A Dominant

A Dominant
Buket Cokelat



Ares ke rumah sakit tempat Hana bekerja. Hana menjadi direktur di rumah sakit miliknya Dokter Christian Laco. Dan klinik dokter hewannya, Hana pindahkan ke halaman rumah sakit di sisi utara, supaya Hana gampang mengurusnya.


"Han, kau yakin cara kamu akan berhasil menghapus ngambeknya Hana?" Ares menoleh ke Handoko.


"Yakin, Tuan. Setiap cewek pasti akan luluh kalau dikasih cokelat. Apalagi, itu buket cokelat kesukaannya Nyonya. Pasti Nyonya akan luluh dan nggak ngambek lagi" Handoko yang masih mencekal kemudi mobil, lalu menoleh ke Ares dan tersenyum.


"Oke. Aku turun sekarang. Kalau cara kamu sukses, aku akan kasih kamu bonus dua kali lipat gaji kamu" Ares berucap sambil turun dari mobil.


"Amin, semoga berhasil" Sahut Handoko langsung.


Ares yang tidak pernah memiliki kebiasaan mengetuk pintu, karena ia memang masih seorang Ares yang selalu mendominasi di dalam segala hal, langsung membuka pintu ruang kerjanya Hana dan mendapati Hana tengah mengobrol dengan seorang pria.


Hana terkejut dan langsung bangkit berdiri dengan tanya, "Mas, tumben ke sini? Ada apa?"


Ares mengabaikan pertanyannya Hana dan ia menatap tajam laki-laki yang berdiri di sampingnya Hana dengan tanya, "Siapa dia?"


"Ini, dokter hewan baru. Aku akhirnya memilih dokter Johny Pramono ini dari sekian banyak pelamar yang masuk, untuk membantuku mengurus klinik dokter hewanku, Mas" Sahut Hana. "Dok, kenalkan ini, Ares Laco, suami saya" Hana melangkah mendekati Ares dan menggelungkan kedua lengannya di lengannya Ares.


Dokter yang memiliki nama Johny Pramono, mengulurkan tangan dengan senyum ramah, namun Ares justru menatap Hana dan berucap ke dokter itu, "Tinggalkan aku dan Istriku!"


"Tapi, aku dan dokter Johny, belum selesai membahas kerja sama kami........"


Ares mengelus pipinya Hana, mencium pelipisnya Hana dan berkata, "Biar asisten kamu yang mengurusnya"


Dokter Johny langsung merasa.kikuk melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Ares, lalu ia berucap, "Saya akan membawa berkas kerja sama ini ke meja sekretaris Anda. Saya permisi, Dokter Hana"


Hana yang masih berada di pelukannya Ares hanya bisa berkata, "Baik, Dok" dengan senyum canggungnya.


Sepeninggalnya dokter Johny Pramono, Hana menepuk pelan dada bidangnya Ares sambil berucap, "Kenapa kamu nggak sopan, Mas?"


Alih-alih menanggapi protesnya Hana, Ares mencium keningnya Hana, mengecup pucuk hidungnya Hana, lalu ia mengajak Hana berciuman.


Hana mendorong pelan tubuhnya Ares lalu menatap Ares, "Mas, jangan aneh-aneh! Ini di kantorku dan pintunya belum ditutup"


Ares tersenyum lebar dan sambil mengelus bibirnya Hana dengan ibu jarinya, ia berkata, "Aku hanya mencium kamu. Apa yang kau pikirkan? Apa kau minta lebih, Sayang? Aku akan turuti dengan senang hati"


Hana langsung merona malu dan mendorong Ares dan dengan melancipkan bibirnya dia berkata, "Aku masih ngambek"


"Ngambek kok membalas ciumanku?" Ares melangkah maju dan menarik tubuh rampingnya Hana dengan lengan tangan kirinya lalu ia menyerahkan buket cokelat yang ada di tangan kanannya ke Hana, "Maafkan aku! Jangan ngambek lagi! Aku bawa buket cokelat kesukaanmu, nih"


Hana yang sangat menyukai cokelat langsung menerima buket cokelat itu dengan wajah semringah dan Ares langsung bernapas lega dan bertanya, "Jadi, aku dimaafkan, nih?"


Ares semakin mempererat pelukannya dan mencium keningnya Hana.


