
Di saat Ares melepaskan pagutan bibirnya di bibir Hana, Hana langsung memeluk erat tubuhnya Ares dan menciumi lehernya Ares sambil terus berkata, "Kenapa kamu harum banget, Mas. Aku suka bau harum kamu, Mas"
Ares merinding sekaligus frustasi karena ia harus menahan kobranya untuk tidak bereaksi.
Hana terus menciumi lehernya Ares lalu beralih ke dadanya Ares dan mengabaikan ekspresi wajah frustasinya Ares dan tidak melihat badan Ares menegang.
Ares lalu mengerang dan melepaskan diri dari Hana sembari berkata, "Aku akan ambilkan nasi goreng dan rujaknya" Ares berlari meninggalkan kamar. Saat ia menutup pintu kamarnya, Ares langsung bersandar di sana sambil mengelus dadanya dan menunduk ke bawah sambil bergumam, "Sabar ya kobraku, kamu harus kuat secara lahir dan batin demi kebaikan bersama, oke?"
Evi berdiri di depannya Ares sambil membawa nampan berisi nasi goreng, rujak dan es susu untuk ibu hamil dengan rasa mangga, menautkan alisnya dan bertanya, "Tuan ngobrol dengan siapa?"
Ares tersentak kaget dan secara spontan, ia mengangkat wajahnya. Lalu tanpa menjawab rasa penasarannya Evi, dia mengambil nampan dan masuk kembali ke dalam kamarnya.
Evi yang sudah terbiasa dengan sikap aneh tuan besarnya, memilih segera balik badan ke dapur.
Ares meletakkan nampan di atas nakas lalu di saat Ares hendak melangkah pergi meninggalkan Hana, Hana langsung berteriak, "Mas, jangan pergi!"
Ares tersentak kaget dan ia menangis di dalam hatinya karena ia tidak akan bisa menahan kobranya lagi jika Hana kembali menciumi dirinya. Ares berdiri mematung di depannya Hana.
"Suapi" Hana memasang wajah merajuk di depan suami tercintanya.
Ares langsung tersenyum lega karena ternyata Hana hanya minta disuapi. Ares langsung duduk di tepi ranjang dan menyuapi Hana. Hana makan dengan lahap sambil terus memeluk pinggangnya Ares.
Setelah menghabiskan satu piring nasi goreng, satu mangkok rujak dan segelas es susu rasa mangga, Hana kembali memeluk pinggangnya Ares dan berkata, "Jangan ke mana-mana, Mas. Aku suka bau wangi tubuhmu. Aku ingin terus memelukmu seperti ini"
Ares mewek dan kembali bergumam di dalam hatinya, sabar ya kobra, sabaaaarrrr!!!!!
Begitulah ngidam yang dialami oleh Hana. Hana terus menempel ke Ares dan kalau makan minta disuapi suaminya. Kalau tidak disuapi suaminya, dia akan muntah-muntah parah sampai lemas dan harus dirawat kembali di rumah sakit selama satu hari. Alhasil, Ares akhirnya mengajak Hana ke mana pun ia pergi walaupun ia harus mengalami frustasi karena harus menahan gairahnya selama empat bulan karena Hana sering menciumi wangi tubuhnya. Namun, Ares berhasil melewatinya dengan sempurna dan itu berkat cintanya yang sempurna untuk Hana.
Tepat di saat kandungannya Hana menginjak empat bulan, di tengah rapat pentingnya, Ares mengirim pesan text ke dokter kandungannya Hana dan begitu mendapatkan lampu hijau dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, kalau kobranya sudah boleh dikeluarkan dari kurungannya, Ares langsung menarik tangannya Hana yang duduk di sebelahnya, keluar dari rapat besarnya begitu saja dan Handoko kembali meraup wajah tampan lokalnya dengan helaan napas panjang dan beberapa kali menggelengkan kepalanya.
