ARINDRA

ARINDRA
Chapter 117



Arindra tangannya makin bergetar saat melihat vidio selanjutnya. Day 4, Hans datang dengan kondisi yang cukup berantakan.


"Hai Mbak, maaf jika aku datang tengah malam begini. Aku sudah mengatakan kepadamu kemarin bukan, jika hari ini adalah hari pernikahanku dengan Syara.


Bodoh, aku menyakitinya. Ia gadis cupu yang dulu menolakku, dia gadis cupu yang membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya. Dia gadis cupu yang membuatku serasa tak punya harga diri.


Kau tau, ia korban dariku. Akibat perbuatanku, untuk menutupi aibku. Sungguh aku laki-laki brengsek bukan. Tadi bahkan ia sangat ketakutan padaku, aku tarik jilbabya paksa hingga jarumnya menusuk di lehernya.


Aku mengobatinya, bodoh kan. Setelah itu pergi aku kemari tanpa menghiraukannya lagi. Mbak, kau membenciku bukan, sekarang bertambah lagi wanita yang membenciku. Aku lelah Mbak, aku tidur dulu ya, selamat tidur istriku.


Day 5


Mbak, aku datang pagi ini, kau tau setelah pulang dari sini dini hari. Aku melihat Syara pergi meninggalkan rumah. Ia pulang ke rumah abi dan uminya. Aku tak peduli, karena ku tahu aku telah menyakitinya. Mbak, kelak jika kau bangun akan aku antar ke rumah ke dua orang tuamu. Kan ku lamar dirimu secara layak, dan kumeriahkan pernikahan kita.


Lebih layak dan lebih meriah dari pada pernikahanku dengan Syara. Mbak, hari ini kita akan pindah, pindah ke rumah kita. Rumah yang dulu kupersiapkan untuk Karina, kau masih ingat mantan pacarku. Ya dia jadi satu-satunya mantan dalam hidupku.


Aku sudah menyiapkan perawatan terbaik untukmu dan untuk menyambut anak kita. Meski masih lama, sungguh tak sabar menanti seperti apa lucunya buah hati kita.


Mbak, bangunlah agar kau bisa memberi nama untuknya. Seperti apa nama yang kau sukai, nama islamikah atau modern. Lihatlah Mbak, perutmu saat ini masih rata. Seharusnya kau katakan padaku kau ingin apa saat ini, biar aku bisa menikmati masa-masa di mana seorang istri mengidam dan suaminya mencari apa yang diidamkan istrinya.


Bangunlah mbak, aku ingin menjadi sosok suami yang berguna untukmu. Bangunlah, agar aku bisa mendengar kemarahanmu, bangunlah dan pukuli aku hiks, hiks.


Pukuli aku hingga kau puas, agar rasa sakit yang kau rasakan saat ini bisa sedikit berkurang. Bangunlah mbak, kerahkan tenagamu. Mbak, aku akan ke kantor dulu ya, nanti malam kita berjumpa lagi di rumah bukan di sini.


Semoga kau senang dengan suasana tempat tinggal baru sehingga bisa membuatmu lebih nyaman dan segera terbangun. Jujur aku sangat ingin mendengar suaramu, seperti apa jika kau bicara, seperti apa jika kau marah. Entah mengapa aku mengharapkan itu darimu.


Hari ini aku cukup sibuk dengan pekerjaanku, maaf jika tak bisa menemani kepindahanmu tapi tenang saja, aku sudah menyediakan beberapa orang untuk menemanimu. Semoga kau menyukainya, Aku pergi dulu istriku.


Day 6


Istriku maafkan aku, yang tak bisa menemani saat kritismu. Aku baru tahu, jika kau kritis saat di pindahkan, aku sangat takut. Sangat takut kau pergi sebelum aku meminta maaf saat kau sadar. Tapi aku bersyukur, kau wanita kuat, sehingga aku bisa lega karena kau melewati masa kritismu.


Mbak, apakah kau mencium aroma berbeda di kamar ini, kamar ini bukanlah kamar rumah sakit, ruangan ini sudah penuh dengan aroma melati. Ada bunga di kiri kananmu, kau suka. Aku sangat senang jika kau menyukainya. Aku tidur di sana, tak jauh darimu.


