YESS OR NO

YESS OR NO
TERANCAM BUBAR PART 28 DAN LUPA INGATAN




"Dia adalah Yosa" Kanzaki.


"Terus kalian berdua tau orang nya" Megumi.


"Nah kalo itu kita juga ga tau" Kanzaki dan Yamada.


Ketika ingin ditanyakan alasan kenapa tidak tau bel masuk kelas pun berbunyi dan Kanzaki berjanji akan menceritakan nya sepulang sekolah. Kemudian Megumi berpamitan dengan Rey dengan sedikit menggoda.


"Nanti kakak ceritakan sepulang sekolah sekarang kalian cepat masuk kelas" Kanzaki langsung meninggalkan mereka bertiga.


"Ok" Megumi da Yamada.


"Rey yang semangat" Megumi.


"Iya" Rey aga kaget.


"Uso kamu berharap aku mengatakan itu" Megumi langsung berlari.


"Berisik kamu nyonya" Rey.


Setelah Megumi pergi Rey kaget karena seperti ada yang menepuk pundaknya dan menyebutkan nama Rey.


"Rey"


"Ya da apa nyany-" Rey menengok ke belakang dan tidak melihat siapa-siapa.


"Nj(i)r yang nepuk pundak saya siapa" Rey dalam hati dan aga ketakutan.


"Ih jahat sekali kamu"


"Hah plis lah jangan bercanda ga lucu" Rey dalam hati.


"Rey kamu jahat aku dari tadi diem di samping mu tapi kamu tidak menyadarinya"


"Kak Sayo plis jangan bercanda ga lucu ni" Rey ketakutan.


"Aku Aisah kamu tega sekali Rey" Aisah kesal.


"Oh iya aku lupa skill transparan no aktif skill penghilang keberadaan no aktif" Rey.


"Kamu lupa ya" Aisah cemberut.


"Hehehe iya" Rey.


"Rey kirai" Aisah kesal dan langsung pergi.


Ketika pergi setiap tiga langkah sekali Aisah melihat ke Rey berharap di kejar tapi karena sipat buruk Rey yang ga pedulian Aisah pergi yang berharap dikejar tetapi tidak di kejar sampai aga jauh Aisah balik lagi dan menegur Rey.


"Harusnya kamu kejar Rey" Aisah kesal.


"Oh kamu berharap di kejar ya kaya komik romen" Rey menggoda.


"Berisik" Aisah.


"Tapi ngomong-ngomong kamu tadi sembunyi di mana" Rey.


"Di belakang mu Rey" Aisah.


"Hah sejak kapan" Rey.


"Ya sejak awal" Aisah.


"Oh yuk kita ke pos kita masing-masing" Rey.


"Udah gitu aja" Aisah.


Ketika Rey dan Aisah ingin berpisah Rey dipanggil oleh pa Lasut untuk keruangan pribadinya. Karena khawatir Aisah memaksa Rey untuk menggunakan kedua skill tadi ke padanya.


"Rey nanti kamu datang ke ruangan saya" pa Lasut.


"Iya tuan" Rey terpaksa.


"Rey pasang kan lagi kedua skill kamu yang tadi" Aisah memaksa.


"Hah buat apa" Rey.


"Udah cepat lakukan" Aisah.


"Iya skill transparan aktif skill penghilang keberadaan aktif udah terus kamu mau apa" Rey.


Karena tidak di respon Rey terus memanggil manggil nama Aisah.


"Aisah Aisah kamu dimana jangan bilang kamu akan mengunakan skill ini untuk kejahatan" Rey.


"Maaf Rey aku menggunakan skill ini untuk mencari Sri dan menyuruh dia menggunakan skill nya di ruangan pa Lasut untuk bahan ancaman jika dia macam macam kepada kita" Aisah langsung pergi mencari Sri.


