
"Tadi itu hampir saja ya" Rin.
"Iya aku sampai deg-degan" Hime.
"Iya sayang sekali kita kalah 1 poin dengan Rival kita" Teyasu.
"Maaf kan aku ini pasti salah aku karena meninggalkan kalian aga lama" Rey.
"Buat apa minta maaf malahan kami berterima kepada mu Hayasu karena kalo kamu tadi tidak keluyuran kita pasti tidak mendapat poin sebanyak itu" Rin.
"Maksudnya gimana" Rey bingung.
"Maksudnya tadi ketika kamu tidak ada. banyak sekali orang membicarakan mereka melihat Rimuru membawa pedang exkalibur" Sri.
"Terus Hayasu pedang exkalibur yang di bicarakan itu mana" Teyasu pemasaran.
"Duh gimana bilangnya Exka ini adalah pedang legendaris exkalibur yang asli" Rey dalam hati.
"Eee pedang itu sudah aku kembalikan" Rey.
"Bicara apa kamu ini aku pedang yang sedang kalian bicarakan" Exka.
"Duh mati aku" Rey dalam hati.
Ketika Exka mengatakan bahwa dia adalah pedang exkalibur sepontan saja mereka langsung ketawa karena mereka sangka itu adalah gurawan semata karena na di tawarkan Exka marah ke pada mereka dan Exka berniat untuk mengubah wujudnya menjadi pedang tetapi ketika Exka ingin berubah Rey membisikan kepada Exka"kalo kamu berubah sekarang kamu akan ku tancapkan di WC tadi" karena itu Exka menjadi takut dan mengurungkan niat untuk berubah.
"Exka kamu kenapa" Rin.
"Engga apa-apa kok" Exka masih ketakutan.
"Mau merayakan nya dimana" Hime.
"Bagaimana kalo di cafe milik orang tuaku saja" Teyasu.
"Idee yang bagus" Rin.
"Eeeee Rin, Hime, Teyasu maaf aku ga bisa ikut di perayaannya" Rey.
"Loh kenapa ini semua bisa terjadi karena mu Hayasu hayu ikut" Rin.
"Sekali lagi maaf karena aku harus ke rumah sakit dulu" Rey.
"Siapa yang sakit Hayasu" Teyasu.
"Saudara ku tapi sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri" Rey.
"Iya ga apa-apa tapi sayang sekali kamu gabisa ikut untuk merayakannya" Rin.
"Rin kamu juga tidak bisa ikut aku ingin menemani Rey" Sri.
"Ris semangat" Teyasu, Rin dan Hime.
Kemudian Rey dan Sri Menganti pakaian mereka setelah mengganti pakaian mereka Sri Langsung bertanya soal Exka.
"Rey aku ingin tau sebenarnya Exka ini bukan manusia ya" Sri.
"Kamu manusia benarkan" Exka menutupi.
"Iya" Rey.
"Woy tadi kamu nyuruh aku untuk menyembunyikannya tapi kok malah kamu bocorin" Exka marah.
"Terus sebenarnya kamu ini apa Exka" Sri.
"Hah beneran mau tau yang sesungguhnya" Exka.
"Iya sebenarnya kamu ini apa" Sri penasaran.
"Perubahan" Exka kembali lagi ke bentuk semula.
"Hah ternyata kamu tidak bohong" Sri langsung pingsan.
"Lah pingsan dia" Rey.
"Terus mau gimana ini" Exka.
"Exka kamu berubah lagi menjadi wujud manusia bisa gawat kalo nanti aku ke rumah sakit membawamu dengan wujud asli mu bisa-bisa kita tidak bisa masuk" Rey.
Kemudian Exka berubah lagi menjadi wujud manusianya kemudian Rey mengendong Sri karena Rey tidak tega meninggalkannya di tempat itu sendiri. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ketika baru pertengahan jalan Sri terbangun dan dia terbangun di pangkuan Rey yang membuat wajah Sri sangat merah.
"Aaaaappppaaaaa yang telah terjadi" Sri bangun dan langsung malu.
"Oh tadi kamu jatuh pingsan kamu tidak apa-apa Sri" Rey.
"Ttttiiidddaaakkk aku baik-baik saja" Sri malu.
"Mau aku turunkan" Rey.
"Aku mohon jangan turunkan aku dulu" Sri senang.
Tidak lama Rey sampai di rumah sakit setelah di rumah sakit Exka langsung berlari karena dia merasakan hawa keberadaan tuannya.
"Kamu mengejek ku Rey" Sri kesal.
"Eh maksudku apa kamu sekarang sudah aga mendingan soalnya aku malu dari tadi kita menjadi bahan tontonnan orang sekitar" Rey malu.
Kemudian Sri melihat ke sekitar ternyata benar. Setelah itu Sri langsung turun dari punggung Rey tidak lama Exka lari kearah Rey.
"Hei kamu harus segera ke kamar tuan ku tolong tuan ku segera kalo tidak tuanku bisa mati" Exka berlari ke arah Rey sembari menangis.
