YESS OR NO

YESS OR NO
TERANCAM BUBAR PART 25 DAN PENGGUNAAN SKILL BARU



"HAH YANG BENAR SAJA"


"Ayo cepat gunakan skill teleport mu dan langsung teleport ke ruangan klub" Aisah.


"Oh ternyata itu kirain apa" Rey dalam hati.


"Rey kamu berpikir yang mesum ya" Aisah menggoda.


"Eeengga kok hayu sini pegangan" Rey karena udah sangat malu ia tidak sengaja memeluk Aisah.


"Skill teleport aktif" Rey dan Aisah langsung berpindah tempat ke ruang klub.


"Aisah muka kamu kenapa kok langsung merah, jangan jangan kamu sakit" Rey langsung menempelkan dahinya ke dahi Aisah yang membuat Aisah semakin malu.


"BAKA, lepaskan aku hayu kita ke tempat yang lebih tinggi untuk mengaktifkan kedua skill ini" Aisah menahan malu.


Mereka berdua langsung mencari tempat yang paling tinggi di sekolah, tetapi setelah mengelilingi sekolah sebanyak 3 kali mereka masih tidak menemukan tempat yang lebih tinggi karena Rey dan Aisah sudah lelah Rey ga sengaja berbicara.


"Hah kita udah 3 kali mengelilingi sekolah ini tapi belum ketemu juga" Aisah lelah.


"Aisah apa ke dua skill ini bisa aktif di genteng" Rey.


"Maksud mu dia atas bangunan" Aisah.


"Yap, bisa apa tidak" Rey.


"Hah kenapa baru kepikiran ya pasti bisa, yuk kita langsung kesana" Aisah.


Kemudian Rey dan Aisah menuju kelas yang paling atas di sekolah itu. Setelah menemukan kelas nya Rey dan Aisah langsung menaiki kelas tersebut.


"Nah ini kayanya kelas paling tinggi bangunannya tapi bagaimana kita naiknya" Rey.


"Oh kalo soal itu serahkan kepadaku. Skill anti gravity aktif" Aisah.


"Wow kita terbang" Rey.


"Nah sekarang kamu gunakan skill perubah pikiran nanti akan ku support oleh skill pelebaran jarak" Aisah.


"Ok, skill pengubah pikiran aktif" Rey.


"Skill pelebaran jarak aktif" Aisah.


"Apa ini sudah berasil" Rey.


"Iya ayo cepat Rey katakan apa yang ingin kamu ubah sebelum aku kelelahan" Aisah.


"Ok, perubah pikiran ubah pikiran semua orang yang masuk ke sekolah ini dengan melupakan kejadian kemarin, ganti dengan aku yang membantah hukuman pa Lasut, dan kejadian dihari yang lalu yang di buat oleh Megumi dan Ren itupun ganti menjadi aku Rey yang melakukan pelanggaran tersebut skill perubah pikiran sele-" Rey.


"Baka aku bersedia menggantikan Ren" Aisah.


"Apa kamu sudah bodoh" Rey marah.


"Cepat selesaikan aku sudah tidak tahan" Aisah sudah hampir mencapai batas.


"Aaaaahhhhh skill perubah pikiran selesai" Rey terpaksa.


"Hah kalo udah selesai aku akan menancabkan besi ini untuk memperkuat skill pelebaran jarak" Aisah langsung menancabkan antena di bangunan tersebut.


Ketika selesai menancabkan antena Aisah langsung pingsan karena kelelahan.


"Aisah" Rey langsung menangkapnya.


"Kerja bagus Aisah" Rey yang langsung turun menggunakan skill Anti gravity.


Setelah turun Rey langsung ke ruang UKS, ketika sampai diruang UKS Rey kaget melihat Bu Yuna dan kak Sayo yang sedang tidur di ruang UKS karena tidak ingin membangunkan mereka berdua Rey langsung menutup kembali pintu tapi terdengar oleh Bu Yuna.


"Hmm ternyata ada Bu Yuna dan kak Sayo, ya sudah aku tidur kan dia di ruang klub karena aku juga tidak ingin mengganggu mereka berdua" Rey yang langsung keluar dari ruang UKS dengan perlahan agar tidak membangunkan keduanya.


"Hey Rey mau kamu bawa kemana dia" Bu Yuna.


"Eh ibu kebangun, hmm ke ruang klub sih Bu" Rey.


"Kenapa kamu bawa kesana udah tidurkan dia di sini" Bu Yuna.


"Oh ya sudah, dan maaf Bu jadi keganggu tidurnya" Rey.


"Ga apa-apa tenang aja" Bu Yuna.


"Ibu sama kak Sayo kenapa menginap di sekolah" Rey.


"Oh kemarin ada beberapa hal yang harus ibu urus" Bu Yuna.


"Ibu ga menyembunyikan sesuatu kan" Rey curiga.


"Eeeeengga kok"


Yuna mundur perlahan dan tidak sengaja menyenggol meja yang banyak kertas. Dan kertas yang asalnya di atas meja berserakan dimana-mana dan salah satu kertas jatuh di hadapan Rey yang membuat Rey mengambil dan tidak sengaja melihat dan membacanya setelah membacanya Rey kaget karena itu adalah skrip comik.


