


"Dasar aneh," kata Cora mencubit lengan Jack.


Jack menyandarkan kepalanya di bahu Cora, mengamati Cora yang sedang membuat susu. Tentu saja tangannya yang nakal masih berada di dalam baju Cora. Mere.mas lembut benda kenyal dan bulat itu.


"Aku selalu mengeluarkannya di dalam tiap kali kita melakukannya," kata Jack.


"Apa kamu tidak marah?" tanya Jack. Cora menggeleng. Kalau ia marah, sudah sejak kemarin ia memarahi pria itu.


"Itu artinya kamu tidak keberatan jika kamu hamil? sungguh, aku tidak ingin memaksamu sayang. Kalau kamu belum siap, kamu harus mengatakannya padaku," lanjut Jack mengecup wajah Cora.


"Thanks Jack karena tidak memaksaku," kata Cora mengusap wajah Jack.


"Ekhemmm..." Chloe berdehem membuat Cora terperanjat ditempatnya. Jack mengeluarkan tangannya dari dalam baju Cora. Seketika Cora menjadi gelagapan ditempatnya. Rasanya ia ingin menghilang dari tempat itu. Wajahnya memerah.


"A..a.. aku akan mengantar susu Elvis dan Gizela," kata Cora dengan cepat lalu pergi dengan langkah yang cepat.


"Kamu ini. Kalau ingin berbuat mesum di kamarmu saja. Bagaimana kalau kedua cucuku datang dan melihat kalian," kata Chloe terkekeh meninggalkan Jack di dapur. Awalnya ia ingin menemui Cora namun Chloe malah dihadapkan dengan tingkah mesum putranya. Sepertinya sifat suaminya menurun pada putra mereka.