
Kemudian pa Agus mengambil semua undian dan daftar pertandingan adu masak sebagai berikut.
Taiga Maman vs Lisna Wanda.
Febby Deby vs orang misterius.
Else Rahma vs Albert Park.
Muhamad Rey vs Suzuki Rika.
Asolani putri vs Rere Tae.
Pertandingan adu masak ronde ke satu di mulai yaitu Taiga Maman vs Lisna Wanda mereka berdua langsung bersiap di base nya masing-masing dan tema mereka berdua yaitu makanan pembuka dan juri memberi waktu 30 menit, kebetulan sekali mereka berdua adalah spesialis makanan pembuka yang menjadikan pertandingan mereka berdua sangat sengit, sampai-sampai tidak ada suara mereka bicara dan hanya suara alat masak saja karena mereka berdua sangat serius.
25 kemudian makanan Taiga selesai dan Taiga langsung menghidangkan nya ke juri, juri pun langsung mencicipi makanan tersebut kemudian juri memberikan nilai. Dan yang menjadi jurinya adalah Bu Yuna, pa Agus dan pa Salman. Nilai yang di berikan oleh Bu Yuna untuk Taiga adalah 93, nilai dari pa Agus 97, dan pa Salman 95 total nilai yang di dapatkan oleh Taiga Maman adalah 285.
"Ibu memberikan nilai 93 karena kamu pintar sekali mengolah tumbuhan beracun menjadi makanan yang sangat lezat dan aman" Bu Yuna.
"Eeeee ini beracun" pa Agus.
"Iya tapi tenang saja makanannya aman kok karena sudah di olah dengan baik" Bu Yuna.
"Oh, bapa ngasih kamu nilai 97 karena makanan ini sangat lezat udah gitu doang" pa Agus.
"Terakhir saya komentar dari saya cuman. Kamu pintar membuat acara ini menjadi lebih menarik" pa Salman.
"Hah maksudnya apa pa Salman" pa Agus.
"Maksudnya tumbuhan beracun yang di olah oleh Maman itu mempunyai efek meningkatkan indra rasa kita khususnya lidah" Bu Yuna.
"Yap tepat sekali" pa Salman.
"Maksudnya gimana sih saya masih belum mengerti" pa Agus.
"Tunggu saja makanan yang akan di sajikan oleh Lisna" pa Salman.
Kemudian Lisna membawa makanan nya ke hadapan juri kemudian semua juri mencicipi nya tampa menunggu lama juri langsung memberikan penilaian untuk Lisna Wanda. Bu Yuna memberi nilai 95, pa Lasut memberikan nilai 99 dan pa Salman 92 total nilai dari Lisna Wanda adalah 286.
"Ibu memberi 95 karena kamu bisa mengolah makanan ini bukan saja enak tapi bisa menjadi penawar racun yang di buat Taiga Maman" Bu Yuna.
"Bapa cuman bilang ini enak sekali" pa Agus.
"Kalo bapa cuman ingin tau kenapa kamu bisa kepikiran membuat makanan ini" pa Salman.
"Soalnya aku sudah tau karakter dia. Dia pasti akan melakukan apa saja untuk meraih kemenangan walaupun itu cara licik dia ga peduli. Karena aku dan Taiga sudah berteman sejak TK" Lisna tersenyum.
Karena perbedaan nilai yang tidak jauh Lisna pun menjadi pemenang pertandingan pertama setelah itu Taiga mendekati Lisna untuk memberi selamat.
"Lisna selamat. Aku tidak menyangka anak penakut dan pemalu sepertimu bisa mengalahkanku" Taiga tersenyum sembari mengusap kepala Lisna.
"Iya dong aku juga harus berjuang untuk menjadi lebih kuat" Lisna.
Kemudian mereka berdua tertawa bersama. Dilanjut ke pertandingan ke dua yaitu Febby Deby vs orang misterius/Aisah tema mereka berdua adalah mengolah daging ayam menjadi hidangan mewah. Mereka berdua langsung memulai memasak tetapi ketika memasak Febby terus-terusan berbicara walaupun begitu mereka Yang ada di sana tidak ada yang protes karena itu salah satu strategi untuk menjatuhkan dan untuk membuat lawan kurang konsentrasi walaupun Febby bicara terus Aisah tidak peduli dan fokuc ke masakan nya tetapi ketika Febby berbicara tentang rahasia Rey. Konsentrasi Aisah mulai aga goyang karena melihat konsentrasi Aisah yang semakin goyang Febby terus berbicara tentang Rey dan benar saja ketika Febby berhasil menyelesaikan masakannya dan memberikan nya ke juri untuk penilaian nya.
