
krucuuukkkkk, krucuuukkkkk! bunyi aneh itu menghentikan aktivitasnya Ares di bibirnya Hana. Ares lalu menarik bibirnya dari bibir Hana lalu ia menatap Hana.
Hana merasakan perutnya mulas sedari tadi ia memakan popcorn pemberiannya Ares. Dia lupa kalau ia belum makan dan makan makanan ringan, perutnya akan terasa mulas dan keinginan untuk buang gas sangat besar. Hana tahan keinginan. untuk bidang gas dengan sekuat tenaga karena, ia tidak ingin Ares menghirup bau yang aneh. Hana juga malu karena selama ia menikah dengan Ares, dia belum pernah buang gas di depannya Ares.
Aduh! Gimana nih?! perutku kenapa bermasalah pas adegan romantis kayak gini. Batin Hana kesal. Aduh! Kalau aku sampai buang gas di sini pasti bau. Tapi, mau gimana lagi.............
Dan akhirnya karena memang sudah tidak bisa ditahan lagi, terdengarlah bunyi bessss yang lirih, mendayu-ndayu dan membuat Ares mengernyit "Kenapa dari tadi aku dengar bunyi aneh? Bunyi apa saja itu? Krucuuuk dan bes?"
Aduh! Dasar gas tidak tahu diri. Udah aku tahan biar nggak ngeluarin bunyi, kok ya masih aja ngeluarin bunyi. Batin Hana sambil terdiam mematung dan membisu. Hana terlalu malu untuk mengatakan kalau perutnya lapar berat dan dia telah buang gas.
"Sial! Bau apa ini?!" Ares langsung melepaskan kedua tangannya dari kedua bahunya Hana untuk memencet hidungnya. "Han pasti menyimpan telur busuk atau daging ayam busuk di mobilku ya? Sial!" Ares langsung membuka pintu mobilnya dan melangkah keluar menuju ke belakang mobilnya untuk membuka bagasi mobilnya.
Hana menutup wajah cantiknya dengan telapak tangannya dan bergumam lirih, "Maafkan aku, Mas. Itu bukan bau telur busuk atau daging ayam busuk, tapi bau gasku"
"Kenapa bagasinya kosong? Lalu bau busuk apa tadi?" Ares langsung menelepon Handoko, "Han! Lain kali jangan kau cucikan mobilku di tempat cucian mobil yang biasanya. Mobilku bau busuk hari ini, sial! Kasihan Hana, Hana juga ikutan mencium bau busuk itu. Aku kan malu, Han. Masak mobil semahal ini baunya busuk banget. Jangan belanja telur dan daging lagi pakai mobil yang ini Mobil ini khusus aku pakai berkencan dengan Hana! Dan satu lagi Han, serviskan mobil ini ke bengkel baru, ada suara-suara aneh tadi!. Dan bau busuk itu telah mengganggu kebersamaanku dengan Hana. Sial!" Ares menutup panggilan telepon genggamnya, memasukkannya ke dalam saku kemejanya sembari menutup keras pintu bagasi mobilnya karena kesal.
Hana semakin tegang dan bertanya di dalam hatinya, "Kenapa Mas Ares sebingung itu? Apa Mas Ares belum pernah mendengar bunyi perut keroncongan karena laper dan belum pernah dengan bunyi orang buang gas dan belum pernah membau gasnya sendiri? Seganteng-ganteng orang dan sekaya apapun orang itu, kalau sakit perut kan, pasti bau pas ia buang gas"
Walaupun Handoko tidak memahami omelan bos besarnya, ia menjawab, "Baik, Tuan"
Ares melangkah ke depan untuk masuk kembali ke jok kemudi dan langsung menoleh ke Hana sambil memasang sabuk pengamannya dia berucap, "Maaf kalau mobil ini tidak nyaman untukmu"
Hana hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan canggung dan Hana terlonjak kaget dengan wajah memerah karena malu saat perutnya kembali mengeluarkan bunyi, krucuuukkkkk! yang lebih keras dari yang awal tadi.
Ares langsung memukul kemudi mobilnya dengan kesal dan berkata dengan nada geram, "Bunyi apa sih itu? Dasar Han tidak becus ngurus mobil, aku akan......"
"I.....itu bunyi perutku, Mas. Aku laper" Hana menoleh ke Ares.
