
"kenapa kalian selalu menghalangi ku" sosok misterius.
"Kamu siapa" Rey.
"Jangan pura-pura ga kenal Rey" sosok misterius sedikit demi sedikit menunjukan wajahnya.
"Hah ternyata kamu Rimin Guntur mau apa kamu ke sini" Rey memasang badan untuk melindungi Asolani.
"Tidak apa-apa cuman mau ngasih tau kamu saja bahwa aku telah berhasil menculik Aisah dan dengan Aisah aku bisa menghancurkan dunia HAHAHAHA" Guntur.
"Kami ga percaya kamu sudah mencuri Aisah coba tuntunjukan kepada kami" Rey sengaja agar Guntur menunjukan Aisah.
Kemudian Guntur memanggil Aisah dengan panggilan Mite tetapi Mite tidak kunjung datang dan Gunturpun sampai memanggilnya sebanyak 5 kali dan Mute menunjukan sosok nya.
"Iya tuan ada apa" Mite.
"Kenapa kamu lama sekali aku sudah muak memanggil mu" Guntur memukul kepala Mite Sampai Mite jatuh ke tanah.
Karena kejadian itu Rey dan Asolani sangat marah sampai-sampai aura membunuh dari Rey keluar tapi Rey dan Asolani sadar kalo mereka berdua membuat keributan di sana Rey bisa saja didiskualifikasi dari MCI dan sekolah mereka bisa dicap tidak bagus oleh Indonesia dan bisa saja sekolah mereka tidak bisa mengikuti acara apa pun. Jadi Rey pun cuman mengeluarkan aura membunuh untuk menggertak Guntur, upaya itu berhasil karena aura yang di keluarkan oleh Rey Guntur Langsung memerintahkan Mite/Aisah untuk mencuri skill Rey.
"Mite curi skill dia aku sudah tidak tahan lagi" Guntur sangat ketakutan.
"Siap laksanakan tuan skill pencuri aktif" Mite mencuri semua skill yang Rey punya.
Setelah skill Rey di curi semua Rey langsung pingsan dan sebelum ke tanah Asolani menompang badan Rey.
"Bang Rey, bang Rey bangun, bang Rey bangun BANG REY!" Asolani menangis.
Kemudian Asolani mengaktifkan skill nya yaitu manusia setengah kucing walaupun skill itu tidak begitu berbahaya tapi skill itu sangat berguna untuk kabur. Kemudian Asolani langsung melompat ke belakangnya untuk menjauh.
"Tuan aku akan kejar mereka" Mite.
"Sudah tidak usah" Guntur.
Setelah merasa aga jauh dan aman Asolani berhenti di tempat itu dan terus berusaha untuk membangunkan Rey ketika tengah membangunkan Rey, Asolani merasakan hawa keberadaan dari seseorang tetapi insting kucing Asolani mengatakan bahwa seseorang yang ada di dekatnya bukan sebuah ancaman. Tidak lama sosok misterius itu berlari ke ruang/tempat yang ada Rey dan Asolani karena itu Asolani kaget.
"Hallo ada orang di sini"
"Aduh aku harus sembunyi segera aku takut muncul fitnah yang enggak-enggak" Asolani dalam hati.
Setelah bersembunyi di sebuah lemari di dekat Asolani. Asolani merasa aga aman tapi sosok misterius itu malah membukakan pintu lemari tersebut dan sosok misterius itu adalah Sri.
"Hah semoga di sini aku aman" Asolani dalam hati.
"Hei tunjukan wujud mu" Sri membuka pintu lemari.
"Aaaaaaaa!" Asolani kaget.
"Aaaaaaa ternyata yang sedang sembunyi disini adalah kamu Asolani astaghfirullah kamu lagi apa di situ bersama rey" Sri kaget
"Tenang tenang aku bisa jelaskan" Asolani.
Kemudian Asolani menceritakan semua yang terjadi apa Sri setelah mendengar cerita dari Asolani Sri kemudian ikut marah karena sudah kedua kalinya teman Sri di begituan ketika mendengar keduakalinya Asolani langsung penasaran orang yang satu nya.
"Hah kedua kalinya yang kesatu itu siapa?" Asolani penasaran.
"Yang pertama nya adalah teman bisnis ku yang di kendalikan sama seperti Aisah tapi sampai sekarang aku tidak tau dia ada di mana dan ketika aku tanya kan ke Guntur dia mengatakan bahwa teman bisnis ku itu sudah tewas" Sri sangat marah tapi di tahan.
