A Dominant

A Dominant
Kobra



Ares langsung menarik lengan dokter tersebut keluar dari kamar rawat inap istrinya sembari menoleh ke Hana, "Bentar ya Sayang"


Hana menautkan alisnya dan menatap arah perginya Ares dengan penuh tanda tanya di wajahnya.


Begitu pula dengan dokter kandungan yang ditugaskan untuk menangani kehamilannya Hana itu pun terus menautkan alisnya dan saat sampai di luar kamarnya Hana, dia langsung bertanya, "Kenapa Tuan Ares menarik saya sampai keluar dari dalam kamar seperti ini?"


"Karena kamu masih muda, tampan, dan seorang dokter"


"Apa maksud, Anda?" dokter kandungan tersebut semakin menautkan alisnya.


"Jangan masuk lagi!" Ares melepaskan lengan dokter tersebut dengan mendelik.


"Lho, kenapa? Saya harus memeriksa pasien saya" dokter kandungan tersebut mulai menghela napas panjang untuk mengumpulkan semua kesabarannya.


"Hana nggak aku ijinkan ditangani dokter pria. Aku akan minta dokter wanita" Ares berkata dengan sorot mata tajam dan wajah serius.


"Dokter wanita di sini, kebetulan penuh semua dan ........" Sahut dokter pria dengan nametag Joko Pambudi, SpOG.


"Aku akan bawa Hana ke rumah sakit lain kalau gitu" Ares mulai menggertakkan gerahamnya.


Dokter kandungan yang masih berdiri di depannya Ares dengan alis bertautan itu akhirnya menghela napas panjang dan sebelum pergi meninggalkan Ares, dia berkata, "Baiklah. Saya akan suruh kolega saya yang wanita ke sini"


Ares tersenyum puas saat ia melihat dokter kandungan berwajah tampan dan masih muda itu akhirnya pergi meninggalkannya.


Ares lalu berkacak pinggang sambil bergumam, "Emangnya aku nggak ngerti dokter kandungan itu ngapain aja saat memeriksa pasiennya, cih! Tak akan kubiarkan pria manapun menyentuh Hana. Sekalipun itu seorang dokter kandungan" Ares masuk kembali ke kamar rawat inap istri tercintanya.


Hana menoleh dan bertanya, "Lho, dokternya mana?"


Perawat yang masih tinggal di kamar rawat inapnya Hana dan masih memeriksa tekanan darahnya Hana, pun bertanya, "Iya. Dokter Joko, mana? Kok nggak ikut masuk ke sini?"


Ares diam saja. Dia akan mengatakannya ke Hana setelah perawat itu pergi meninggalkan dia dan Hana.


Perawat tersebut mengatakan, "Tekanan darah dan semuanya stabil. Kita tinggal menunggu dokter. Saya permisi" Lalu perawat itu pergi meninggalkan Hana dan Ares


Ares yang sedari tadi berdiri di sisi kanan bed langsung duduk di tepi ranjang, lalu sambil menarik Hana ke dalam pelukannya, ia berucap, "Aku mengusir dokter cowok tadi"


"Tapi kenapa, Sayang?" Hana mengelus pipinya Ares.


"Aku nggak ingin dokter cowok yang menangani kehamilan kamu. Aku minta dokter cewek, biar aman. Aku nggak ingin kamu disentuh cowok lain" Ares mencium bibirnya Hana.


Hana hanya bisa menghela napas panjang dan setelah melepaskan ciumannya dengan sang suami, Hana berkata, ",Aku nurut aja Mas, mau dokter cowok atau cewek, sama aja" Hana mengelus pipinya Ares dengan senyum manisnya.


Ares hendak mencium lagi bibirnya Hana karena gemas melihat wajah imutnya Hana kala tersenyum, tapi tiba-tiba pintu diketuk sebanyak tiga kali dan saat Ares menyahut, "Masuk" Seorang dokter wanita masuk ke dalam kamar rawat inapnya Hana dengan senyum ramah.


