YESS OR NO

YESS OR NO
TERANCAM BUBAR PART 29 DAN KETAKUTAN



"Ketika aku mengecek tubuhnya ternyata Rey memang mengalami lupa ingatan" Yusha.


"Apa kamu bisa menyembuhkannya Yusha" Bu Yuna.


"Seharusnya bisa tapi aku harus tau apa penyebab Rey lupa ingatan" Yusha.


"Rey kamu masih ingat apa yang terjadi sebelum kamu terbangun di sini" Bu Yuna.


"Hmm aku cuman ingat ketika aku akan tertidur aku lia- aaaaahhhhh kepala ku sakit sekali" Rey langsung memegang kepalanya.


"Rey udah jangan di paksakan heal" Yusha langsung menidurkan Rey dengan skillnya.


"Yusha kamu apain Rey" Sayo marah.


"Kak Sayo tenang aku cuman menidurkan Rey agar dia tidak merasakan sakit lebih dari yang tadi, karena kalo di paksakan untuk Rey mengingat dia bisa saja dia kehilangan ingatan total" Yusha.


"Sri kamu bawa Rey dari mana" Bu Yuna.


"Aku bawa dia di ruangan pa Lasut" Sri.


"Hah maksud mu BK" Bu Yuna.


"Ehm bukan sih bisa di sebut seperti gudang" Sri.


"Terus pa Lasut melakukan apa ke Rey" Sayo.


"Dia seperti sedang memarahi Rey tapi pa Lasut juga menggunakan remote yang diarahkan ke pada Rey dan sampai Rey kesakitan seperti di cekik" Sri.


"Maksud mu gimana Sri" Bu Yuna.


"Biar ga bingung Bu Yuna boleh pinjam laptop ibu bentar" Sri.


"Nih" Bu Yuna.


Kemudian Sri menggunakan skill nya untuk memindahkan apa yang dia lihat menjadi sebuah video. Dan Sri mengirimkan nya ke laptop Bu Yuna setelah terkirim mereka menonton ketika mereka menonton Yusha langsung mengetahui penyebab Rey lupa ingatan.


"Stop dulu video nya aku sudah tau penyebab Rey lupa ingatan" Yusha.


"Beneran kamu udah tau Yusha" Sayo.


"Iya liat ketika pa Lasut menekan tombol pertama Rey tidak memegangi lehernya melainkan dia memegang kepalanya, dengan kata lain seperti menahan rasa sakit di kepala. Dan perbesar di kedua loncengnya lonceng itu seperti mengeluarkan tegangan listrik jadi ada kemungkinan Rey lupa ingatan karena listrik itu" Yusha.


Karena belum pasti Yusha menonton ulang lagi video nya dan melihat ke arah Aisah karena Aisah diam saja dari tadi seperti orang yang ingin menyampaikan sesuatu tapi tidak bisa karena suatu alasan. Karena tidak ingin memperpanjang masalah Aisah Yusha memutuskan untuk tidak menanyakannya. Setelah videonya selesai Sayo langsung mengcopy video tersebut dan mengatakan akan memperlihatkannya kepada kepala sekolah atau ayah Sayo, ketika ingin pergi Sayo di cegah oleh Kanzaki yang langsung masuk.


"Bu aku minta videonya akan ku lihatkan videonya ke papa" Sayo.


"Ya udah nih aku juga aga kesal pa Lasut sudah melakukan Rey sekejam ini" Bu Yuna.


Videopun telah di copy ke flashdisk Sayo.


"Nih Sayo sudah" Bu Yuna.


"Makasih Bu Sayo ke papa dulu" Sayo.


"Mending kamu jangan serahkan itu ke papa kamu dulu" Kanzaki langsung masuk ke ruang UKS.


"Memang nya kenapa kamu ingin membela pa Lasut" Sayo sedih + marah.