Kamar ini khusus kusediakan untuk kita, meski singkat waktu untuk mempersiapkannya. Tapi aku cukup puas akan hasilnya. Jika kelak kau bangun ingin merubah kamar ini sesuai keinginanmu maka aku akan sangat senang membantumu.


Kita dekorasi bersama kamar kita, entah hanya membayangkannya saja aku senang. Padahal aku tak tahu kelak, apakah dirimu menerimaku apa tidak. Bukan menerimaku lebih tepatnya memaafkanku atau tidak. Mbak, ini sudah larut aku tidur dulu ya. Selamat malam istriku.


Day 8.


Pagi my wife, lihatlah pagi-pagi aku sudah menyapamu. Maaf jika aku belum mandi, kau mencium bau asem dari tubuhku. Kau juga mandi ya, ada Suster Hani yang akan mengurusmu dan Hana. Aku mandi dan kau pun mandi, nanti setelah mandi kau temani aku sarapan ya.


Bangunlah, aku ingin menikmati sarapan buatanmu. Bagaimana rasanya ya, mungkin enak atau mungkin juga tidak hehe. Tapi aku janji meski rasanya tidak enak aku akan tetap memakannya. Karena itu buatanmu, bangunlah sungguh aku menantikan hari itu.


Aku mandi dulu ya, maaf jika aku sering mencium keningmu, pipi, tangan dan perutmu. Sungguh rasanya aku senang jika melakukan itu, dan hatiku tenang jika sudah berbicara denganmu. Ahh dari tadi aku tak mandi-mandi, by my wife.


(Malam Hari).


Malam Mbak, maaf jika tadi pagi tak bisa menemanimu saat aku sarapan. Aku terburu-buru. Banyak hal di perusahaan yang harus ku kerjakan. Tapi syukurlah, hari ini semua bisa tertangani.


Oh ya, kau tau usia anak kita dalam tubuhmu sudah tiga minggu. Ia tumbuh dengan sehat, karena kekuatanmu. Aku membeli buku-buku tentang kehamilan, mau kubacakan. Ahh tidak-tidak, aku ingin kau mendengar aku bernyanyi untukmu.


Dengarkanlah baik-baik ya, karena aku takkan mengulangi lagi.


Bertuturlah cinta


Mengucap satu nama


Seindah goresan sabdamu dalam kitabku


Cinta yang bertasbih


Mengutus hati ini


Ku sandarkan hidup dan matiku padamu


Bisikkan doaku


Dalam butiran tasbih


Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah


Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit


Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu


Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta


Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang


Sujud syukur padamu atas segala cinta


Bisikkan doaku


Dalam butiran tasbih


Kupanjatkan pintaku padamu Maha Cinta


Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah


Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit


Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu


Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta


Garis tangan tergambar tak bisa aku…


(Melly G Ketika cinta bertasbih).


Selamat malam my Wife, mimpi indah ya.


Day 9


Malam Mbak Arindra istriku.


Ini malam ke sembilan dalam pernikahan kita,


Kau tau tadi ada cerita lucu di kantor, seorang karyawan buat pantun dan mengatakan hei ada kucing di bawa monyet, ada maling tapi kudet, hahahaa g nyambung banget tuh orang.


Mau buat pantun tapi malah g nyambung, akhirnya jadi bahan tertawaan orang-orang.


Kau tau, baru kali ini ada karyawan yang berani seperti itu di kantor, tapi lucunya aku tidak marah dan ikut tersenyum.


Kau tau, ini pertama kalinya aku tidak marah-marah saat memimpin rapat, dan ada karyawan yang berani berkata konyol seperti itu. Sungguh aku hanya heran saja, apa ini karena pengaruhmu?. Sungguh aku tak tau, terima kasih istriku.


Bangunlah, agar aku bisa mengenalkan dan membawamu ke tempat-tempat lucu. Agar kau bisa tertawa dan itu akan membuatku bahagia.


##########


Alhamdulillah chapter 117 done


Tolong guys...🙏🙏🙏🤲🤲🤲


Vote, poin, like, komen


Share and Follow Lesta Lestari....


makasih😍😍😍😍😍😍😍