Ares merangkul Hana dengan sangat erat sambil berkata, "Periksa dengan baik Istri saya. Saya nggak ingin Istri saya seperti ini lagi. Muntah dan harus lemas kayak gini"


Dokter wanita tersebut tersenyum dan langsung memeriksa Hana. Setelah selesai memeriksa Hana dan calon anak yang ada di dalam perutnya Hana, dokter tersebut berkata, " Kandungannya sangat baik dan kondisi kesehatannya Nyonya Hana juga sangat baik. Cuma, lemas aja karena ngidam di awal-awal kehamilan. Dan Pe-Er untuk Anda adalah, Anda harus berpuasa tidak menyatu dulu dengan Istri Anda selama empat bulan"


"Hah?! Wah, berat banget PR-nya. Dokter lihat, kan, Istri sangat sangat cantik, bagaimana bisa saya mengurung kobra saya selama empat bulan" Ares mewek.


Dokter wanita tersebut tertawa dan berkata, "Itu demi kebaikan semuanya, Tuan. Apa Tuan ingin Istri Anda dan bayinya kenapa-kenapa?"


Ares langsung memeluk Hana dan setelah mencium keningnya Hana ia berucap, "Tentu saja tidak. Saya akan menjalankan PR itu dengan baik. Saya akan kurung kobra saya dengan baik dan semoga kobranya lama-lama tidak peyot"


Hana menunduk malu lalu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kekanak-kanakan dan mendengar ucapan konyol suami tercintanya.


Dokter wanita tersebut kembali tertawa lalu pergi meninggalkan kamarnya Hana setelah berkata, "Nyonya Hana sudah boleh pulang setelah perawat membawakan beberapa vitamin untuk Nyonya Hana kemari"


"Terima kasih banyak, Dok" Sahut Hana.


Begitu sampai di rumah, Hana langsung dibopong oleh Ares dan langsung dibaringkan di atas ranjang. Ares lalu duduk di tepi ranjang, memeluk Hana dan berkata, "Kamu nggak boleh bekerja lagi sampai kamu fit lagi"


Hana menganggukkan kepala dan berkata, "Iya"


"Tumben nurut"


Hana terkekeh geli dan berkata, "Demi anak kita, aku akan lakukan apapun"


Ares mengelus rambutnya Hana dan mencium keningnya Hana sambil bertanya, "Kamu ingin makan apa?"


"Makan rujak" Sahut Hana.


"Kamu, kan belum makan nasi dari tadi. Kok malah minta rujak?" Ares langsung menunduk menatap Hana.


Hana meringis, lalu berkata, "Kalau gitu, aku pengen makan nasi goreng dan rujak"


"Oke. Aku akan suruh Evi siapkan semuanya" Ares mencium keningnya Hana lalu ia berjalan keluar kamar menuju ke dapur dan langsung menyuruh Evi, memasak nasi goreng dan membuat rujak" Setelah itu, Ares kembali lagi ke dalam kamarnya.


Dia melihat Hana tengah mengobrol dengan calon anaknya sambil mengelus perutnya. Ares langsung bertanya, "Memangnya anak kita sudah bisa diajak ngobrol?"


Hana tersenyum dan langsung menarik tangannya Ares untuk ia letakkan di atas perutnya yang masih terlihat rata, kemudian berkata, "Bisa, Mas. Coba Mas elus perutku dan ajak ngobrol!"


Ares menatap kedua bola matanya Hana lalu menatap perutnya Hana dan berkata, "Hai jagoan, ini Papa"


"Kok jagoan? Iya kalau cowok, kalau cewek?" Hana mengelus tangannya Ares yang masih melekat di perut ratanya.


"Cewek ya harus jadi jagoan kayak Mamanya. Karena dia adalah anak kita" Ares tersenyum lebar ke Hana dan Hana langsung mencium pipinya Ares lalu berkata, "Aku mencintaimu, Mas. Terima.kasih udah membuatku merasakan hamil dan ngidam"


"Tapi, jangan sakit lagi. Aku nggak mau kamu sakit. Kamu jangan bikin Mama kamu sakit lagi kalau kamu bikin Mama kamu sakit lagi, Papa akan........."


"Akan apa? Akan kau apakan anakku, Mas?!" Hana langsung mendelik ke Ares dan Ares bergidik ngeri melihat wajah seramnya Hana. Ares langsung meringis lalu berucap, "Aku kan cium dia, hehehehe"


Senyum langsung merubah wajah seramnya Hana menjadi tampak manis dan menggemaskan. Membuat Ares tidak tahan untuk tidak mencium bibirnya Hana.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri🙏 Mohon maaf lahir dan batin🙏 Selamat liburan bersama dengan keluarga tercinta ❤️