
10 Desember hari Senin pukul 05.00. Rey sengaja pergi sekolah karena berniat ingin lebih dekat dengan Ravael Hotaru agar Rey tau sebab ia dibully oleh yang lain. Dengan bantuan Ren karena rencananya adalah Rey berniat membolos dengan Ravael dengan Ren memperlambat perjalanan Ravael dengan berbagai cara. Ketika ingin memperlambat perjalanan angkutan umum yang digunakan oleh Ren terlambat sedikit tetapi Ren tidak terlambat juga ketika Ren sedang memperlambat jalan angkutan umum yang digunakan Ravael ternyata Ren salah angkot. Karena ketika di dalam angkutan umum Ren tidak melihat Ravael yang menghasilkan Ren terlambat ke sekolah.
Kembali ke Rey yang menunggu keberhasilan tugas Ren pukul 06.00 berlalu masih saja belum ada pesan atau laporan bahwa tugas Ren selesai. Pukul 06.30 Rey bingung melihat Ravael Hotaru turun dari angkutan umum setelah itu Rey sengaja menghampiri Ravael Hotaru untuk modus berangkat bareng ke sekolah.
"Eh Ravael jalan sendiri" Rey.
"Engga lagi jalan sama kamu kan" Ravael.
"Ah kamu bisa aja" Rey memukul pundak Ravael.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ketika di perjalanan mereka berdua saling canggun.
"Canggung banget nj(i)n" Rey dan Ravael dalam hati.
"Lu sebagai laki punya bahasan ga sih" Rey dalam hati.
"Lu sebagai cewe punya bahasan ga sih" Ravael dalam hati.
Kemudian mereka tatap-tatapan dan ketawa kecil ketika salah satu ingin membuka obrolan tapi mereka berdua secara bersamaan mengatakan yang menjadikan kondisi canggung kembali.
"Goblock kenapa gua ngomong sih jadi canggung lagi kan" Rey dan Ravael dalam hati.
"Sok kamu duluan" Rey.
"Eennggaa kamu aja yang duluan" Ravael.
"Ok" Rey duluan jalannya.
"Maksud gua bukan jalan tapi pembicaraan" Ravael marah.
"Oh kamu aja dulu" Rey.
"Nj(i)r gua kapunya pembahasan selain anime" Ravael dalam hati.
"Pasti dia ingin bahas anime tapi takut aku tidak suka tentang pembahasannya" Rey dalam hati.
"Eee ngomong-ngomong anime kesukaan mu apa" Rey.
"Nj(i)r ternyata dia juga suka anime aku harus menjawab anime yang laki banget" Ravael.
"Emm lovelive" Ravael.
"Nj(i)r kenapa keceplosan sih pasti dia lagi mentertawakanku" Ravael dalam hati.
"Oh aku juga suka tapi ga suka sekali aku lebih suka anime yang sejenis bang dream" Rey.
"Untung gua lagi jadi perempuan jadi ngomong anime bang Dream ga malu" Rey dalam hati.
"Eeeeehhhhhh dia suka" Ravael dalam hati.
"Pasti kamu di anime lovelive suka dengerin Nico Nico ni berulang kali ya" Rey senyum jahat.
"Eeeeennnnnggggaaa" Ravael.
"Jujur dong" Rey.
"Engga" Ravael.
"Aku praktekin nih" Rey.
"Untung pernah nonton animenya" Rey dalam hati.
"Coba saja" Ravael.
Kemudian Rey mempraktekannya dengan malu malu.
"Kalau bukan aku ingin tau cara kembali jadi laki-laki aku mana sudi buat seperti ini" Rey dalam hati.
Setelah itu Ravael mulai lebih terbuka dan mulai tertarik kepada Rey yang saat itu sedang menjadi perempuan yang bernama Shiro Megumi. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan setelah sampai di sekolah.
"Aku ke kelas dulu ya" Rey.
