
3 Januari hari Kamis pukul 07.00 Rey sedang ada di ruang klub dia sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan penentuan Rey melawan Suzuki Rika. Tidak lama Mail datang ke ruangan klub untuk melihat persiapan Rey.
"Rey kamu sudah siapa untuk pertandingan hari ini" Mail.
"Kurang tau karena aku juga aga bingung" Rey.
"Bingung kenapa" Mail.
"Bingung karena masakan apa yang harus aku buat" Rey.
"Lah bingung karena itu kirain bingung karena ada acara yang bentrok" Mail.
"Memangnya aku ada acara apa lagi selain, astaghfirullah aku lupa sekarang kan aku ada pertandingan final futsal" Rey panik.
"Ingat ternyata kirain kamu lupa Rey" Mail.
"Enggaklah masa aku lupa dengan turnamen futsal" Rey.
"Terus sekarang gimana" Mail.
"Ya gitu deh aku jalanin aja kedua-duanya" Rey.
"Tapi kan Rey itu bisa saja mepet waktunya. Oh iya Rey kan kamu punya skill cloning" Mail.
"Iya punya terus" Rey.
"Bagaimana kalo kamu buat 1 cloning untuk shokugeki atau adu masak ide yang bagus kan" Mail.
"Iya bagus tapi aku tidak mau licik dalam lomba itu" Rey.
"Ga licik dong Rey kan cloning itu adalah diri kamu sendiri" Mail.
"Iya tau tapi kalo aku buat cloning sekarang dan cloning itu tidak akan kuat selama 2 jam dan jika aku pake cloning aku takutnya cloningku bisa saja menghilang ketika dia sedang memasak" Rey.
Tidak lama ada sebuah pengumuman bahwa pertandingan memasak di percepat yaitu yang seharusnya jam 10.00 menjadi jam 08.00 karena itu Rey langsung senang karena dia tidak usah khawatir dengan bentrok waktu. Singkat waktu jam 08.00 pun tiba Rey dan Suzuki sudah ada di ruang praktek boga dan mereka langsung bersiap untuk memasak tidak lama juri membenturkan sendok ke mangkuk yang menandakan pertandingan di mulai tema dari pertandingan Rey dan Rika adalah bebas dan mereka diberi waktu 1 jam untuk memasak.
Pertandingan ulang mereka berjalan dengan sangat tenang sampai-sampai juri dan para penonton tercengang dengan pertandingan Rey melawan Rika. 55 menit telah berlalu sekarang ke dua perserta sedang melakukan plating pada makan mereka masing-masing tidak terasa waktu memasak mereka telah selesai. Kemudian juri memanggil Rey untuk membawa makanan yang ke depan.
"Waktunya habis angkat tangan kalian" pa Salman.
"Oke yang kami panggil duluan untuk membawa hidangannya ke depan kita adalah Rey bawa hidangan mu" Bu Yuna
"Baik" Rey langsung ke meja juri.
"Silahkan di nikmati" Rey.
"Ok kita coba dulu" pa Agus.
Setelah mencicipi makan Rey. Rey diminta kembali ke base nya, kemudian juri memanggil Rika untuk maju ke depan menghidangkan makanannya di hadapan juri.
"Ok Rey kamu boleh ke base kamu" pa Agus.
"Sekarang Rika bawa makanan mu kesini" Bu Yuna.
"Ok chef" Rika membawa makanan ke hadapan para juri.
"Silahkan" Rika.
Kemudian para juri mencicipi makanan Rika setalah dicicipi Rey dipanggil ke depan untuk penjurian dan penjurian kali ini berbeda setiap juri memiliki koin yang akan di taruh di piring peserta yang makanan nya enak dan siapa yang paling banyak mendapat koin tersebut dia pemenangnya. Kemudian pa Salman berdiri dan memberikan koinnya ke piring yang ada tulisan na Rey sedang kan pa Agus memilih memasukan koin ke piring yang ada tulisan nama Rika dan terakhir adalah penentuan oleh Bu Yuna.