"Memangnya kenapa" Rey.
"Tubuh tuanku sudah terpenuhi oleh luka kalo tidak di tolong nyawanya akan terancam" Exka menangis.
"Kan seharusnya ada para dokter" Sri.
"Iya kata mereka mustahil untuk menyembuhkannya. malahan kata salah satu dokter pendarahannya tidak bisa di hentikan" Exka menangis.
"Ya udah kita kita ke ruangan Esa Yusna dulu" Rey.
"Hayu" Exka dan Sri langsung mengikuti Rey.
Sesampainya di ruang Esa Rey di halang oleh salah satu dokter karena dokter itu khawatir jika penyakit yang Esa Yusna alami adalah penyakit yang tidak tau penyebabnya dan jenis penyakitnya dan dokter itu juga mengkhawatirkan jika penyakit itu menular.
"Dok biarkan saya masuk saya kerabat Esa Yusna" Rey.
"Tidak bisa dek dokter takut penyakit yang Esa Yusna alami adalah penyakit yang bisa saja menular dan dokter tidak mau kalian menjadi korbannya" dokter.
"Dokter biarkan aku masuk aku tidak mau melihat tuanku berjuang sendiri setidaknya biarkan aku menemaninya" Exka menangis.
"Tidak bisa kita cuman bisa pasrah dan serahkan semua ini ke maha pencipta" dokter.
"Dok biarkan aku di samping tuan Esa sampai akhir hayatnya" Exka menangis.
"Ga tunggu aja di sini dan kita berdoa semoga di beri pertolongan oleh maha pencipta" dokter.
"Benar kata dokter Exka kita berdoa saja karena cuman itu yang bisa kita lakukan" Rey.
Kemudian hp dokter itu berdering dokter itu langsung mengangkat telepon tersebut setelah dokter selesai menelepon dokter itu langsung memegang pundak Exka dan mengatakan.
"Sudah sabar tuan mu pasti akan selamat dan sepertinya tuhan telah mengabulkan doa kita melalui seseorang" dokter.
"Terus yang akan menyelamatkan Esa siapa dok?" Rey.
"Dia adalah salah satu anak berbakat di bidang medis, dia juga masihenjalani sekolah menengah kejuruan kalo kalian penasaran nanti lihat saja sendiri orangnya" dokter.
"Dia sekarang ada di mana dok" Sri.
"Dia sedang ada di bawah akan segera menuju kesini" dokter.
"Rey kok aku kaya kenal sama orang yang sedang di bicarakan oleh dokter itu ya" Sri membisik ke Rey.
"Iya aku juga merasakan apa yang kamu rasakan" Rey.
Kemudian orang yang dokter itu katakan datangan dan beberapa dokter yang sedang mengurus pendarahan Esa bahagia semua karena mereka tidak usah khawatir kalo penyakit itu menular dan ternyata orang itu adalah
"Nah itu orangnya" dokter.
"Sudah ku duga" Rey dan Sri dalam hati.
"Eh Rey ketua kok kalian ada di sini" Yusha.
"Kalian sudah kenal dengan Yusha" dokter.
"Bukan kenal lagi dok kita malah 1 sekolah bersamanya" Rey.
"Aku malah sudah menganggap nya seperti adikku sendiri" Sri.
"Dokter Tobi mana pasiennya" Yusha.
"Yusha itu pasien nya" dokter.
Kemudian Yusha meminta semua dokter yang sedang merawat Esa Yusna keluar setelah itu Yusha langsung masuk dan menyembuhkan Esa tidak lama kemudian Yusha keluar dan mengatakan.
"Aku sudah melakukan apa yang aku bisa tapi aku cuman bisa menghentikan pendarahan nya saja aku tidak bisa menyembuhkannya secara total dan kalo ada waktu aku cuman ingin bicara dengan dokter Tobi, dan kedua teman ku ini" Yusha.
"Aku mau ikut" Exka.
"Tidak bisa" Yusha.
"Tidak-tidak aku mau ikut aku mau tau keadaan tuanku yang sebenarnya" Exka merengek minta ikut.
"Tidak soalnya ini masalah nyawa" Yusha dengan nada membentak.
Karena bentakan tersebut Exka langsung menangis dan tidak memperdulikan tangisan Exka Yusha langsung mengajak dokter Tobi, Rey dan Sri ke ruangan rahasia yang kedap suara. Karena tidak tega melihat Exka menangis Rey meminta Exka berubah wujud menjadi wujud aslinya sebelum Exka kembali ke wujud aslinya Rey membuat cloning diri Exka dan membuat Exka yang asli tranparan agar tidak membuat keributan jika Exka berubah menjadi wujud aslinya setelah Exka ke wujud aslinya. cloning Exka yang berwujud manusia yang di buat Rey diperintahkan oleh Rey untuk masuk ke ruangan nya Esa Yusna dirawat.
"Rey kamu sedang apa di sana ayo kalo tidak nanti kami tinggal" Rey.
"Iya" Rey langsung menyusul.