
Harap dibaca pas buka puasa atau pada saat sahur🙏🤗❤️
Ares mencoba memutar handle pintu kamar tamu yang berbentuk bulat dan langsung mendorong pintu ke dalam saat ia menemukan pintu kamar tidak dikunci oleh Hana.
Ares melihat Hana dengan berbaring di atas ranjang dengan membelakangi pintu dan pundaknya Hana bergetar karena tangisan.
Ares melangkah pelan lalu duduk di tepi ranjang. Ia mengangkat tangan untuk menyentuh pundaknya Hana, namun Hana langsung bergeser menjauh dari Area.
Ares menghela napas panjang dan berkata, "Apa benar yang dikatakan Handoko?"
Hana diam saja. Dia memilih tetap membisu karena ia masih merasa sangat kecewa dengan sikap Ares.
"Handoko berkata kalau anak-anak kita nanti semuanya mirip denganmu. Imut, manis, dan menggemaskan"
Hana langsung mengusap air matanya lalu membalik badannya untuk menatap Ares.
"Katakan sesuatu Hana!? Kalau kau menatapku dalam dan Kayak gitu, aku merinding nih. Kamu terlihat sangat menakutkan kalau ngambek kayak gitu"
"Kalau aku bilang anak kita nanti semuanya mirip denganku, apa Mas mau punya anak denganku?"
"Sejujurnya aku masih ragu untuk punya anak. Aku lihat, kolegaku ada yang sudah punya anak dan Istrinya tidak memperhatikan dia lagi. Istrinya lebih memperhatikan anaknya. Selain alasan aku tidak ingin meneruskan garis keturunan Papaku, aku juga tidak ingin berbagi dirimu dengan orang lain walaupun itu anak kita. Aku nggak mau kamu abaikan dan........."
Hana langsung menutup mulutnya Ares dengan telapak tangan kanannya lalu mendelik, "Jangan banyak bicara! Lalu apa keputusanmu, Mas, mau bercerai denganku?" Air mata mulai menggenang kembali di kedua pelupuk matanya Hana.
Ares menggelengkan kepalanya dengan kencang.
Hana langsung mengusap kedua kelopak matanya dengan tangan kiri dan dengan mata berbinar-binar ia bertanya, "A....apakah itu berarti, Mas, mau punya anak denganku?"
Ares menganggukkan kepalanya dengan kencang.
Hana lalu menarik tangannya dari mulut Ares dan langsung bertanya, "Mas, nggak akan lagi membuang kecebongnya Mas di luar, kan?"
Ares langsung merengut lalu berkata, "What?! Kecebong? Aku ngerti kamu adalah dokter hewan, tapi mbok ya jangan pakai istilah kecebong karena......... hmmpppt!"
Protesnya Ares langsung terbungkam di saat bibir Hana memagut bibirnya.
Ares tersenyum lalu ia menarik tengkuknya Hana untuk mengambil alih, menguasai ciuman mereka. Ares terus memamerkan kehebatannya di dalam berciuman dan tersenyum bangga di saat ia bisa merasakan Hana mulai kelimpungan. Ares melepaskan ciumannya sejenak untuk memberikan kesempatan bagi Hana bernapas dan untuk melepas bajunya.
Hana langsung menaruh kedua tangannya di punggung untuk menarik ritsleting dressnya yang ada di punggung. Ares tersenyum dan berkata, "Itu tugasku, kan? Membuka baju kamu" Ares berucap sembari meletakkan dagunya di atas pundaknya Hana dan kedua tangannya ada di belakang tubuhnya Hana. Kedua tangannya itu, ia suruh bekerja untuk menurunkan ritsleting dressnya Hana dan menurunkan dressnya Hana.
Ares kemudian duduk bersimpuh untuk melihat kulitnya Hana yang putih bersih, berpadu sempurna dengan pakaian dalam berwarna hitam berenda. Area lalu mengangkat tangan kanannya untuk mengelus pipinya Hana dan berucap, "Apa aku sudah pernah bilang kalau kamu memiliki kulit yang sangat indah bak porselen dan tubuh yang sangat indah bak gitar Spanyol?"
Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Setiap kali, Mas, menyatukan raga denganku" Hana langsung tersipu malu lalu menundukkan wajahnya dengan perlahan dan Ares langsung mencubit dagunya Hana dan menaikkan kembali wajahnya Hana dengan berkata, "Aku nggak akan biarkan kamu menundukkan wajah kamu sepanjang malam ini. Kamu sudah berani melakukan protes padaku soal anak maka terimalah konsekuensinya"
Hana tersenyum lebar dengan sorot mata penuh arti dan tanpa Ares duga, Hana mendorong tubuhnya Ares ke ranjang lalu Hana duduk di atas perutnya Ares dengan kata, "Kamu yang harus menerima konsekuensinya, Mas. Karena, Mas udah berani membuatku menangis"
Konglomerat muda pemilik Harga Laco yang sangat terkenal itu, langsung menggemakan tawanya lalu bertanya, "Dan apa yang akan kau lakukan padaku?"
"Ssssttt! Kamu sudah melakukan banyak sekali kesalahan. Jadi, nggak boleh banyak bicara lagi!"
Ares terkekeh geli, lalu menggigit bibirnya dan dengan kedua bola mata yang melonjak-lonjqk kegirangan, ia langsung menaikkan kedua tangannya ke atas dan dia letakkan kedua telapak tangannya di bawah kepalanya. Ares kemudian menatap Hana dengan senyum lebar dan berkata, "Oke, deal! Aku serahkan masalah konsekuensi ke kamu. Kuasailah aku, hukum aku, buat aku menjadi tidak berdaya dengan permainan kamu!"
Hana lalu melihat ke sekeliling kamar dan menemukan dasinya Ares tergeletak di nakas. Hana lalu meraih dasi itu dan memakai dari itu untuk menutup kedua matanya Ares.
Ares tersenyum lebar dan dengan sabar ia menunggu, apa langkah selanjutnya yang Hana lakukan setelah menutup kedua matanya.
Hana lalu menarik kedua tangannya Ares dari bawah kepalanya Ares dan mengikat tangannya Ares dengan tali yang ia ambil dari sarung guling. Ares semakin melebarkan senyumnya dan berkata, "Kau ingin menjadi a dominant malam ini, Sayang?"
"Iya. Aku ingin, Mas, juga merasakan semua hukuman yang pernah Mas berikan padaku. Dan aku akan membuatmu menyesali semua perbuatanmu, Mas"
Ares langsung menggemakan tawanya.
Hana lalu melompat turun dari atas perutnya Ares dan Ares langsung berteriak, "Kau mau ke mana? Jangan tinggalkan aku seperti ini, Hana!"
"Ssssttt! Aku sudah kembali nih" Hana kembali melompat ke atas perutnya Ares.
Ares tersenyum lega dan dag, dig, dug, dag, dig, dug, jantung Ares berdetak penuh semangat di saat ia menanti permainan dominannya Hana.
Hana tersenyum lalu meletakkan balok es yang ada di kedua bibirnya, di atas kulit lehernya Ares. Ares mendesis dan tersenyum senang.
Hana lalu menggerakkan balok es kecil itu, dari lehernya Ares, turun ke dada kanannya Ares dan memainkan sebentar balok es mini itu di sana dan membuat Ares menurunkan kedua tangannya yang terikat dan Hana langsung menggeram, "Jangan turunkan tangan!"
Ares tersenyum dan mengangkat kembali kedua tangannya yang terikat di atas kepalanya.
Hana lalu menurunkan balok es mini itu ke perutnya Ares dan memainkannya cukup lama di sana. Lalu Hana membiarkan balon es mini itu di pusarnya Ares dan ia mulai membuka ritsleting celana kainnya Ares lalu menurunkannya dan membuangnya begitu saja ke lantai.
Ares terus bergelinjang dan mendesis.
Hana kembali naik di atas perutnya Ares sambil mengambil balok es mini dari pusarnya Ares lalu memasukkannya ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan kasar sampai mengeluarkan bunyi, kraus, kraus, kraus.
Ares menyukai bunyi itu dan dari bunyi itu ia mendapatkan sensasi unik yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya Ares tersenyum lebar dan berkata, "Kau seorang dominan yang sangat kreatif dan hebat, Hana. Aku suka permainan kamu"
"Ini belum seberapa Mas. Aku akan lampiaskan kekesalanku ke Mas, sampai tuntas malam ini dan jangan berharap bisa tidur nyenyak sebelum aku puas" Hana berucap di atas lehernya Ares dan langsung menggigit lehernya Ares sampai Ares mendesis dan Hana terus melancarkan aksinya................