"Megumi nanti istirahat kita bisa ketemu lagi di kantin" Ravael memegang tangan Rey.
"Em boleh-boleh saja, aku ke kelas dulu bye" Rey.
"Bye" Ravael.
Setelah itu mereka ke kelasnya masing-masing. Tetapi Rey masih penasaran apakah si Ravael masuk ke kelas dengan wujud laki-laki atau dengan wujud perempuan. Tampa pikir panjang Rey mengikuti Ravael, kesuatu tempat dan benar dia mengubah wujudnya menjadi perempuan setelah itu Rey terus mengikuti lagi Ravael ke salah satu tempat dan di tempat itu sudah ada laki-laki yang sepertinya sudah menunggu Ravael dari pagi. Laki-laki menyatakan perasaannya kepada Ravael yang menjadi perempuan seperti sebelumnya Ravael Langsung menghina laki-laki tersebut. Tetapi laki-laki tersebut memang sengaja untuk ditolak oleh Ravael dan berniat memaksanya untuk menerimanya dengan cara ingin melecehkan Ravael di hadapan 2 anggota klub drama, ketika ingin di lecehkan Rey keluar dari persembunyiannya bak seorang pahlawan Rey langsung membela Ravael karena Rey tau ada anggota klub drama yang sedang bersembunyi Rey membuat kejadian itu seolah-olah Ravael sedang latihan drama dan orang yang ingin melecehkan nya berperan sebagai antagonis.
"Aku sudah muak dengan kelakuan yang kau perbuat aku akan memberi sebuah pelajaran terhadap mu agar mau tidak mau menerimaku"
"Kamu mau ngapain, siapa saja tolong aku" Ravael ketakutan.
"Percuma saja tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu"
"Duh aku keluar gimana kalo aku keluar nanti aku ketauan sedang mengikuti Ravael tapi kalo tidak keluar hidup Ravael bisa aja tamat ditambah lagi ada 2 orang yang sedang melihat kejadian ini jadi aku harus gimana" Rey dalam hati.
"Siapa saja tolong aku" Ravael.
"Mustahil di sini tidak akan ada yang dapat mendengar terikanmu, hahahaha"
"Shiro Megumi aku mohon tolong aku" Ravael dengan suara kecil dan terdengar oleh Rey.
"Sudah kubilang tidak akan ada yang dapat mendengar mu"
"Tidak ada yang mustahil jika maha pencipta telah berkehendak" Rey datang bak seorang pahlawan.
"Hah siapa kamu"
"Aku adalah pahlawan keadilan para wanita" Rey yang langsung melakukan teknik kuncian terhadap laki-laki tersebut.
"Woy wanita murahan lepaskan ku"
"Kamu bilang apa mau tangan ini patah satu" Rey memperkuat kunciannya dan hampir membuat tangan laki-laki tersebut patah.
"Iya iya ampun sekarang lepaskan aku"
"Sebelum itu aku punya permintaan, kamu harus mengikuti apa yang aku katakan kalo tidak tangan mu akan patah satu" Rey.
"Iya iya apa itu"
"Aku mau kamu berlaga seperti peran antagonis kalah" Rey.
"Iya iya"
Setelah itu Rey melancarkan rencananya yaitu membuat kejadian itu seolah olah seperti sedang latihan drama.
"Hotaru kamu harus mengikuti alur dari cerita ini" Rey.
"Itu mustahil" Ravael Hotaru sangat ketakutan.
"Udah kamu ikut aja alurnya" Rey.
Setelah itu mereka melakukan apa yang Rey inginkan yaitu cerita tuan putri yang diculik oleh maou atau raja iblis dengan memanfaatkan ketakutan Ravael Hotaru.
"Hahaha kamu tidak akan bisa menyelamatkan tuan putri wahai pahlawan"
"Tttooolloonngg aku wahai pahlawan" Ravael ketakutan sekali.