Karena di panggil panggil dan ga ada respon dari Aisah Rey pun langsung menuju ke ruangannya pa Lasut. Setelah Sampai di ruangan pa Lasut Rey langsung disuruh masuk dan Rey juga merasa aneh karena raut wajah pa Lasut seperti sangat marah dan Rey juga tidak tau kenapa pa Lasut bisa marah.


"Assalamualaikum apa tuan memanggil saya" Rey.


"Iya sini duduk" pa Lasut.


"Ok tuan" Rey.


Setelah Rey duduk Rey di interogasi oleh pa Lasut.


"Apa kah kamu tadi membocorkan semua sistem yang ada di baju dan aksesoris yang kamu pakai" pa Lasut.


"Engga tuan" Rey.


"Jangan bohong" pa Lasut sembari memegang remote.


"Tuan mau ngapain pegang itu" Rey ketakutan.


"Apa benar kamu tidak membeberkan nya" pa Lasut langsung memencet tombol yang ada di remote.


"Aaaaaaaaa beneran tuan aku tidak membeberkan nya" Rey kasakitan karena lonceng yang di pakainya mulai menyerumnya.


"Sini biar bapa apa kamu berbohong apa tidak" pa Lasut langsung mengambil sesuatu dari baju Rey.


Setelah mengambil sesuatu dari baju Rey pa Lasut Langsung menekan tombol yang berada di remote tersebut yang membuat Rey sangat sangat kesakitan.


"Tttuuuaaann maafkan aku, aku benar benar tidak tau apa salah ku" Rey kesakitan.


"BERISIK KAMU INI ADALAH HUKUMAN KAMU KARENA SUDAH MENCEMARKAN NAMA BAIK SAYA" pa Lasut marah.


"Maaf kan aku tuan, aku mohon longgarkan dasi ini dan hentikan aliran listrik dari lonceng ini" Rey kesakitan.


Ketika Rey sangat kesakitan pa Lasut tiba tiba terjatuh seperti sudah di tendang di bagian perutnya dan remote yang di pegang nya pun seperti sudah hancur seperti di injak. Karena remote nya hancur dasi yang mencekik Rey tiba tiba melonggar dan aliran listrik yang ada di lonceng Rey tiba tiba berhenti setelah kejadian itu Rey langsung pingsan dan karena tekanan listrik yang cukup lama menyetrum nya dan sesak napas akibat dasi yang mencekik nya.


Pukul 14.00 Rey terbangun di UKS.


"Kamu di UKS Rey"Sri.


"Hah Rey, Rey itu siapa" Rey.


"Yaitu nama kamu" Sri.


"Apa kah nama aku Rey terus kalian siapa" Rey.


"Kamu jangan bercanda Rey ga lucu" Sayo.


"Iya aku ga bercanda kalian siapa" Rey.


Setelah mendengar itu kak Sayo langsung menarik Aisah dan Sri.


"Sri, Aisah sini sebentar" Sayo aga menjauh dari Rey.


"Itu si Rey pura-pura lupa ingatan atau memang asli lupa ingatan" Sayo.


"Kurang tau juga sih kak" Aisah.


"Eeee ano apa aku punya hobi aneh" Rey bingung.


"Memang nya kenapa" Aisah.


"Soalnya aku kan ini menggunakan baju maid apa ini adalah salah satu hobi ku dan kamu juga kenapa menggunakan baju memalukan seperti itu" Rey.


"Aku juga menggunakan ini karena aku ingin membantu mu Rey" Aisah.


"Memang nya ada masalah apa sampai-sampai kamu harus membantu ku" Rey bingung.


"Rey aku mau nanya apa kamu ingat kejadian tadi" Sri.


"Kejadian apa ya aku cuman ingat aku bangun dan langsung melihat kalian bertiga"Rey.


"Nama adik adik kamu siapa" Sayo.


"Ah memangnya aku punya adik" Rey.


"Iya Rey kamu punya dua adik dan satu kakak" Sayo.


"Oh" Rey.


"Aisah, Sri sini" Sayo, Aisah dan Sri aga menjauh dari Rey.