Juri kemudian mencicipi makanan dari Febby, kemudian Bu Yuna memberi Febby nilai 80, pa Agus memberi nilai 90 dan pa Salman memberi nilai 98 total nilai yang di kumpulkan Febby adalah 268.
"Kalo saya kenapa memberi 90 karena saya tidak suka dengan strategi yang kamu terapkan" pa Agus
"Kalo saya sebaliknya bapa suka sekali makan kamu sekaligus strategi kamu ya walaupun aga berisik tapi membuat kompetisi ini menjadi hidup" pa Salman.
Setelah beres penjurian orang misterius/Aisah masih saja terus membanyangkan sedang berduaan dengan Rey sampai-sampai Aisah melupakan makanan nya dan karena itu ayam Aisah overcook dan yang bisa di selamatkan cuman sausnya saja karena waktu tersisa 2 menit lagi mau tidak mau Aisah harus memberikan daging ayam yang overcook itu ke juri.
Ketika penjurian Aisah mendapatkan nilai 40 dari Bu Yuna, nilai 70 dari pa Agus dan nilai 10 dari pa Salman jadi total nilai Aisah adalah 120.
"Kamu sayang sekali sebenarnya saus kamu ini sangat enak dan ayam nya juga kalo matang dengan sempurna akan enak sekali paling segitu doang comentar dari ibu" Bu Yuna.
"Bapa cuman mengapresiasi saus mu yang sangat enak walaupun ayamnya gagal" pa Agus.
"Kalo saya akan bilang kamu sangat lemah dan sangat mudah di pengaruhi sekian comentar dari bapa" pa Salman.
Karena mendengar perkataan pa Salman yang sangat pedas Aisah langsung berlari meninggalkan tempat itu tetapi ketika Aisah pergi Febby mengejar Aisah setelah terkejar Febby langsung meminta maaf kepada Aisah.
"Hah akhirnya terkejar" Febby.
"Kamu belum puas aku di lakukan seperti itu oleh juri" Aisah menangis.
"Tidak aku kesini cuman ingin meminta maaf karena aku juga tau tadi itu berlebihan" Febby menyesal.
Karena melihat wajah Febby sangat menyesal Aisah langsung memaafkan Febby dengan syarat.
"Iya aku maafin kamu tapi dengan satu syarat" Aisah.
"Iya asal syaratnya jangan suruh aku mengundurkan diri dari acara MCI" Febby.
"Tidak syarat nya mudah kok" Aisah.
"Iya syaratnya apa" Febby.
"Aku mau tau semua rahasia Rey dan aku mau tau aku mendapatkan informasi itu dari siapa" Aisah.
"Oh mudah saja akan aku ceritakan" Febby.
Kemudian Febby menceritakan semua yang ia tau soal Rey dan Febby juga adalah seorang Shinobi/ninja jadi sudah tidak diragukan lagi kemampuan memata-matai yang di miliki Febby setelah mengetahui itu kemudian Aisah menanyakan satu hal lagi kepada Febby.
"Oh kamu ini Shinobi tapi ada yang ingin aku tanyakan apa kah mau seorang anak yang memiliki skill" Aisah.
"Mungkin" Febby yang langsung menghilang.
Tidak lama Rey dan Asolani datang menghampiri Aisah dan untuk melihat keadaan Aisah.
"Aisah kamu tidak apa-apa" Rey dan Asolani.
"Kami sangat khawatir kepada mu" Asolani yang langsung memeluk Aisah.
"Rey ada orang yang sedang mengawasi kita dari atas" Asolani yang diberitahu oleh salah satu penunggu di sana dan Asolani juga sebenarnya sudah mengaktifkan skill nya untuk mencari Aisah dan tidak langsung juga Asolani mendengar perkataan Febby dan Aisah soal rahasia Rey.
Setelah diberitahu ada yang mengawasi mereka Rey langsung melempar pulpen ke arah yang di tunjukan oleh Asolani dan pulpen tersebut mengenai seseorang.
"Aw kamu bisa ga lebih lembut ke perempuan" orang misterius langsung turun dari atas bangunan sekolah.
Dan ternyata perempuan tersebut adalah.