
Di malam ke dua Hans menginap di rumah Arindra, ia sedang bercengkrama dengan alqur'an dan buku yang sudah ada di tangannya. Arindra masuk setelah menidurkan Fattah, dan memberikannya pada Sika. Ia melihat Hans sedang membaca buku dan iapun tersenyum.
"Senengnya punya suami yang sholeh gini, yang dibaca yang mana pak hehe".
"Oh dua-duanya sayang, buku penambah khasanah, alqur'an sebagai arahan hehehe, sini aku ingin bermain denganmu malam ini".
"Bermain?...". Kening Arindra berkerut.
"Iya bermain sambil ibadah".
"Maksudnya main..."
"Duduk dulu sini, agar kau tau humaira permainan apa yang akan kita mainkan".
"Oke, tapi kau tidak akan macam-macam kan".
"Tidak humaira, tenang saja duduklah".
Arindra pun duduk di sisi Hans, dan melihat Hans menutup Al qur'an dan melihat ke arahnya.
"Aku yakin kau bisa menjawabnya, permainannya aku membacakan ayat alquran dan kau tebak ayat berapa dan surat berapa oke".
"Hans, aku bukan orang yang hapal qur'an tiga puluh juz seperti Lusi Ibrahim ataupun Hamas Syahid yang memang seorang hafiz, aku kalo masalah hapalan qur'an mah kayak remehan kertas yang disobek kecil-kecil dan di taburin. Jadi hapalannya terbang kemana-mana deh hehehe".
"Oke kalau begitu, kau pegang qur'annya dan aku bacakan ayatnya lalu kau bacakan artinya bagaimana?".
"Nah itu baru cocok, okelah".
"Masih punya wudhu kan?".
"Masih".
"Baiklah, Humaira bersiaplah".
Hans membacakan sebuah ayat setelah membaca taawudz dan bismillah. Suaranya begitu merdu membuat hati Arindra bergetar.
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا
لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِك
لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ
"Nah sekarang bacakan artinya, dari surat Ar-Ruum ayat 21 yang aku baca".
"Oke, aku cari dulu ya". Tak berapa lama Arindra membacakan arti ayat yang di maksud.
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
"Sekarang aku bacakan ayat yang ke dua, surat Adz Dzariyaat ayat 49".
وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Lalu Arindra membacakan arti ayat tersebut.
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”
"Surat ke tiga surat Yaa Siin ayat 36"
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ
"Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
"Surat ke empat surat An Nahl ayat 72"
وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةًۭ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
"Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.”
"Surat ke lima surat An-Nur ayat 32"
وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendiri ( bujangan ) di antara kalian dan orang-orang shaleh diantara para hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, Allah-lah yang akan menjadikan kaya dengan karunia-Nya".
"Surat ke enam surat At Taubah 71"
وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
"Nah sekarang gantian, humairaku yang baca ayatnya, aku yang akan bacakan artinya oke"
Sekarang Arindra memegang buku sedangkan Hans yang memegang Al qur'an.
"Ini surat An Nisaa 1"
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى
تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا
“Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.
"Selanjutnya surat An Nuur ayat 26".
ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu:Surga)”.
"Ini surat terakhir ya, surat Al Ahzaab ayat 36".
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍۢ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۭا مُّبِينًۭا
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata".
"Satu lagi ding, ini Surat An-Nisa ayat 3".
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا۟ فِى ٱلْيَتَٰمَىٰ فَٱنكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ فَوَٰحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَلَّا تَعُولُوا۟
"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat.
Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya,”.
Lalu mereka bersama menutup dengan mengucap alhamdulillahirrombil alamin,
Shadaqallahul-'adzhim.
"Kau tahu mengapa aku mengajakmu membaca ayat-ayat itu?".
"Ayat-ayat tentang pernikahan".
"Benar, semua ayat yang kita baca berkenaan dengan pernikahan. Aku ingin membangun pernikahan kita tak hanya sekedar pernikahan biasa, tapi aku ingin mengajakmu memahami hakikat tentang pernikahan itu sendiri langsung dari sumbernya.
Humaira, aku tak menyiapkan dinner malam romantis dengan alunan lagu cinta, dan berjongkok di hadapanmu mengatakan will you marry me. Tapi malam ini aku dengan ayat-ayat cinta yang kita baca bersama akan mengatakan padamu".
Hans mengeluarkan sebuah kotak dan membukanya, terdapat cincin di sana.
"Ijinkan aku melamarmu dengan layak".
Hans menatap wajah Arindra yang sudah berkaca-kaca.
"Maukah kau mengarungi pernikahan sebagaimana makna pernikahan yang terkandung dalam ayat-ayat tadi?".
Arindra mengangguk "Aku mau".
Hans lalu memasangkan cincin yang dulu pernah dibuang Arindra pas saat pertama kali datang ke rumah aman.
"I love you humairaku". Bisik Hans menarik Arindra dalam pelukannya.
"I love you to habibiku".
###########
Alhamdulillah chapter 120 done
Like, komen, vote, poin,
share and follow lesta lestari yaa.....
dan dang lupa nikmati karya terbaruku
*Cinta Dalam Gelap
Dengan ilmu dan tema yang berbeda, Insyaa allah.
Ayat-ayat pernikahan bisa dii lihat dari
apwa.wordpress.com*