
Harap Dibaca pas buka puasa atau pas sahur 🙏
"Kenapa Dokter Hana nggak balik-balik? Kapan tulisan closed di depan pintu masuk dicabut, nih?"
Kling,kling, kling, pintu terbuka dan Handoko melangkah masuk menemui Susan, "Tutup saja klinik ini di hari ini, di jam segini!"
"Lho, kok ditutup?" Susan menatap asisten pribadi lantas suami bosnya dengan wajah heran.
"Dokter Hana, Bos kamu, baru saja mendaftarkan pernikahannya dengan Tuan Ares Laco dan mereka berdua tengah berbulan madu, jadi percuma kamu tungguin" Handoko lalu berbalik badan dan meninggalkan Susan yang masih tampak kebingungan.
Ares melihat jam di dinding kamarnya dan dia bangun untuk memakai kaos dan celana kolornya saat ia melihat jam di dinding kamarnya sudah menunjukan pukul lima sore. Dia menoleh ke ranjangnya dan melihat Hana masih tertidur pulas. Ares lalu melangkah keluar kamar untuk menemui kedua asisten rumah tangganya. "Tolong, bikinkan makanan yang banyak. Kalian masih ingat, kan, makanan kesukaannya Hana?"
Susan dan Evi saling pandang di saat mereka mendengar kata tolong kembali keluar dari mulut tuan besarnya karena sejak Hana pergi, Ares tidak pernah memakai kata tolong dan menjadi pribadi yang murung, suka mengurung diri dan tenggelam di dalam pekerjaan. Namun, di sore hari itu, Susan dan Evi melihat tuan besar mereka, sudah berubah menjadi pribadi yang lebih hangat dan ramah.
Ares lalu melangkah ke ruang kerjanya. Dia memutuskan untuk mengecek pekerjaannya. Ares dikejutkan dengan kemunculannya Hana di ruang kerjanya. Ares langsung menoleh ke belakang ke jam kaca raksasanya, dia tersentak kaget saat jam kaca raksasanya sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
Hana mendekati Ares dan Ares.langaung kemarin tangannya Hana hingga Hana jatuh terduduk di atas pangkuannya.
Hana tersenyum dan mengusap pipi kirinya Ares dengan telapak tangan kanannya lalu berucap, "Mas, bekerja?"
Ares mengelus punggung Hana dengan kedua telapak tangannya dan menatap wajah ayu alamiahnya Hana dengan senyum lalu berucap, "Hmm. Ada beberapa email masuk dan aku harus mengeceknya. Dari sejak aku bertemu lagi denganmu aku tidak bisa konsen dalam bekerja, jadi banyak kerjaan yang menumpuk dan harus aku selesaikan hari ini juga"
"Mas masih bisa berpikir keras setelah aktivitas hebat kita tadi?"
Ares tertawa lalu ia mengecup bibirnya Hana.
Hana memandangi wajah tampan laki-laki di depannya yang sudah kembali menjadi suaminya, lalu memanggil nama Ares,."Mas Ares"
"Hana, Istriku" Sahut Ares dengan wajah sendu.
Tanpa Ares duga, Hana mengajak Ares berciuman. Ciuman yang menuntut dan membuat Ares mengangkat pantat Hana, menggendong Hana dan meletakkan pantatnya Hana di atas meja kerjanya.
Dengan terus berciuman, tangan Ares bergerak di bawah dan dengan cepat ia menyatukan raga dengan Hana di ataseja.kerjanya.
Di saat Hana memekik puas, Ares sadar kalau dia tidak pernah menyimpan alat pengaman di laci meja kerjanya, untuk itu, ia mengambil tissue dari wadah tissue yang terbuat dari kain songket dan tergeletak manis di atas meja kerjanya, lalu ia menarik diri dari raga Hana dan membuang.beratus-ratus kecebongnya di luar dan kemudian membersihkannya dengan tissue.
Hana melihat Ares dalam diam dan bertanya, "Apa sakit Mas?"
Ares membuang tissue di keranjang sampah yang terbuat dari plastik dan sambil menaikkan celana kolornya ia menoleh ke Hana, "Hmm? Apa?"
"Saat Mas melakukan itu tadi, apakah rasanya sakit?"
Ares.mwncubit dagunya Hana mencium singkat bibirnya Hana dan berucap, "Tidak sakit Sayang. Rasanya sangat luar biasa. Sama seperti yang kamu rasakan. Bersihkan dirimu di kamar mandi yang ada di pojok kanan ruangan ini! Aku tunggu kamu di meja makan, kita perlu makan karena,.sejak tadi siang kita belum makan dan terus melakukan kegiatan yang super berat. Aku laper banget sekarang"
Hana turun dari atas meja kerja mencium pipinya Ares dengan senyum ceria lalu berlari kecil ke kamar mandi yang ada.di dalam ruang kerjanya Ares.
Selesai makan, Ares membopong Hana dan mengabaikan tatapan canggung dari kedua asisten rumah tangganya lalu berlari membawa Hana ke kamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi.
