
Siang ini Arindra mulai take dengan Dio, memulai siaran di soutube.
"Semua siap, kamera siap, kamera satu, kamera dua. Kak Arindra, Dio?"
Tanya kru, diangguki oleh keduanya dan yang lain. Jack hanya mengarah pada satu orang, matanya hanya mengarah pada Arindra.
"Oke mulai, take action"
Seru salah satu kru menandakan acara dimulai.
"Haiii haiii guys ketemu lagi si Petir, jangan lupa, like, subcribe dan pencet tombol lonceng, gratis..tis gratis. Oke hari ini gue tau dan sadar kalau baru kemarin aja kakak gue dimakamkan, tapi bukan berarti gue harus terpuruk dan diem aja. Soo buat loe-loe semua yang setia sama channel gue tolongin gue, dan dengerin gue.
Gue akan tetap bahas tentang konten yang biasa gue lihatin ke loe-loe semua. Tapi terkhusus hari ini gue mau minta tolong kalian semua. Kalian tau kan, kemarin adalah hari yang menyedihkan gue banget, gue sampe ngurung diri semaleman dan enggak makan. Terserah loe mau percaya sama gue apa enggak, tapi gue cuma mau bilang. Saat ini gue kehilangan banget orang yang gue sayang, kakak, ayah sekaligus ibu buat gue.
Dia satu-satunya keluarga kandung yang gue punya, kebayangkan loe jika loe kehilangan seseorang yang dekat banget sama loe, yang rela ngelakuin apapun buat loe. Gimana rasanya, sedih banget.
(Dio mengusap air matanya)
Kalian tau, kakak gue pamit ke gue jalan ke Eropa sama pacarnya, dia bilang mau nikah dan honeymoon sekalian. Tapi sebulan lebih gue enggak dapet kabar. Gue hubungin berulang-ulang, tapi nomornya enggak aktif-aktif, gue cari ke tempat kerja, ke rumah teman-temannya, apartemen ga ada juga.
(Dio menghela nafas panjang, iya terisak)
Kalian tau, sampe gue berkali-kali ke kantor polisi buat cuma mastiin kabar kakak gue, laporan, berlari dari rumah sakit satu kerumah sakit lainnya kalau-kalau ada pasien atau mayat tanpa nama, gue sempet nyerah. Berkali-kali gue coba tes DNA sama mayat-mayat yang g dikenal. Lihat ini....
(Dio menunjukkan lembaran hasil tes DNAnya , bukti laporan ke pihak berwajib)
Gue dah lakuin sebisa gue buat nemuin kakak gue, sebelum gue ketemu seseorang yang ngaku teman kerjanya, loe tau kan kakak gue dokter sekaligus direktur rumah sakit ternama. Gelang yang dia kasih ke kakak gue jadi petunjuk, kalo mayat wanita yang ditemukan di Pantai Ancol itu kakak gue.
(Dio menangis histeris, membuat semua orang di sana ikut menitikkan air mata, ia menghapus air matanya dan melanjutkan bicara sambil terisak)
Gue udah mastiin itu Kakak gue, dengan tes DNA dan hasilnya seperti yang loe tau.
(Dio kembali menunjukkan lembaran tes DNA terakhirnya di kamera)
Itu mayat kakak gue, sangat sadis. Sadis banget pembunuhnya itu. Banyak luka tembak di kaki, dan ada juga di kepala. Loe lihat aja ini.
(Dio memperlihatkan vidio jenazah dokter Dea saat di rumah sakit pertama kalinya)
Loe dah lihat, betapa sadis apa yang dilakukan oleh pembunuh itu. Gue sekarang, saat ini yang gue mau minta tolong temukan pembunuh kakak gue, gue mau dia dihukum seberat-beratnya, kalo bisa hukuman mati, gue harap dia dapetin itu.
Gue enggak bakal diem aja, gue akan cari bukti-bukti itu. Dan loe tau apa yang gue temukan, gue dateng ke apartemen kakak gue tepat saat hari itu muncul berita ada mayat di Ancol. Gue setelah cek ke rumah sakit dan ngambil data baik vidio dan buat tes DNA, gue diajak temen kakak gue ke apartemen kakak gue.
Sebelum pergi kakak gue udah nitipin semua ke gue, termasuk access masuk ke apartemen punya dia. Loe tau, apartemen kakak gue bukan apartemen kaleng-kaleng, dia tinggal di apartemen mewah di bilangan Jakarta alamat xxxx, dan pertama kali gue masuk loe lihat ini.
(Dio menunjukkan vidio apartemen dokter Dea yang diambilnya waktu itu bersama Alex dan Jenny)
Loe lihat, apartemen semewah itu dengan keamanan bagus aja bisa ada orang yang keluar masuk. Padahal kode access masuk ada di gue, kalian pikir sendiri aja. Ini kerjaan siapa, loe tahu keamanan apartemen mewah itu tiga lapis. Minimal ada security yang jaga 24 jam, kamera CCTV bertebaran, kode accses masuk yang harusnya pemilik apartemen aja yang bisa masuk. Tapi kalo sampai ada orang lain masuk, kalian pikir sendiri aja kira-kira siapa pelakunya.
