
"Il cigana mah presentase kamu bisa ketemu dengan Ravael Hotaru 50/50" Rey.
(Il kayanya presentase kamu bisa ketemu dengan Ravael Hotaru 50/50).
"Naha te di tingkatkeunku maneh presentase bertemunya" Mail.
(Kenapa ga di tingkatkan sama kamu presentase bertemunya).
"Eta geus ku urang tingkatkeun"Rey.
(Itu tuh udah di tingkatakan sama aku).
"Ya udah biar ayo kita ke sana" Mail.
Setelah mereka ke tempat yang telah di tentukan Rey dan Mail menunggu Ravael Hotaru yang aga lama bahkan lama sekali karena penasaran Rey dan Mail mencari Ravael Hotaru ke setiap tempat di lingkungan sekolah dan agar percarian lebih mudah Rey dan Mail memutuskan untuk menyebar karena presentase ketemu nya lebih besar ketika sudah berpisah Rey mencari ke tempat dulu ia di hajar oleh Rimin Guntur ketika ketempat kejadian ternyata Rey di jebak oleh mantan temannya Ravael Hotaru.
"Aduh kok aku sih yang kejebaknya, pasti akan merepotkan" Rey dalam hati.
"Hei hei hei penyebab Ravael Hotaru tobat".
Kemudian Rey melihat kebelakang.
"Woy jangan liat kebelakang yang kita sebut yaitu elu"
"Oh aku, kalo gitu bye" Rey Langsung lari.
"Woy tunggu kau"
Kemudian Rey di kejar oleh para mantan teman Ravael Hotaru. Ketika dia sedang di kejar Rey memikirkan sesuatu jika di titangkap mungkin Rey akan mendapatkan informasi lebih dalam tentang para teman nya Ravael Hotaru dan kemungkinan lebih besar untuk mengetahui alasan Ravael Hotaru di bully oleh mereka semua. Setelah itu Rey melambatkan tempo larinya ketika dia melambatkan tempo larinya Rey langsung di tarik seseorang ke sebuah gang sempit di sekolah tersebut. Dan ternyata yang menarik dia adalah Ravael Hotaru.
"Woy lepaskan aku" Rey.
"Sssttt diam dulu sebentar" Ravael langsung menutup mulut Rey dengan 1 jari.
Dan orang orang yang mengejar Rey seketika kehilangan jejak ketika yang mengejar Rey mencari dia Rey yang di sembunyikan oleh Ravael Hotaru. Wajah Rey sangat merah merona karena malu sekali dan merasakan perasaan perempuan jika di perlakukan romantis, setelah yang mengejar Rey menjauh Ravael langsung menanyakan keadaan Rey.
"Shiro Megumi kamu ga apa-apa" Ravael Hotaru.
"Engga kenapa-napa" Rey tersipu malu.
"Kok wajahmu merah, sini aku coba pedang dahimu" Ravael Hotaru langsung memegang dahi Rey.
"Udah ga usah di pengang aku baik-baik saja" Rey menahan malu.
"Baka"Rey.
Setelah itu Ravael membawa Rey ke suatu tempat yang mereka bisa istirahat, dan ternyata tempat itu adalah markas Sri dan Yusha.
"Di sini kayanya aman" Ravael.
"Hah inikan markas Sri dan Yusha" Rey dalam hati.
"Kita di sini pasti aman tapi bakal terjadi kesalahpahaman" Rey.
"Maksudnya kesalahpahaman man apa Shiro" Ravael.
"Nanti juga kamu bakal tau" Rey.
Tidak lama datang Sri dan Yusha yang mendengar pembicaraan Rey dan Ravael.
"Ada siapa di dalam" Yusha langsung mendobrak pintu.
Betapa kagetnya Yusha, Sri dan Ravael karena mereka bertiga pernah 1 geng dan dari mereka masing-masing jika tidak ada yang menyelamatkan mereka dari jalan kegelapan mungkin hidup mereka bertiga tidak bisa tertolong.
"Hah kalian masih hidup Rahma Rahmat" Ravael.
"Ketua juga kamu masih hidup" Sri dan Yusha.
"Oh jadi kalian yang mendapat beasiswa tuh" Ravael.
"Katanya ketua ga mau melanjutkan sekolah" Yusha.
"Oh maaf Shiro Megumi-chan" Yusha ketawa jahat.