Hana terkekeh geli dan langsung berkata, "Kau lupa, ya Mas? Kantorku yang ini, kan, memang nggak ada kamarnya. Ini khusus untuk menemui klien"


"Lalu, gimana nih caranya aku berterima kasih dengan benar karena kamu udah memaafkan, aku?" Ares menatap Hana dengan menautkan kedua alisnya.


Hana terkekeh geli lalu berkata dengan senyum menggoda, "Kita pulang?"


"Aaaasssiiiaaappp!" Ares langsung berlari kecil keluar dari dalam kantornya Hana dengan masih membopong Hana. Hana langsung memekik, "Stop! Turunkan aku, Mas! Ini rumah sakit"


Ares mengabaikan permintaannya Hana dan bergegas masuk ke dalam lift khusus untuk kalangan direktur rumah sakit. Hana hanya bisa menghela napas panjang dan tersenyum kesal ke Ares, lalu berkata, "Kau masih saja selalu mendominasi, Mas"


Ares mengecup bibirnya Hana, lalu berkata, "Tapi, di kamar, kamu yang mendominasi, Sayang"


Hana langsung menyusupkan wajahnya di dada bidangnya Ares karena, malu dan Ares langsung menggemakan tawa bahagianya.


Handoko langsung berkata, "Yes! Aku akan dapatkan bonus lumayan gede, nih" saat ia melihat tuan besarnya berjalan ke mobil dengan membopong nyonya besarnya yang tengah memeluk buket cokelat.


Wintang sampai di rumah kecil yang masih ia cicil. Wintang membeli rumah tipe empat lima di perumahan kalangan menengah ke atas dengan hasil keringatnya sendiri walaupun ia masih mencicilnya. Setelah membersihkan rumah dan merapikan semua isi kopernya, dia duduk di teras depan untuk beristirahat sejenak dan menghilangkan keringat di badannya.


Jenar Ayu memutuskan untuk menemui wanita yang bernama Nora Laco. Dia mulai mencari tahu mengenai Nora Laco di internet dan Jenar terkejut melihat kecantikan dan ketenarannya sosok Nora Laco. Jenar menatap layar laptopnya dan bergumam, "Dia sangat sempurna. Pantas jika Wintang bilang, semua pria akan bertekuk lutut pada Nora Laco. Tapi, aku nggak akan biarkan wanita manapun merebut suamiku. Tunggu saja, Nora, aku akan beberkan fakta yang membuatmu harus melepaskan dan melupakan Wintang Devoss.


Ting, tong, mendengar bel pintu rumah berbunyi, Jenar langsung bangkit berdiri dan melangkah untuk melihat siapa yang datang. Jenar langsung memekik kaget, "Delon? Kenapa kamu nekat ke sini?" Jenar lalu menarik lengan pria yang ia panggil Delon ke dalam rumah dan ia langsung mengunci pintu rumah.


Delon langsung mendorong tubuh Jenar sampai punggungnya Jenar membentur tembok dengan pelan lalu ia mencubit dagunya Jenar, "Aku sangat merindukanmu, Sayang. Udah tiga bulan ini, kamu nggak menemuiku. Suami dan mertua kamu nggak ada di rumah, kan?"


Jenar tersenyum menggoda dan berkata di dalam hatinya, Ini adalah saat yang terbaik untuk menyerahkan kesucianku ke Delon. Aku akan hamil karenanya dan setelah aku hamil, aku akan menjebak Wintang untuk menjadi Ayah dari bayi yang aku kandung, nanti.


"Apa kau merindukan aku?"


"Aku sangat merindukanmu, Sayang. Aku merelakanmu menikah dengan Wintang Devoss karena, kau bilang kau ingin merebut kembali kekayaan Mama kamu dan setelah kamu dapatkan Kemabli semua kekayaan Mama kamu yang dikuasai oleh Mamanya Wintang, kamu akan. bercerai dengan Wintang" Delon menatap Jenar dengan penuh arti.


Jenar tersenyum menggoda dan berkata, "Kalau kau merindukan aku, miliki aku sepenuhnya hari ini juga"


"Apa maksud kamu?"


"Aku masih menjaga segel kesucianku untukmu. Bukalah segelnya saat ini juga karena, aku sangat mendambakan kamu" Jenar menatap Delon dengan penuh arti.


Delon bertanya, "Kau yakin? Kita belum menikah dan kau serius kalau kau belum menyerahkan kesucian kamu ke suami kamu?"


"Buktikan kalau kamu tidak percaya" Jenar mulai memprovokasi Delon dan Delon langsung mengerang kesal lalu ia mencium bibirnya Jenar dengan penuh damba.