Oh ya gue juga bukan ngomong kosong, bahkan kakak temen gue yang tinggal di apartemen yang enggak kalah mewah dari kakak gue pernah dimasuki dan bahkan dia nyaris dibunuh padahal dia baru sampe sehari datang ke Indonesia dari Singapura alias dia itu WNA. Kalian lihat ini..
(Vidio peristiwa Arindra yang akan dibunuh penyusup diputar)
Gue bakal kenalin kalian semua sama korban, sekalian lihat-lihat fasilitas apa aja di apartemen punya dia.
(Arindra masuk bersama Dio)
Kenalin, ini Kak Arindra Adam Smith.
Haii aku Arindra, sebelumnya aku turut berduka cita akan meninggalnya dokter Dea kakak dari Dio.
Kakak sebelum kita cerita-cerita berkenaan dengan kejadian malam itu. Kakak bisa jelasin dulu ada apa aja di apartemen ini dan segala fasilitasnya.
(Arindra berdiri dan berjalan diikuti oleh Dio, dan kru. Ia memperlihatkan bagian-bagian apa saja yang ada di apartemen mewahnya itu)
Nah kalian sudah lihat, apartemen kakak ini ada di jalan xxxxy, ini salah satu apartemen termewah di Jakarta. Masuk akal tidak menurut loe jika di apartemen semewah ini ada penyusup.
(Arindra dan Dio duduk di salah satu sofa panjang)
Nah kakak, bisa cerita kenapa loe bisa sampe di sini dan ngalamin kejadian ini.
(Arindra menarik nafas panjang, mengeluarkannya perlahan dan tersenyum menghadap kamera)
Saya datang ke Indonesia untuk urusan bisnis, perusahaan Papa Adam kebetulan sedang bekerjasama dengan salah satu perusahaan besar di negara ini. Seharusnya Paman James yang datang, tapi saat itu Paman tidak bisa karena sedang banyak urusan di sana. Jadi saya yang datang, apartemen ini sebenarny milik almarhum Papa Adam.
Setelah sampai satu hari, malamnya saya hendak tidur setelah memeriksa dokumen-dokumen perusahaan. Siangnya sebelum itu Paman James, adik saya dan pacar serta kakak pacar adik saya datang ke sini.
Jadi saya tidak sendiri malam itu, saat semua sudah kembali ke kamar, saya menyelesaikan pekerjaan hingga pukul dua malam. Saat itulah penyusup itu datang dan mengarahkan pisau lipat pada saya. Beruntung saat itu, secara reflek mengambil vas bunga dan melemparkan vas itu ke wajah pelaku, dan sebuah laptop menyusul namun pelaku masih bisa berlari mengejar.
Saya menjerit dan Kakak dari pacar adik saya Paman dan adik saya terbangun membantu Saya melawan pelaku. Dan Kakak pacar adik saya terkena pisau di pergelangan tangannya dan kemudian saya pingsan. Jadi tidak tau lagi apa yang terjadi, saat sadar saya sudah di rumah sakit.
(Ucap Arindra mengakhiri ceritanya)
Begitulah guys, poinnya yang gue ambil meski loe tinggal di tempat mewah, dan gedung apartemen ini punya milik orang terkaya di negeri ini sekalipun belum tentu ada jaminan keamanan. Itu yang perlu loe ingat.
Dan satu lagi, gue lakuin ini di saat masih duka bukan kemudian jadi lahan duit buat gue. Gue minta tolong ke kalian semua, buat bantuin gue, dan bantuin kakak temen gue ini untuk menemukan pelaku.
Sedikitpun informasi yang loe punya tentang peristiwa ini gue akan anggap penting. Jadi jangan ragu hubungi nomor ini jika loe punya itu...
Sooo sekian konten gue kali ini.. Tetep bantuin gue, dan Kak Arindra. Gue mohon..."
Ucap Dio mengakhiri siarannya.
"Cut...Oke Guys take kali ini bagus. Tinggal kita lihat nanti responnya. Thanks kerja keras kali ini. Sukses selalu"
Ucap kru yang mengarahkan kamera.
Jack, Alex dan Jenny tepuk tangan. Alex dan Jack memeluk Dio, Arindra dipeluk Jenny.
"Kita semua sudah bekerja keras, semoga mendapatkan hasil yang baik"
Ucap Jack diamini yang lain, dan mereka mengucapkan terima kasih pada para kru. Sebelum kemudian mereka bersantap sore hari.
##############
alhamdulillah chapter 68 done
Maaf ye..kalo buat konten ala-ala soutuber g pas. G pernah soalnya heheee
Tinggalkan jejak guys
like, komen, vote, poin, share dan follow lesta lestari.
Jejak kalian menjadi penyemangatku terus up...love buat kalian semua
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