Ares tersentak kaget dan langsung menoleh ke Hana, "Astaga! Ternyata itu bunyi perut kamu yang sedang laper? Maafkan aku, aku kok bisa melupakan bunyi semacam itu, ya? Oke! Aku akan bawa kamu ke restoran sekarang juga" Ares langsung menekan peda gas mobilnya dalam-dalam karena rasa bersalahnya telah membuat Istrnya kelaparan.
Sesampainya di restoran, Hana langsung pamit ke toilet untuk mengoleskan minyak angin di atas perutnya sambil bergumam, "Kumohon perut dan lambungku, be a good girl, ya!? Jangan bikin ai malu lagi. Masak ngeluarin ga di depan konglomerat tampan macam Mas Ares, hadeeeh!"
Hana masuk ke private room yang dipesan Ares. Wanita cantik miliknya Ares Laco itu langsung duduk di sampingnya Ares saat ia melihat Ares mengayunkan tangan ke arahnya Ares merangkul bahunya Hana sambil berucap, "Aku sudah pesankan semua makanan yang ada di menu. Minumannya jus mangga, kamu suka jus mangga, kan? Cepatlah makan! Kamu laper banget, kan?"
Hana menganggukkan kepalanya dan mengucapkan kata terima kasih. Dan dengan lahap, Hana memakan beberapa makanan yang telah dipesan oleh Ares dengan lahap.
Ares memilih untuk terus mengamati Hana alih-alih memakan makanan yang diambilkan oleh Hana.
Hana menoleh ke Ares sambil mengunyah makanannya, "Mas nggak makan?"
"Melihatmu makan dengan lahap, aku tidak merasakan lapar sama sekali"
Hana menepuk bahunya Ares, "Jangan gitu, Mas! Kalau Mas sampai sakit karena nggak makan, Mama akan protes ke aku, nanti"
"Mas minta disuapi?"
Ares menganggukkan kepalanya dengan masih membuka mulutnya lebar-lebar di depan Hana.
"Tapi, ini salad sayur, Mas. Mas mau?" tanya Hana.
"Mau. Apapun yang kamu makan dan kamu sukai akan aku makan dan aku sukai juga mulai saat ini" Setelah menyelesaikan kalimatnya, Ares kembali membuka mulutnya lebar-lebar di depan wanita cantik yang telah menggetarkan jiwa dan raganya di setiap detik, menit, dan waktu di hidupnya.
Hana tersenyum dan penuh keluguan, ia menyuapi Ares makan dengan penuh ketulusan. "Enak, Mas?" Tanya Hana dengan senyum indahnya.
Ares menganggukkan kepalanya dan sambil terus menerima suapan salad sayur dari Hana, Ares berucap di dalam hatinya, Oh! Astaga! Hana sangat imut, muda, baik hati, dan lugu.
Wanita di depanku ini adalah malaikat, emm tidak, tidak! Biar lebih kece, aku anggap dia sebagai bidadari aja. Hana adalah bidadari dan dia terlalu indah untukku. Ibaratnya, Hana adalah terang dan aku adalah kegelapan. Apakah aku bisa bersanding dengannya selamanya? Batin Ares sambil terus mengamati Hana.
"Mas, kenapa menatapku terus?"
"Karena kamu indah seindah bidadari" Sahut Ares.
Hana memerah wajahnya.
"Kau ingin bermesraan denganku, kan, saat ini?" tanya Ares dengan sorot mata penuh arti.
"Nggak" Hana menyahut dengan sangat cepat.
"Tapi, cara kamu merapatkan paha, cara kamu menelan ludah, cara kamu menghembuskan napas, dan wajah wajah kamu merona merah, itu mengisyaratkan kalau kamu ingin bermesraan denganku, saat ini juga" Ares berucap sembari memajukan wajahnya dan Hana langsung memejamkan kedua matanya.
"Kenapa kau memejamkan kedua mata kamu? Aku cuma mau mengucap noda mayonaise di pipi kamu"
Hana membuka kedua matanya dan langsung memalingkan wajahnya karena, malu.
Ares langsung menarik lengannya Hana dan di saat Ares hendak menyatukan bibirnya dengan bibirnya Hana, dia dan Hana dikejutkan suara dering telepon genggamnya Ares.
"Macarena?" Ares hendak mengabaikan panggilan telepon itu, namun Hana berkata, "Angkat Mas!
Ares lalu mengelus pipinya Hana, "Setelah aku mengangkat telepon ini, aku akan menceritakan hal besar di masa laluku ke kamu dan berkaitan dengan Macarena"
Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Ares lalu bangkit dan keluar dari private room untuk mengangkat panggilan telepon dari Macarena.........