"Bukan seperti itu pa Lasut selalu mempunyai alasan untuk menghindari semua masalah dengan alasan yang sangat logis jadi kalo buktinya cuman satu mending jangan nanti tuntutan itu akan berbalik pada kita, dan satu lagi kalo bisa video itu kalian buat backup nya yang banyak karena koleganya pa Lasut banyak yang pintar untuk memanipulasi segala sistem yang berhubungan dengan komputer" Kanzaki.


"Iya Sayo kamu tenang dulu benar apa yang di katakan nak Kanzaki kita harus mencari banyak bukti, dan sekarang kita mending fokus agar Rey bisa pulih karena Rey bisa saja menjadi kunci dari keberhasilan mengungkapkan kelicikan pa Lasut" Bu Yuna.


"Kak Sayo video itu mending kita bakar menjadi CD" Aisah.


"Ok Bu ada yang punya korek api" Sayo.


"Maksudnya bukan begitu" Aisah.


"Iya kakak juga tau" Sayo.


"Iya bener Sayo itu bisa menjadi perlindungan efektif" Kanzaki.


"Ya udah Yusha bisa belikan CD yang kosong" Sri.


"Memangnya mau diapain Sri" Kanzaki.


"Ehm soalnya dari pada ke fotocopyan lebih baik sama aku saja agar lebih murah dan kita juga bisa menjebak pa Lasut dengan salah satu dari kita pura pura membakar CD di sebuah fotocopyan" Sri.


"Ehm ga buruk juga"


Setelah itu mereka melancarkan rencananya, beberapa detik setelah mereka bubar Rey terbangun.


"Rey kamu sudah tidak apa-apa" Bu Yuna.


"Iya Alhamdulillah udah aga enakan terimakasih, loh kok ada anak kecil disini" Rey.


"Aku udah dewasa,hmph" Bu Yuna.


"Dimana ibu mu dek" Rey.


"Sudah ku bilang aku sudah besar" Bu Yuna.


"Terus guru UKS nya mana" Rey.


"Ini di depanmu" Bu Yuna sembari mengeluarkan tanda pengenal.


"Hah surat ijin sungguhan" Rey.


"Rey aku mau nanya" Bu Yuna.


"Iya nanya apa" Rey.


"Yuna" Rey sembari menunjuk name tag.


Muka Bu Yuna yang asalnya bahagia kerena ia pikir ingatan Rey kembali berubah menjadi kecewa karena Rey menunjuk ke name tag. Tidak lama kemudian pa Lasut datang ke ruang UKS dan langsung menarik Rey ke luar.


"Rey kesini kamu, sudah kamu jangan berpura-pura sakit" pa Lasut.


"Kamu siapa" Rey.


"KAMU JANGAN PURA-PURA LUPA INGATAN SEBAGAI HUKUMAN KAMU TELAH MERUSAK REMOTE CONTROL NYA, KAMU SEKARANG BERSIH KAN CW DI DEKAT KANTIN DENGAN TANGAN KOSONG SEBELUM WC ITU BERSIH KAMU TIDAK BOLEH PULANG" pa Lasut.


"Pa Lasut Rey itu benar-benar sakit dan lupa ingatan kok bapa masih tega-teganya memberi hukuman seberat itu" Bu Yuna.


"Bu dia ini siapa tau-tau ngasih aku hukuman" Rey.


"BERANINYA KAMU MELUPAKAN SAYA" pa Lasut langsung melayang kan pukulan ke Rey.


"Sekarang jawab dulu kamu siapa, aaaaaaa" Rey menahan pukulan yang dilayangkan oleh pa Lasut, setelah itu dasi dan lonceng Rey langsung mencekik dan menyetrum mah karena dia melanggar ketentuan dari hukuman.


"Kenapa dasi ini mencekik ku dan lonceng ini kenapa menyetrum ku Tampa henti" Rey dalam hati.


"Makanya kamu jangan melawan ke majikanmu karena sekarang aku tidak punya remotenya jadi sekarang kamu nikmati hukuman mu itu" pa Lasut langsung pergi.


Setelah pa Lasut pergi dan Rey masih tersetrum dan tercekik, Rey tiba-tiba pingsan yang membuat Bu Yuna langsung berlari ke Rey.