Hana bertanya ke Ares, "Kita mau ke mana, Ma?" sembari memasang sabuk pengamannya dan Ares langsung melepaskan sabuk pengamannya Hana dan menarik Hana ke atas pangkuannya. Hana memekik kaget dan bertanya, "Apa sudah boleh?" dengan wajah memerah malu.
Ares mengerang dan berucap, "Sudah cukup kau menyiksaku selama ini, Hana dan aku akan memberikan hukuman spesial untuk membuatmu menyesalinya" Ares menyeringai jahil dan langsung memagut bibirnya Hana dengan penuh damba.
Ares terus memberikan Hana ciuman dan berkata, "Harus pakai gaya woman on top. Aku menyerahkan diri sepenuhnya padamu, Hana. Be a Dominant this time, I'm yours"
Hana menganggukkan kepalanya dengan rona malu di wajah cantiknya dan tanpa berlama-lama lagi, ia menyatukan raga dengan suaminya. Dan karena sudah lama tidak menyatu dengan suaminya, Hana menjadi hilang akal dan melakukan penyatuan raga sebanyak tiga kali di dalam mobil sportnya Ares.
Ares terkekeh geli sambil mengusap pipinya Hana dan dengan senyum puas, ia berkata, "Kau hebat, Nyonya Laco. Kau pantas mendapatkan penghargaan sebagai the best Dominant of the world"
Hana merona malu dan setelah menepuk dada bidangnya Ares, ia turun dari pangkuannya Ares dan duduk kembali ke jok penumpang. Setelah ia merapikan roknya, ia lalu memasang sabuk pengamannya. Setelah terdengar bunyi klik! Hana menoleh ke Ares yang tengah menarik ritsleting celana kainnya. Ares menatap Hana dan bertanya, "Ada apa? Mau lagi? Agak nanti, ya Sayang, aku lelah nih dihajar tiga ronde berturut-turut olehmu"
"Siapa yang mau lagi?" Hana mendelik ke Ares, lalu ia berucap, "Aku laper. Aku pengen makan nasi goreng dan rujak"
"Lagi? Selama empat bulan dan sehari tiga kali, kau selalu makan nasi goreng dan rujak. Nggak bosen?"
Hana menggelengkan kepalanya.
Ares tersenyum lebar dan setelah menggeleng-gelengkan kepalanya, ia berkata, "Asal cintaku mau makan dan nggak muntah aku akan turuti semua maunya" Ares lalu menginjak gas mobilnya menuju ke restoran langganannya yang menyajikan menu yang cocok dengan seleranya Hana.
"Sayang, berarti selama ini kamu selalu tegang, berwajah frustasi, setiap kali aku menciumi kamu dan menempel erat sama kamu, bukan karena kamu nggak cinta lagi sama aku, ya?" Tanya Hana.
Ares menoleh sekilas ke Hana dan berkata, "Mana mungkin aku tidak mencintaimu lagi. Sekali cinta selamanya cinta. Aku tegang dan berwajah frustasi itu karena kobraku berontak, tapi aku masih belum boleh menyatu denganmu. Itu momen di mana aku bener-bener merasa frustasi setiap kali kamu menciumi tubuhku dan dengan santainya kamu terus berucap kalau kamu menyukai wangi tubuhku"
Ares menggenggam tangannya Hana, menariknya dari pipinya lalu ia mencium tangannya Hana sambil berucap, "Nggak perlu minta maaf jika kita saling mencintai. Aku sangat mencintaimu, Sayang"
"Aku juga sangat mencintaimu. Terima kasih sudah menjadi suami siaga dan suami paling sabar se-dunia di kehamilan pertamaku ini, Mas"
Ares masih menggenggam tangannya Hana dan masih menciumi tangan itu, lalu ia berkata, "Terima kasih sudah menjadi Istri yang mau memahami selera unik yang ada pada diriku. Terima kasih sudah mau menjadi partner bermain cinta yang terbaik bagi seorang dominan sepertiku ini. Aku beruntung memilikimu, Hana. Aku sangat mencintaimu"
Sesampainya di restoran, banyak yang melihat ke arah Hana dan Ares yang terlihat sangat mesra karena Hana terus menempel dengan menyandarkan kepalanya di bahu Ares dan Ares menyuapinya. Ada beberapa pasangan yang bahkan iri melihat kemesraannya Ares dan Hana karena jarang sekali terlihat, suami memperlakukan seorang istri yang tengah hamil dengan sangat mesra.