"Jangan pake Chan" Rey.
"Itu adalah nama kami sebelumnya, sebelum kita bertemu nyonya Yani dan tuan Yami" Sri.
"Oh kirain siapa dan terus kenapa kalian mengganti nama kalian" Rey.
"Karena kalo tidak kita akan menjadi buron selamanya karena aku dan Yusha adalah pembobol bank yang terkenal dan jika kita tidak di sadarkan oleh Yani dan Yami soal menggunakan skill ini mungkin aku dan Yusha sudah di tangkap oleh ilmuan gila di luar sana dan skill ini pasti di manfaatkan oleh salah satu organisasi untuk keuntukan organisasinya" Sri.
"Terus ketua sendiri di sadarkan oleh siapa" Yusha.
"Oh aku di sadarkan oleh Mail salah satu teman dia dengan melalui anime dan aku juga jadi punya tujuan hidup lagi" Ravael.
"Oh jadi mereka bertiga seperti malaikat tak bersayap yang menyelamatkan kalian" Rey.
"Ya bisa di bilang seperti itu, ngomong-ngomong nama ketua jadi siapa" Yusha.
"Ravael Hotaru" Ravael.
"Kok ketua ga cuman mengubah nama belakang doang" Sri.
"Karena nama Ravael adalah nama yang ibuku berikan sebelum dia meninggal akibat kdrt, jadi nama Ravael sangat berarti bagiku, terus nama baru kalian siapa" Ravael.
"Aku Sri dan dia Hime" Sri.
"Ketua jangan panggil aku Hime lagi" Yusha.
"Hah ketua kalian sekarang bekerja sebagai apa, ga jadi pencuri lagikan" Ravael.
"Ya enggaklah ketua, eh maaf Ravael kita sekarang bekerja sebagai bodyguard anak kepala sekolah yang memberikan kita beasiswa, 1 lagi Ravael jangan panggil aku Hime panggil aku Yusha saja" Yusha.
"Jadi syarat kalian dapat sekolah disini kalian bayar dengan kerja sebagai bodyguard" Ravael.
"Engga juga sih sebenarnya kerja sebagai bodyguard ini adalah kerja sampingan jadi mau di ambil mau engga juga terserah kita juga" Sri.
"Kenapa kalian mau ambil pekerjaan ini" Ravael.
"Karena kebetulan yang kita lindungi adalah Yani dan Yami" Yusha.
"Oh syukurlah kalo kalian sudah punya kerja yang lebih halal jadi aku sebagai mantan ketua kalian bisa bernapas lega" Ravael.
"Jadi Sri balas dendam untuk siapa dan kesiapan nj(i)r" Rey dalam hati.
Kemudian mereka saling menceritakan masa-masa mereka bersama dan Rey yang disana mendengar kan dan melihat sepetinya asik jika dia dulu mempunyai teman sejati seperti mereka bertiga sampai Rey pun meneteskan air mata karena terlalu mengasikkan mendengarkan mereka saling bercerita dan bercanda.
"Shiro kenapa kamu menangis" Ravael.
"Aku ga nangis cuman kelipan saja" Rey.
"Jangan bohong lah kamu Megumi" yusha.
"Iya sini ceritain sama kakak" Sri.
"Engga aku cuman senang saja ketika para sahabat sejati berkumpul kembali saling tukar cerita dan saling bercanda berbeda dari ku" Rey terharu karena dia tidak memiliki ikatan pertemanan seperti mereka.
"Lah kamu ga punya teman masa kecil atau seperjuangan" Yusha.
"Sebenarnya teman-teman ku yang di halaman rumah sudah aga menjauh dari ku karena kita beda fasion" Rey.
"Berbeda seperti apa dan masa karena perbedaan kalian sampai meregang" Sri.
"Ya tidak ada yang salah dengan mereka ataupun aku kita beda fasion karena teman-teman ku lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah sedangkan aku lebih suka menghabiskan waktu di dalam rumah tetapi mereka selalu menyapaku kok ketika di luar rumah" Rey.
"Tapi kamu sekarang jadi kesepian" Ravael.
"Tidak juga karena itu aku punya banyak waktu luang untuk menggambar" Rey.
"Kalo seperti itu kita dan 1 lagi orang yaitu Rey sekarang dan selamanya kita adalah sahabat selamanya" Yusha.