"Rey, Rey, Rey bangun, aw" Bu Yuna memengang lonceng yang masih teraliri listrik.


Karena takut akan membahayakan Rey Bu Yuna menahan sakit karena setrum yang berada di lonceng, lalu bu Yuna menggunakan beberapa cara untuk menghancurkan lonceng dan dari beberapa cara itu masih saja sulit untuk menghancurkannya karena panik Bu Yuna langsung menghubungi Sayo menggunakan hp.


"Sayo kamu bisa kesini sekarang" Bu Yuna panik.


"Ibu kenapa" Sayo .


"Kkkkaaammmuuu cepet kesini" Bu Yuna panik.


"Ibu tenang tolong jelaskan perlahan" Sayo.


"Sayo kamu kesini sekarang kalo tidak nanti akan bertambah gawat" Bu Yuna panik.


"Iya Bu saya kesana sekarang" Sayo.


Sesampainya di ruang UKS Sayo kaget karena Rey udah pingsan kemudian Sayo memegang jidat Rey ketika Sayo memegang jidat Rey Sayo merasakan aliran listrik kemudian Sayo menanyakan kepada Bu Yuna dari mana aliran listriknya kemudian Bu Yuna menunjuk ke arah lonceng.


"Oh ini aliran listrik nya" Sayo langsung memegang lonceng tersebut dan ketika di sentuh lonceng itu langsung lepas dari jepit rambutnya.


"Loh kok kamu bisa melepaskan itu" Bu Yuna penasaran.


"Ini adalah skill ku Bu aku bisa mengutak-atik segala sistem" Sayo.


"Oh jadi roh juga bisa memiliki skill" Bu Yuna.


"Iya sih walau tidak sekuat yang masih hidup" Sayo.


"Tapi kok aku tidak bisa lagi menggunakan skill" Bu Yuna.


"Memang nya skill ibu apa" Sayo.


"Memanipulasi umur, dan terakhir aku menggunakan skill itu ketika umur ku 20 tahun ketika aku di kejar-kejar oleh seseorang misterius di event" Bu Yuna.


"Pasti ibu memaksakan skill itu ya" Sayo.


"Iya kalo tidak aku paksakan aku pasti sudah di tangkap mereka" Bu Yuna.


"Bu mending kita angkat Rey ke kasur" Sayo.


"Ya silahkan sama kamu, kamu kan roh pelindung nya" Bu Yuna.


"Bilang aja ibu ga kuat" Sayo.


"Hehehe iya" Bu Yuna.


Setelah mengangkat Rey ke kasur obrolan mereka dilanjut.


"Oh iya Bu Yuna masih ingin kembali seperti semula" Sayo.


"Iya mau lah" Bu Yuna.


"Mending jangan Bu" Sayo.


"Lah kenapa jangan" Bu Yuna.


Sayo langsung mendekat ke Bu Yuna terus Sayo mencubit pipi Bu Yuna.


"Sayo teme lepaskan" Bu Yuna.


"Kenapa jangan karena ibu imut" Sayo tersenyum.


Karena Bu Yuna melihat senyuman Sayo yang sebenarnya jadi Bu Yuna mendiamkan Sayo untuk memperlakukan Bu Yuna seperti anak kecil, ketika mereka sedang asik Rey bangun.


"Aku dimana" Rey.


"Kamu lagi di UKS Rey" Bu Yuna.


"Kkkkaaammmuuu ssssiiiaaappaaa" Rey sangat ketakutan.


"Rey syukurlah kamu tidak apa apa" Sayo langsung memeluk Rey dari belakang.


"Aaaaaaa lepaskan aku" Rey sangat ketakutan.


Ketiak Sayo melepaskan pelukannya Rey langsung lari ke lemari dan Rey langsung menutup pintu lemari dan mengunci lemari tersebut dengan menggunakan skill menembus, dan setelah mengunci lemari kunci tersebut di bawa menembus oleh Rey/di bawa masuk ke dalam lemari. Jadi lemari tersebut tidak bisa dibuka selain oleh Rey yang ada di dalam.