YESS OR NO

YESS OR NO
SOSOK DI BALIK SEMUA KEJADIAN PART 7 DAN MEMBANTU RAS SLIME PART 3



Sesampainya di air terjun Kireru langsung melatih Rey sihir penyembuh dan sihir pembersih. Dengan memerintahkan Rey untuk berada di bawah aliran air terjun ketika Rey ingin ke tengah tengah air terjun itu ternyata tanah/batu yang Rey injak sangat licin kemudian Rey menggunakan sihir lips agar permukaan yang Rey injak tidak licin. Sesampainya di tengah-tengah air terjun Rey kaget karena air terjun yang berada di tengah air itu mengalir seperti jarum setiap tetesnya.


"Eeeee Kireru apa ini yakin aku harus berdiri di sini selama 30 menit" Rey kurang yakin.


"Iya" Kireru.


"Lu gila itu air seperti tajam-tajam" Rey aga marah.


"Iya memang harus seperti itu" Kireru.


Kemudian Kireru melemparkan sebuah batu kecil dan di lemparkan ke tetesan air yang seperti jarum dan ternyata batu itu hancur tanpa sisa karena itu Rey menjadi kurang yakin dan memilih untuk mundur. Ketika Rey akan menjauh dari sana Kireru seperti melafalkan sebuah sihir.


"Dingtra" Kireru.


"Eh kok di belakangku seperti ada yang menghalang" Rey dalam hati.


"Rey kamu mau kemana" Kireru.


"Eeeeee mau pemanasan saja" Rey beralasan.


"Ya udah di situ aja" Kireru.


"Tapi aku ingin lari pemanasan nya" Rey.


"Tidak usah di situ saja dan satu lagi kamu tidak akan bisa kemana-mana dan aku juga bisa menyeretnya ke bawah air terjun itu" Kireru.


Karena Rey sudah tidak bisa kabur Rey pun langsung menuruti perintah Kireru yaitu diam di tengah air terjun selama 30 menit. Dengan perasaan yang tidak yakin Rey memaksakannya tetapi ketika berada di bawah air terjun itu Rey tidak merasakan apa-apa.


"Eh ini tidak seburuk yang aku bayangkan" Rey.


"Iya makanya jangan takut dulu" Kireru.


Tidak lama datang lah Vealdan yang membawakan makan untuk Kireru dan Rey. ketika Vealdan menyapa Rey dan Kireru ternyata Kireru sudah tidak ada di tempatnya itu membuat Rey dan Vealdan bingung.


"Rey, Kireru aku membawa makanan, eh Rey kamu latihan sendiri" Vealdan.


"Engga kok aku bersama Kireru di si, eh Kireru kemana" Rey.


"Apa mungkin dia masih membenciku" Vealdan.


"Tidak kok dia cuman" Rey seperti tertampar.


"Shiit kalo kamu mengatakan lebih dari itu, aku akan mematahkan lehermu" Kireru berbisik-bisik kepada Rey.


"Cuman apa Rey" Vealdan.


"Hmmm cuman tidak tau harus bersikap seperti apa, skill penembus aktif" Rey.


"Teme" Kireru marah.


"Apa kah itu benar Kireru kamu sudah memaafkan ku" Vealdan.


"Iya" Kireru.


"Kenapa kamu mengatakannya sekarang aku kira selama ini kamu masih membenciku karena kesalahpahaman yang aku buat" Vealdan menahan tangis.


"Mau bagaimana lagi kalo aku menunjukan diriku ketika itu yang ada kamu akan banyak musuh jadi aku memilih peran sebagai arwah yang akan menuntunmu" Kireru.


"Seharusnya ketika itu kamu jujur saja, jika ketika itu kamu jujur kamu selamat dari jebakkan aku akan selalu dipihakmu" Vealdan.


"Kok berbelit-belit sih aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan, dan kamu masih saja belum berubah dari pertama kita bertemu" Kireru tersenyum.


Setelah itu Kireru dan Vealdan membahas semua kenangan mereka ketika kecil dan terdengar juga oleh Rey sangking menikmati pembicaraan Rey, dan Kireru tidak menyadari bahwa Rey berada di air terjun itu selama 3 jam.


"Rey kita berbicara berapa lama ya dan ngomong-ngomong aku berada di air terjun itu sudah berapa lama" Kireru.


"Hmm kira-kira ada 3 jam" Rey.


"Hei bodoh cepat kamu menyingkir dari situ air itu bisa-bisa menghancurkan tubuhmu" Kireru kaget.


Setelah itu Rey menjauh dari air terjun itu setelah menjauh Kireru menceritakan bahwa pernah ada seorang ras manusia yang tewas karena lebih sedetik aga lama berada di bawah air terjun dan jika kurang juga manusia atau mahluk itu tidak akan dapat menguasai sihir penyembuh. Dan karena Rey juga Kireru menjadi kaget karena Rey adalah satu-satunya orang atau mahluk yang menarik menurut Kireru.


"Heal" Rey.


Kemudian sebuah cahaya keluar dari tangan Rey dan cahaya itu sangat terang sampai-sampai cahaya itu terlihat seperti sinar matahari kedua. Karena itu penglihatan Rey, Kireru, dan Vealdan langsung buta sementara dan yang mereka dapat lihat cuman refleksi warna putih. Buta sementara itu sampai 5 jam baru Rey, Kireru, dan Vealdan dapat melihat kembali.