"Kayanya benar Rey kehilangan ingatan nya Aisah kamu tolong panggil Bu Yuna di ruang guru dan kamu Sri tolong panggil Yusha karena mereka berdua yang lebih tau soal ini" Sayo.


"Siap kak" Aisah dan Sri langsung mencari Bu Yuna dan Yusha.


Ketika di tengah jalan mereka berdua bertemu Megumi dan Ren. Mereka berdua Tampa basa basi mereka langsung menanyakan keadaan Rey atau kakak mereka .


"Aisah, Sri bagaimana keadaan Rey aku dengar dia pingsan" Megumi.


"Iya kak Sri, kak Aisah bagaimana keadaan aa Rey, apa apa Rey baik baik saja" Ren.


"Dia tidak apa-apa kok dia cuman kecapean doang jadi tidak ada yang harus di khawatirkan mending sekarang kalian kembali lagi ke kelas untuk membuat catatan untuk Rey dan Aisah" Sri.


"Oh syukurlah" Megumi dan Ren sembari kembali lagi menuju kelas mereka.


Kemudian mereka mencari dulu Yusha karena Yusha tidak mungkin berada di luar kelas karena di jadwal pelajaran kelas Yusha seharusnya Yusha masih belajar, Aisah dan Sri langsung bergegas ke kelas Yusha setelah sampai di kelasnya Yusha dan kebetulan sekali bel jam pelajaran akhir berbunyi yang membuat Sri langsung menarik Yusha.


"Yusha kami butuh bantuan mu" Sri.


"Iya ada apa memangnya" Yusha.


"Udah ikut kita aja dulu, tapi sebelum itu kita cari dulu Bu Yuna" Sri.


"Ada yang panggil ibu" Bu Yuna keluar dari kelas Yusha.


"Loh kok ibu ada di sini" Sri.


"Memangnya ga boleh, hmph" Bu Yuna menggembungkan pipinya.


"Bu Yuna kebetulan menggantikan pa Lasut yang tidak hadir tadi dan Bu Yuna ditunjuk oleh kepala sekolah untuk menggantikannya sementara" Yusha.


"Kira kira pa Lasut kenapa ya" Bu Yuna.


"Apa tadi tendangan ku aga keras ya" Sri dalam hati.


"Kok kamu pake baju seperti itu Aisah" Bu Yuna.


"Oh ini adalah hukuman yang harus di jalani saya Bu salah satunya menggunakan baju ini" Aisah.


"Oh mesum juga ya itu pa Lasut" Bu Yuna.


"Yusha, Bu Yuna ayo cepat ikut aku ke UKS" Sri langsung menarik tangan Yusha.


"Ibu hayu kita ke UKS keburu jadi lebih gawat" Aisah langsung menggendong Bu Yuna agar cepat.


Setelah sampai di UKS.


"Sayo ada masalah apa" Bu Yuna langsung loncat dari gendongan Aisah.


"Ini Bu ke mungkinan Rey ke hilanagan ingatan" Sayo.


"Apa benar, Rey kamu masih kenal aku" Bu Yuna.


"Kak kok anak SD bisa masuk ke sekolah SMK" Rey.


"Aku bukan anak SD, aku udah dewasa, hmph" Bu Yuna kesal.


"Kalo bukan anak SD terus kamu siapa" Rey.


"Aku adalah tunangan mu" Bu Yuna.


"Lagi panik jangan bercanda Bu" Sri, Aisah, Yusha, dan Sayo menyentil jidat Bu Yuna.


"Sakit tau" Bu Yuna.


"Apa yang di katakan anak ini benar aku tunangan nya" Rey.


"Tidak tidak tidak dia cuman bercanda" Sri dan Aisah.


Kemudian Yusha mendekati Rey dan memengang jidat Rey.


"Rey diam dulu sebentar, HEAL" Yusha.


"Yusha gimana dia pura-pura lupa ingatan atau lupa ingatan beneran" Sri.


"Ketika aku mengecek tubuhnya ternyata Rey...."


maaf autdor jarang update.