Kemudian Sri melihat ke arah Rey ternyata tubuh Rey seperti lama kelamaan berubah menjadi serpihan kegelapan dan serpihan cahaya karena melihat itu Sri langsung panik dan Sri langsung menelepon Yusha untuk segera datang kesini ketika Sri panik Asolani juga di beritahu oleh arwah yang berada di dekatnya dan Asolani di beri tahu.
"Hei kamu Asolani ya" roh yang ada di sana.
"Iya ada yang bisa aku bantu" Asolani.
"Sri ini gimana" Asolani panik.
"Iya aku juga tidak tau ini juga aku berusaha untuk menelepon Yusha untuk menyuruhnya segera ke sini" Sri panik.
"Kalo gitu Sri tolong jaga Rey aku akan mencari pertolongan" Asolani langsung berlari keluar untuk mencari pertolongan.
"Iya aku akan menjaga Rey dan terus berusaha untuk menelepon Yusha memintanya untuk kesini" Sri panik.
Asolani terus mencari pertolongan tetapi dia juga tidak bisa mencari pertolongan ke orang yang normal atau tidak memiliki skill. karena bisa saja jika Asolani meminta pertolongan ke sembarang orang dan orang yang membantunya malah bisa saja membahayakan semua anak-anak yang memiliki skill, tetapi untungnya Asolani memiliki skill setengah kucing jadi dia bisa merasakan orang-orang yang memiliki skill dan orang yang tidak memiliki skill. Tidak lama kemudian hp Asolani berdering ketika di lihat ternyata telepon dari Sri lalu Asolani mengangkat telepon tersebut.
"Iya Sri apa kamu berhasil menghubungi dan menyuruh Yusha untuk datang" Asolani.
"Asolani maaf aku tidak bisa melindungi Rey" Sri sembari menahan rasa sakit.
"Sri, Sri, Sri kamu kenapa aku akan kesana segera" Asolani panik.
"Jangan mending kamu kejar Rey" Sri langsung menutup telponnya.
"Aku menyuruhmu langsung kejar Rey karena aku tidak mau kamu melihat ketika aku sedang lemah seperti ini" Sri dalam hati dan sebenarnya sedang terluka parah setelah melawan orang yang telah menculik Rey.
Walaupun Asolani dia disuruh langsung kejar Rey tetapi Asolani masih tetap ke tempat Sri dan membuat Sri marah.
"Sri kamu tidak apa-apa" Asolani khawatir.
"Kamu bodoh ya aku suruh kamu kejar Rey dan penculik itu" Sri marah.
"Iya aku bodoh dan akan lebih bodoh lagi jika aku meninggalkan mu dengan kondisi seperti ini" Asolani.
"Sudah cepat kejar Rey dan jangan pedulikan aku" Sri terus menyuruh Asolani mengejar Rey.
"Tidak akan aku akan merawat luka-luka mu dulu sampai Yusha datang ke sini" Asolani.
"Hah sebenarnya Yusha tidak akan datang karena sebenarnya aku juga gagal untuk menelepon Yusha, dan jika kamu tadi kamu menuruti perintah ku aku juga akan menerima akibatnya yaitu aku akan tewas disini" Sri dalam hati.
Sri pun malas harus berdebat dengan Asolani jadinya Sri mendiamkan Asolani dan tidak lama Yusha datang dengan tergesa-gesa karena Yusha datang Sri kaget.
"Ketua kamu tidak apa-apa" Yusha panik tambah khawatir.
"Hah kenapa kamu tau aku disini padahal tadi aku telepon tidak bisa terus" Sri kaget.
"Itu ga penting yang penting sekarang adalah aku menyembuhkan dulu kamu ketua" Yusha khawatir.
"Sudah ku bilang panggil aku dengan nama jangan panggil lagi aku ketua" Sri.
"Iya diam dulu sebentar skill heal aktif" Yusha.
Kemudian luka-luka Sri berangsur membaik kemudian Sri menanyakan kenapa Yusha bisa tau.
"Sekarang ceritakan kenapa kamu bisa tau aku sedang terluka parah sedangkan dari tadi aku telepon tidak bisa" Sri.
"Sri coba cek pulsa mu dulu" Asolani.
Kemudian Sri mengecek pulsanya dan ternyata pulsa yang ia miliki rp.0
"Hah pantas saja kamu tidak bisa menelepon" Asolani.
"Hehehe aku lupa untuk isi ulang" Sri.
"Iya ketua untung saja Asolani telepon aku jadi aku tau soal kondisi ketua dan kebetulan juga aku sedang dekat sini" Yusha tersenyum karena Sri sudah membaik.