"Maaf kan aku dan buta ini cuman sementara palingan kita tidak dapat melihat normal selama 5 jam jadi mohon tunggu saja" Rey menggunakan skill analisa.


"Sudah jangan meminta maaf yang seharusnya disalah adalah aku gurumu" Kireru.


5 jam berlalu setelah Rey, Kireru, dan Vealdan dapat melihat kembali mereka mendengar suara teriakan dan suara itu terdengar di desa tidak pikir panjang Rey, Kireru dan Vealdan bergegas ke desa sesampainya di desa ternyata mereka sudah terlambat desa itu sudah hancur porak-poranda dan suara terikan itu tidak terdengar lagi dan yang lebih parahnya Rey, Kireru dan Vealdan mereka bertiga melihat pembantaian yang dilakukan oleh orang-orang yang menggunakan baju besi.


Salah satu dari melihat ke arah Rey dan orang itu langsung berlutut di hadapan Rey.


"Wahai pahlawan kau lah yang kami tunggu-tunggu"


Disusul dengan semua rekan dari orang yang sedang berlutut dan mereka juga berlutut di hadapan Rey. Karena Rey sudah melihat semua kekejian mereka Rey langsung menanyakan sebab mereka menghancurkan desa.


"Tujuan kalian kesini untuk apa" Rey aga marah.


"Ya tentu saja kami ingin menjemputmu"


"Apa menghancurkan desa ini sebagian dari rencana kalian" Rey.


"Eee itu..."


Ketika mereka ingin menjelaskan Kireru tiba-tiba berubah wujud menjadi manusia ketika Kireru memperlihatkan wujud manusianya semua orang yang berbaju besi tiba-tiba langsung bersujud dan meminta maaf karena sudah menghancurkan desa.


"Maaf kan kamu Ratu kami kira desa ini di kelola oleh kerajaan Malio"


"Iya aku mengerti" Kireru.


"Eh Ehhhhhh" Rey dan Vealdan kaget.


"Ternyata kamu Ratu mereka" Vealdan masih kaget.


"Eeee iya bisa di bilang aku itu bukan Ratu mereka melainkan penyelamat mereka" Kireru.


"Maksudnya" Rey.


"Sebenarnya mereka semua adalah para budak yang aku selamatkan dan seingat ku para budak yang aku selamatkan cuman berjumlah 100 orang kok sekarang menjadi banyak sekali" Kireru bingung.


Ketika Kireru bingung salah satu tentara berbaju baja membuka topengnya dan tentara itu adalah seorang iblis.


"Sebenarnya ketika Ratu memutus kan untuk melindungi dan bertarung demi mengembalikan ras Ratu kami semua terus berpetualang untuk menyelamatkan/memerdekakan semua budak yang ada di dunia ini setelah itu kami mengambil alih suatu kerajaan yang sedang krisis militer dan ekonomi karena banyak dari kami ahli dalam militer dan ekonomi" tentara yang melepas helmnya.


Kemudian kepala tentara itu di usap lembut oleh Kireru.


"Kamu memang bisa di andalkan maou" Kireru.


Ketika Kireru menyebut namanya Rey Langsung mengunakan skill presentase dan analisa secara bersamaan dan ternyata benar maou adalah raja iblis di dunia ini dan presentasenya adalah 45% jadi bisa di bilang bahwa maou belum sepenuhnya menjadi raja iblis. Dan karena penasaran Rey pun bertanya kepada maou mengapa dia mencari pahlawan.


"Maou atau biar enak aku sebut kamu apa" Rey.


"Sudah Maou saja" Maou.


"Ok aku ingin bertanya kenapa kamu mencari pahlawan yang seharusnya kamu hindari. Karena bisa saja kamu langsung terbunuh oleh pahlawan tersebut?" Rey.


"Kamu ini bilang apa sih Rey jelas-jelas cuman namanya saja Maou" Kireru tertawa kecil.


"Tidak Ratu aku memang Maou/raja iblis" Maou.


"Eh aku tidak salah dengar" Kireru tidak percaya.


"Iya sebenarnya ketika itu kalo aku tidak di selamatkan oleh Ratu mungkin aku sudah tewas karena ketika itu mereka sudah tau bahwa aku lah yang di pilih oleh raja iblis sebelumnya untuk meneruskan tradisi keluarga ku dan ketika informasi sangat rahasia itu bocor orang tuaku langsung di bunuh oleh tentara kerajaan Malio. Aku di tangkap oleh mereka dan kekuatan ku digunakan sampai habis oleh mereka setelah aku tidak punya kekuatan lagi aku dibuang oleh mereka dengan cara di fitnah kemudian aku direncanakan di hukum mati oleh mereka. Satu hari sebelum dihukum mati aku di pasang segel budak oleh para kerajaan itu. Dan untungnya ketika malam sebelum aku akan di hukum mati Ratu datang menyelamatkanku" Maou.


"Sebenarnya itu bukan karena ku itu mungkin sebuah kebetulan saja aku berada di sana" Kireru.


"Walaupun itu kebetulan aku berjanji akan selalu setia terhadapmu Ratu" Maou.