Dan begitulah ngidamnya Hana, dipenuhi dengan kejutan yang menggelikan, namun justru terlihat menggemaskan bagi Ares yang mengimbangi ngidamnya Hana dengan sikap kekanak-kanakkan. Hingga tiba waktunya bagi Hana untuk melahirkan.
Ares memegang tangan kanannya Hana dan Elizabeth Laco memegang tangan kirinya Hana. Elizabeth dan Ares terus berteriak, "Dorong Hana! Ayok kamu bisa!"
Dan akhirnya setelah mengeluarkan seluruh tenaganya dengan dahsyat dan bertaruh nyawa, Hana mendengar suara nyaring, "Oooooeeekkkkk, oooooeeeekkkkk!!!"seorang bayi perempuan yang sangat cantik,.terlahir di dunia ini dengan selamat.
Hana kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap dan bayinya dibersihkan. Selang satu jam, bayi tersebut dibawa ke ruang rawat inapnya Hana untuk diberi ASI.
Setelah selesai memberikan ASI, Hana menoleh ke Ares, "Mas, mau menggendongnya?"
Ares menganggukkan kepala dengan menitikkan air mata.
Ares memandangi wajah putrinya yang ada di dalam gendongannya dan Christian langsung berkata, "Namanya siapa? Kalian belum memberikan nama untuk bayi cantik kalian"
Nancy melompat dan berjinjit untuk melihat keponakannya, "Dia cantik banget. Dia akan membuat banyak cowok bertekuk lutut di depannya kalau dia udah besar nanti"
Ares mencium pipi putrinya lalu berkata, "Aku tidak akan biarkan pria manapun mendekati Nora Laco, putriku"
Nancy terkekeh geli dan Elizabeth langsung menyahut, "Nama yang bagus, apa artinya Res?"
"Artinya pembawa cahaya keselamatan, Ma" Sahut Hana.
Christian langsung memeluk Ares dan berkata, "Terima kasih sudah memberikan Mama dan Papa seorang cucu yang sangat cantik"
Hana terus melihat ke suaminya yang tengah asyik menggendong putri kecil mereka.
Ares lalu berjalan ke tepi ranjang untuk duduk di sana dan tanpa menyerahkan putrinya ke Hana dia berbisik ke Hana, "Aku mau punya anak lagi, Hana. Apakah setelah ini sudah boleh?"
Elizabeth langsung menepuk bahunya Ares, "Belum boleh! Harus nunggu sampai masa nifas berakhir!"
"Dan berapa lama itu?" Ares.langsung menautkan alisnya ke Elizabeth Laco.
"Empat puluh hari lebih" Sahut Elizabeth Laco.
"Hah?! Bisa jadi tongkat baseball dong kobraku kalau harus dikurung selama empat puluh hari, hiks, hiks hiks" Ares langsung mewek.
Christian dan Nancy langsung menggemakan tawa mereka sedangkan Elizabeth Laco dan Hana hanya bisa menghela.napas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
...❤️❤️The End❤️❤️...
Terima kasih banyak atas dukungan dari para pembaca yang Budiman dan sahabat-sahabatku sesama author❤️😘😍🤗Tanpa dukungan dari kalian semua, saya tidak akan mampu membuat kisah ini sampai tamat🙏 Tuhan memberkati kalian semua 🤗 Sampai jumpa di novel saya yang berikutnya yang berisi kisah cinta yang unik dan ruwet, tapi asyik. Coming soon👍❤️