"Tenang tuan putri aku akan menyelamatkan mu" Rey.
"Ayo coba saja"
"Aaaaa terima ini raja iblis exkalibur" Rey mengucapkan secara asal.
"Aaaaaa" laki-laki langsung jatuh.
"Tuan putri kamu tidak apa apa" Rey mengangkat sang putri.
"Terimakasih pahlawan telah menyelamatkan ku dari raja iblis itu" Ravael yang kemudian mencium pipi Rey.
"Anj(i)t untung aku lagi jadi perempuan kalo engga udah di smackdown ni bocah" Rey dalam hati.
Setelah itu 2 orang yang sedang bersembunyi langsung keluar dan kebetulan 2 orang itu adalah ketua dan wakil ketua klub drama yang langsung keluar dari persembunyiannya untuk merekrut laki-laki yang tadi ingin melecehkan Ravael dan Rey tetapi Rey ketika ingin di rekrut dia langsung kabur dan laki-laki misterius itu menerima tawaran tersebut. Singkat cerita bel istirahat berbunyi Rey dan Ravael memang telah janji akan ketemu di kantin.
Rey langsung caw ke kantin tetapi ketika Rey sampai di kantin dia melihat Ravael sedang di bully oleh yang lain tetapi orang-orang di sekitarnya seperti menutup mata semua seperti tidak ada kejadian bullying itu Tampa pikir panjang Rey langsung menarik Ravael menjauh dari kerumunan tersebut setelah aga jauh Rey menanyakan kepada Ravael.
"Kenapa kamu tidak melawan mereka" Rey marah.
"Aku harus terima ini, mungkin ini adalah bayaran apa yang aku lakukan dulu" Ravael.
"Iya aku juga tau masa lalumu dari Muhammad Mail" Rey.
"Apa kamu kenal dengan Mail" Ravael.
"Iya kebetulan aku sekelas dengan dia, dan dia sangat terpukul melihat mu dibully seperti ini, sampai-sampai dia menyalahkan diri dia sendiri jadi aku mohon kamu lawan para pembully itu" Rey.
"Kok dia menyalahkan dirinya sendiri malahan aku ingin berterima kasih kepada pada nya kalo tidak ada dia mungkin aku sudah menjadi pencandu narkoba, pencuri, tukang pukul, dan yang lebih buruk jika dia tidak memperkenalkan ku terhadap dunia otaku mungkin aku akan jadi pemimpin kelompok kejam" Ravael.
"Tuh kan il cek urang ge bener" Rey dalam hati.
"Terus kamu di bully sebab apa" Rey.
"Ya sebab aku menjadi otaku" Ravael.
"Jangan bohong" Rey.
"Sepertinya benar aku tidak bisa berbohong seperti pertemuan kita yang pertama aku merasa ada sesuatu yang akan selesai ketika melihat mu" Ravael.
"Cepat sekarang ceritakan" Rey.
"Mereka semua yang membully aku sebenarnya mereka bukan murid sekolah ini mereka menyusup melalui pintu dan melompat benteng" Ravael.
"Tapi bukankah di situ selalu ada yang menjaga"Rey.
"Iya memang tapi aku dengar-dengar penjaga itu di suap oleh salah satu orang yang membully ku dan orang yang membully ku adalah para bawahan ku yang ingin aku berada di jalan kegelapan kembali" Ravael.
"Kenapa kamu mantap dengan jalan yang kamu pilih" Rey.
"Karena ketika aku bersama mereka aku merasa tidak mempunyai arah dan tujuan sedangkan ketika aku menjadi otaku aku jadi memiliki arah dan tujianku kembali dan akupun sekarang memiliki cita-cita ingin menjadi mangaka, atau novelis. Jadi aku lebih suka jalan yang aku ambil" Ravael.
"Oh syukurlah kalo kamu sudah memiliki jalan yang baru, aku punya 1 pertanyaan boleh" Rey.