
"Ketua kenapa waktu itu menggunakan baju laki-laki" Yusha.
"Karena"
"Aku habis pulang ngevent cosplay anime dan ngecosplay nozaki, kan aku juga udah ngajak kamu" Sri.
"Iya sih ngajak masa harus cosplay juga dan cosplay nya jadi chiyo sakura lagi gua kan laki" Yusha kesal.
Tidak lama ketika perbincangan tersebut Rey sadar dan meminta kepada Yusha untuk menghapus ingatan dia dan Ren tentang kejadian tadi karena jika tidak bisa-bisa Ren memiliki trauma mendalam, permintaan Rey kemudian di kabulkan tetapi Yusha tidak menghilangkan ingatannya Rey,
"Heal penghapus ingatan" Yusha.
"Terimakasih Yusha" Rey yang kemudian pingsan kembali.
"Rey maaf aku tidak menghilangkan ingatan mu aku mau kamu bisa lebih waspada dan lebih meningkatkan kemampuan fightmu dengan serius karena aku tau kalo kamu ingatan tentang kejadian tadi di hilangkan kamu pasti malas-malasan dan dendammu pasti berguna bagi kita" Yusha dalam hati.
15 menit kemudian Rey sadar sepenuhnya tetapi Ren masih tertidur karena efek dari menghilangkan ingatan, kemudian Rey teringat harus ke ruangan klub untuk membantu ngenuntaskan kasus. Ketika Rey ingin kembali ke ruangan klub Sri mencegahnya karena kasus mereka sudah selesai karena pelaku nya emang sudah ada di depan mata yaitu Kevin tapi Sri berpesan untuk melindunginya dan klub mantuan harus bisa menutupi dia tetapi Sri memberikan solusi lagi dengan menyuruh Rey membawa sebuah rekaman. Rekaman itu berisi video Rey dan Ren di hajar habis-habisan tetapi ketika video tersebut sudah melewati proses editing.
Yaitu mengcut video ketika Ren di lecehkan dan menggantinya dengan rekaman video ketika Kevin datang sebagai pahlawan. Semua itu hasil dari skill Sri yaitu perekam dan sebagian kecil dari Rey karena Rey telah mengcopy skill Sri Tampa dia sadari.
"Rey sebelum itu kamu bawa video rekaman ini dan di situ terdapat alasan kenapa Kevin melakukan perbuatan itu dan kamu sampaikan dia pelakunya agar mereka mendapatkan pelajaran yang setimpal" Sri.
"Em bukannya video ini video aku sedang di pukuli kenapa ada angel kamera pandanganku" Rey.
"Iya Rey skill mu adalah perfect copy skill dan kalo kamu bisa mengembangkan kemampuan mu skill itu bisa update copy skill yaitu kamu bisa 1-10 tingkat di atas lawan atau kawan yang skill nya kamu copy" Dewi yang menggunakan skillnya yaitu mendeteksi kemampuan.
"Eemm bisa ulang sekali lagi aku ga mengerti" Rey.
"Ahh intinya kamu bisa menguasai dunia dengan skill itu" Sri.
"Tapi cara aku mengaktifkan skill ini bagaimana" Rey penasaran.
"Kalo itu cari tau sendiri ok, cepat-cepat katanya mau ke ruangan klub dan katakan Ren sedang ke suatu tempat bersamaku" Sri.
Setelah itu Rey mengajak Dewi/Kevin untuk ke ruangan klub, ketika di perjalanan Rey membuka hp dan isi hp Rey banyak telepon yang tidak di angkat dan wa yang banyak, setelah itu Rey bergegas ke ruangan klub. Setelah sampai di ruangan klub Rey langsung di tanya-tanya, karena kejadian tadi diceritakan oleh Asolani.
"Rey kamu ga apa-apa" Yani khawatir.
"Engga kok baik-baik saja tuh liat ga ada luka kan di badan ku kan" Rey.
"Engga" Yani.
"Berati itu tandanya aku tidak kenapa-napa" Rey.
"Tapi kata Asolani kamu dan Ren di hajar habis-habisan" Yami.
"Emang iya tapi ada Kevin yang menyelamatkan kita kok" Rey.
"Rey kamu kenal Kevin di mana" Mail karena Mail sangat kenal Kevin dan kakaknya dan dia takut rahasianya terbongkar.
"Ya ketika dia menyelamatkan ku ngomong-ngomong Asolani kemana " Rey.
"dia pulang dulu sepertinya dia masih trauma karena tidak menyelamatkan kalian" Rina.
"Rey Ren dimana" Mail.
"Oh dia di ajak main oleh kakak kelas agar dia melupakan kejadian tadi" Rey melakukan apa yang di perintah Sri.
"Kasus ini sudah terselesaikan ya" Yami menggunakan skill kisi-kisi.
"Bukan begitu Rey" Yani menggunakan skill jawaban.
"Hah jangan bercanda Yami Yani" Mail ketawa kecil karena dia tau betul pelakunya dan takut rahasianya ketauan.
"Iya" Rey.
Ketika itu Mail dan Rina kaget.
"Yang bener" Rina.
"Iya nih video dari kakak kelas yang membantu penyembuhan luka-luka ku" Rey.
Setelah itu mereka melihat video ini lalu mereka menyimpulkan bahwa pelakunya adalah teman sekelas Rey.