"Eh ternyata ibu seorang komikus" Rey.


"Iya udah sinihin ibu malu" Bu Yuna.


"Ehm makasih, tapi cepet sinihin naskah comik ibu" Bu Yuna yang terhalang oleh tangan Rey.


"Hah aku baru ingat ini adalah Kuro Takashi dari comik Love My Lord. Ehm jangan jangan" Rey kaget.


"Iya ibu pembuatnya" Bu Yuna.


"Eeeeehhhhhh apakah ibu Yuza Rin sensei" Rey kaget sekaligus bahagia.


"Iya udah cepet sinihin naskahnya" Bu Yuna.


"Bu aku penggemar ibu boleh minta tanda tangan ibu eh maksud ku Yuza Rin sensei" Rey senang.


"Iya nih, tapi kalo di sekolah jangan panggil ibu dengan nama pena ibu itu aga aneh panggil aja Bu Yuna saja" Bu Yuna.


"Baik Bu terimakasih Bu Yuna untuk tanda tangannya" Rey sangat senang.


"Udah sini kamu bantu ibu beres beres ini sebelum ada yang melihatnya" Bu Yuna.


"Ok Bu" Rey.


Kemudian Rey langsung membantu memberekan skrip comik Bu Yuna dan tidak lama Aisah dan kak Sayo bangun secara bersamaan.


"Ehmmm aku dimana" Aisah.


"Bu Yuna aku nyerah" Sayo.


"Kamu disekolah Aisah" Rey berbicara kepada Aisah.


"Engga kok kamu hebat udah bantu banyak Sayo" Bu Yuna berbicara kepada Sayo.


Setelah itu Aisah dan Rey pamit untuk kembali ke ruang klub karena ada yang masih harus di urus.


"Bu kak kalo gitu aku sama Aisah ke ruang klub dulu ya masih ada yang harus di urusin" Rey.


"Iya tapi Rey tetap rahasiakan yang tadi" Bu Yuna.


"Ok Bu" Rey langsung pergi bersama Aisah.


Sesampainya di ruang klub Aisah langsung bertanya apa yang Rey dan Bu Yuna rahasiakan.


"Rey apa rahasia kamu dan Bu Yuna" Aisah.


"Ehm itu rahasia aku dan Bu Yuna aja" Rey.


"Cepet lah kasih tau aku" Aisah ngotot ingin tau.


"Ehm rahasianya sebenarnya tidak penting tapi itu bisa sangat penting untuk Bu Yuna jadi aku tidak bisa memberi tau kan nya jadi maaf" Rey.


"Oh ya udah emang kalanya ada rahasia yang orang lain tak perlu tau karena bisa saja itu akan merusak sebuah hubungan. Tapi ada yang ingin aku tanyakan apa kah rahasia itu adalah ada hubungannya dengan tadi kita menggunakan skill perubah pikiran?" Aisah.


"Engga sih" Rey.


"Terus mereka baru datang atau udah ada sebelum kita menggunakan skill itu" Aisah.


"Ehm bisa di bilang mereka bermalam disini karena beberapa alasan, memangnya kenapa" Rey.


"Gawat cuman mereka yang tidak akan terpengaruh skill perubah pikiran" Aisah panik.


"Ehm biarin saja palingan mereka berdua tidak akan ikut campur yang terpenting mari buka ini dan apa hukuman yang kita dapat" Rey.


Kemudian Rey mengambil kotak yang sebelumnya mereka sembunyikan dan kotak itu terdapat tulisan. Hukuman untuk Muhamad Rey dan tulisan hukuman untuk Aisah Arum.


"Nih, ok di hitungan ketiga kita buka sama sama" Rey.


"Ok" Aisah.


"1 2 3 buka sekarang" Rey.


"Apa ini tidak salah" Rey.


"Kayanya engga deh itu di nametag nya ada tulisan Muhamad Rey, dan apa kah ini juga tidak salah masa aku harus pakai ini" Aisah.


"Kayanya tidak Aisah itu ada nametag Aisah Arum, apakah kamu akan menyerah" Rey.


"Kamu sendiri gimana Rey" Aisah.


"Aku akan terima semua hukuman ini demi bisa melindungi adik-adikku, dan kalo kamu tidak mau sekarang belum terlambat untuk mengubah lagi skillnya" Rey.


"Ya ini adalah jalan yang aku pilih maka aku mau tidak mau harus menerimanya" Aisah.


"Tapi kalo kamu sudah tidak kuat bilang saja aku tidak mau kamu memaksakan diri" Rey.


"Iya ayo kita pakai dan terima nasib kita selanjutnya" Rey.


Dan ternyata Rey mendapatkan baju maid dan Aisah mendapatkan kostum binatang yang bagian perutnya terbuka/baju cosplay. Dan setelah dipakai di kotak Rey dan Aisah terdapat sepotong surat kemudian mereka berdua membaca nya ternyata isinya adalah.


Agar tidak pusing hukuman yang Rey dan Aisah pakai nanti autdor buat fanartnya


[author dan orang-orang yang terlibat di novel YESS OR NO mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1442 mohon maaf lahir dan batin]