Ares menurunkan Hana dengan pelan di atas lantai kamar mandi dan mereka berdiri di bawah shower lalu Ares berkata, "Aku belum mandi dan aku ingin Istriku memandikan aku"
Hana tersenyum lebar karena impiannya sebagai seorang istri telah tercapai. Dia akhirnya bisa memandikan suaminya dan menyentuh suaminya dengan leluasa tanpa ada larangan dan aturan-aturan.
Beberapa menit berikutnya, Ares membopong Hana setelah penyatuan raga mereka di bawah shower. Ares membaringkan Hana yang telah memejamkan mata di atas kasurnya lalu ia berbaring di sebelahnya Hana sambil menarik selimut untuk menyelimuti dia dan Hana.
Ares tersentak kaget dan langsung terbangun dari tidurnya saat ia mendengar bunyi dering ponselnya. Ares langsung mengangkat panggilan ponselnya dan sambil memakai celana kolornya ia berkata dengan nada kesal, namun dengan suara lirih, "Han! aku, kan, sudah bilang kalau aku sedang bulan madu. Kenapa meneleponku selarut ini? Hampir saja panggilan teleponmu ini membangunkan Hana" Ares berlari pelan keluar dari dalam kamarnya.
"Maafkan saya, Tuan. Tapi, ini darurat" Handoko melirik jam dinding kamarnya dan ia langsung menyesali perbuatannya telah menelepon Ares di jam dua belas malam.
"Ada apa? Aku udah ada di ruang kerjaku" Ares berkata sembari memakai kaosnya.
"Erick Allesio. Papa kandung Anda.Telah melarikan diri dari penjara, Tuan"
"Hah?! Kapan?"
"Baru saja. Beberapa jam yang lalu. Jadi, saya sarankan, Anda jangan berbulan madu ke luar kota dulu dan Anda harus mempekerjakan seorang bodyguard lagi untuk Non Hana" Sahut Handoko.
"Baiklah. Aku setuju dengan saran kamu. Sekarang, hubungi Mirna Pekerjakan Mirna kembali untuk jadi bodyguardnya Hana. Dan besok Mirna harus sudah sampai di kondominiumku" Sahut Ares.
"Baik, Tuan" Sahut Handoko.
Klik! Ares mematikan panggilan ponsel dari Handoko dan langsung terhenyak lemas di kursi kerjanya. "Kenapa dia bisa melarikan diri? Dia sudah tidak memiliki power. Aku sudah ambil alih bisnisnya. Lalu kalau kabur, dia akan ke mana? Dia sudah tidak memiliki keluarga di tempat asalnya. Istri dan anaknya telah bunuh diri begitu bisnisnya hancur dan ia masuk penjara"
Ares lalu bangkit berdiri dengan wajah panik, "Apa dia akan ke sini? Menemuiku dan balas dendam padaku? Dan kalau aku sendirian saat ini tidak masalah aku akan duel dengan dia satu lawan satu, tapi sekarang ini sudah ada Hana di sampingku. Aku harus melindungi Hana dari laki-laki iblis itu"
Ares lalu berjalan kembali ke kamarnya dan dia melihat Hana terbangun. Ares merebahkan diri di sebelahnya Hana dan sambil tersenyum dia bertanya, "Kau terbangun karena lapar? Atau ingin lanjutkan ronde berikutnya denganku?"
Hana tertawa lirih lalu menepuk pelan dada bidangnya Ares sambil berkata, "Kamu emangnya nggak capek, Mas? Kamu terus-terusan menggempur diriku"
"Nggak. Aku selalu berolahraga dan makan makanan sehat. Aku nggak mengenal capek" Sahut Ares. "Dan bagaimana mungkin aku bisa mengalihkan perhatianku dari Istri secantik dan seimut kamu, Hana"
Hana memerah wajahnya dan ia langsung memeluk Ares untuk membenamkan rona merah di wajahnya. Hana mendaratkan bibirnya di dada bidangnya Ares dan berkata di sana, "Aku laper, Mas. Apakah ada makanan yang bisa aku makan? Karena, aku capek banget sekarang ini Kalau harus masak dulu, aku udah nggak punya daya sama sekali. Kamu sih, nggempur aku terus"
Ares tertawa senang lalu ia mencium keningnya Hana dan bertanya, "Apa.kau mau makan mie instant. Kamu tahu, kan, aku jago masak mie instant. Aku akan bikin mie instant untuk kamu"
Hana terkekeh geli dan berkata, "Itu cukup menggoda, Tuan Ares. Tapi, ini udah larut malam. Nggak baik makan mie instant di jam segini"
"Lalu? Kau mau makan apa?"
"Lauk yang tadi aja. Masakannya Mbak Susi. Masih ada, kan?"
"Oke. Pakai baju kamu! Aku akan panaskan lauknya" Ares berkata sembari bangkit untuk memakai kaos dan celana kolornya dan setelah ia membantu Hana memakai dress, Ares mengajak Hana bergandengan tangan melangkah keluar dari dalam kamar menuju ke ruang makan.
Hana duduk di meja makan dengan bertopang dagu dan dia tersenyum penuh cinta saat ia melihat Ares bersedia memanaskan lauk untuknya.