"Oh masa, Rimin Guntur siapa ya" Rey bingung.
"Maraknya Rey tong nolep terus dong" Mail.
"Iya iya maaf" Rey.
"Dia juga yang mengancam aku, Mail Asolani dan Ren untuk menjauhi mu" Rina.
"Iya kayanya Ren ikut di hajar karena berani melanggar ancaman itu" Yani.
"Itu semua bukan salah Ren tapi salah ku yang lemah" Rey.
Dan kasus ini pun dianggap selesai kemudian Yami dan Yani melaporkan ini kepada kak Sayo yang berada di UKS untuk membantu Bu Yuna yang merawat yang Bu Yuna dan kak Sayo dianggap adalah korban. Ketika sampai di UKS Yami dan Yani mengatakan kepada Bu Yuna dan kak Sayo bahwa mereka adalah pelakunya tetapi Bu Yuna dan kak Sayo tidak percaya dan kebetulan Yami membawa buktinya setelah melihat buktinya para pelaku yang sedang dirawat diberi surat panggilan oleh Bu Yuna dan di simpan di saku mereka masing-masing.
Setelah Yami dan Yani kembali ke ruangan klub, Yami dan Yani mengajak seluruh anggota untuk menyusul Ren karena mereka akan merayakan keberhasilan misi ketika sedang mencari Mailenanyakan kepada Rey pelaku sebenarnya dan sebab menutupi rahasia.
"Rey sebenarnya kamu tau pelaku sebenarnya ya tapi kenapa kamu malah menutupinya" Mail tau betul karena mengunakan skill analisa yang semakin meningkat/semakin menajam.
"Ketahuan ya ini adalah perintah dari kakak kelas yang memberikan video itu, video itu tidak gratis il aku harus membayar dengan syarat itu" Rey berbisik kepada Mail.
"Tapi alesan nya apa" Mail berbisik kepada Rey.
"Mungkin alasan menguntungkan bagi dia" Rey berbisik kepada Mail.
Ketika di tengah jalan Rey berpapasan dengan Yusha dan menyuruh Rey ke UKS karena Ren telah di perintahkan oleh Sri untuk menunggu di UKS. Setelah itu Rey mengajak mereka untuk ke UKS karena dia pasti ada di sana.
"Woy Ayo kita cari ke UKS" Rey.
"Tapi tadi aku sama Yami ke UKS ga ada tuh Ren" Yani.
"Ya itu tadi mungkin sekarang dia ada di sana" Rey.
Setelah itu mereka semua ke UKS dan benar Ren telah menunggu di sana tetapi ketika di tanya tentang kejadian itu oleh Bu Yuna dia tidak tau apa-apa dan Bu Yuna bersyukur karena dia hilang ingatan tentang dia di hajar habis-habisan. Oleh mereka setelah ketemu Ren dan anggota memutuskan untuk merayakan ini di rumah Asolani.
Sebab merayakan pesta keberhasilan ini di rumah Asolani bertujuan agar Asolani semangat kembali dan mereka langsung bergegas pulang dan ke rumah Asolani untuk merayakan keberhasilan rumah Asolani memang aga jauh, jam 17.00 mereka semua sampai di rumahnya Asolani ketika mereka semua diperbolehkan masuk dan diperbolehkan mengadakan pesta oleh orang tua Asolani Ren dan Rey di suruh oleh orang tua Asolani untuk membujuk nya keluar dari kamar karena Asolani ketika pulang dia langsung mengurung diri di kamar dan terus berkata (maafkan aku Rey Ren) terus setelah mendengar itu Rey dan Ren Langsung ke kamar Asolani.
Tok tok tok
"Asolani ayo keluar ini Rey dan Ren" Rey.
"Iya Asolani keluar nanti kalo kamu ga ada nanti rival ku berkurang" Asolani.
"Apa benar itu kamu Rey dan Ren" Asolani sedang menangis.
"Iya ayo sekarang kamu keluar" Rey.
"Rey Ren Kamu bisa masuk ke sini dulu ga aku tidak percaya itu kalian" Asolani.
Setelah itu Rey dan Ren masuk ke kamar nya Asolani.
"Kamu tidak apa-apa Rey" Asolani.
"Kamu bisa liat sendiri kan Asolani aku baik-baik saja kan" Rey.
"Ren Kamu juga syukur lah baik-baik saja" Asolani kemudian memeluk mereka berdua dengan erat.
Setelah memeluk Rey dan Ren Asolani mencium pipi Rey karena dia sangat senang dan tidak percaya, Ren melihat dengan jelas ketika pipi Rey di cium oleh Asolani, kemudian Ren juga mencium pipi Rey karena dia juga tidak mau kalah oleh rivalnya.
"Rey tolong tutup mata sebentar ini hadiah dari ku" Asolani mencium pipi kanan Rey.
"Hah kamu melakukan apa Asolani" Rey kaget.
"Rahasia" Asolani.
"Ga boleh kalah ni aku" Ren yang langsung mencium pipi kiri Rey.
"Hah kamu apa-apaan" Rey kaget.
"Ren juga ga mau kalah" Ren.
Setelah itu Asolani, Rey dan Ren keruang tau untuk merayakan pesta keberhasilan.