Bu Yuna aga bermain-main agar semua yang menonton deg-degan setelah aga lama di main-mainkan Bu Yuna memberi koin tersebut kepada Rey dan dengan itu Rey menjadi pemenang di pertandingan itu.
"Ok say memberi koin kepada Rey karena masakan dia itu konsisten seperti kemarin sedangkan masakan mu Rika kaya ada sesuatu yang kurang" pa Salman.
"Tapi menurut saya masakan Rika jauh lebih nikmat ketimbang masakannya yang kemarin" pa Agus.
"Kalo saya cuman ingin memberi nasihat kepada mu Rika sepertinya tujuan kamu ingin menang saja dan agar bisa membanggakan kakakmu saja seperti itu kan sedangkan Rey dari masakannya terasa memiliki tujuan yang lebih" Bu Yuna.
Setelah itu Rika mendekati Rey dan memberi semangat.
"Rey selamat ternyata kamu lebih kuat dari yang aku perkirakan" Rika.
"Makasih kamu juga hebat kok aku yakin kakak mu pasti bangga punya adik sepertimu" Rey senyum.
"Oh sangat mudah kok" Rey.
"Iya kalo mudah apa itu" Rika.
"Cuman tujuan masak kita untuk siapa" Rey.
Ketika Rika ingin menanyakan kamsudnya hp Rey tiba-tiba berdering dan yang menelepon Rey adalah teman eskul futsalnya yaitu Digo Pranata.
"Rey kamu masih dimana" Digo.
"Oh maaf aku segera ke sana" Rey.
"Iya kami tunggu" Digo.
"Rika maaf tadi kamu bilang apa" Rey.
"Engga penting kok yang penting kamu cepat dengan teman-teman futsalmu" Rika.
"Rey nanti kita menyusul ke sana" Suzuki Carry sembari merangkul adiknya.
Karena di rangkul kakaknya maka Suzuki Rika langsung memerah karena malu, setelah itu Rey langsung berlari menuju gerbang sekolah karena Rey sudah di tunggu di sana. Sesampainya di depan gerbang.
"Kamana wae ari sia Rey" Digo.
(Kemana aja si kamu Rey).
"Sorry sorry Aya urusan heula sakedeung" Rey.
(Maaf maaf ada urusan dulu sebentar)
"Ya enges hayu urang asup" Digo.
(Ya udah hayu kita masuk)
"Hayu hayu" Rey.
Setelah Rey pergi Aisah dihampiri oleh Febby yang langsung menutup hidung Aisah dengan elap dan membuat Aisah pingsan ketika kejadian itu disaksikan oleh Asolani karena itu juga Asolani langsung di buat pingsan oleh Febby. Pukul 15.00 Asolani di temukan oleh Esa Yusna yang langsung membawanya ke UKS. Tidak lama setelah di baringkan di tempat tidur Asolani terbangun.
"Hah aku dimana" Asolani.
"Kamu sedang ada di ruang UKS tadi aku menemukan mu tergeletak" Esa.
"Kamu kenapa Asolani" Bu Yuna.
"Aku juga kurang ingat" Asolani.
"Haaah Asolani kamu tidak apa-apa" Rey baru saja sampai dan langsung berlari ke UKS.
"Tenang saja aku tidak apa-apa kok cuman kelelahan saja jadi aku pingsan mungkin" Asolani.
"Uuuh ESA YUSNA" Rey marah karena di bohongi.
"Hampura hampura aku cuman ingin jail doang" Esa.
"Memangnya kenapa Rey" Bu Yuna.
"Engga sih Bu saya cuman kirim pesan kepada Rey 'cepat sini teman mu ada yang hampir mati' cuman itu doang hehehe" Esa.
"Esa itu udah aga berlebihan" Bu Yuna.
"Engga apa-apa kok Bu aku sudah terbiasa" Rey bersyukur bahwa Esa sudah seperti Esa yang Rey kenal.
"Asolani tapi kan kamu pasti tau satu kejadian sebelum kamu pingsan" Esa.
"Hah berati kamu pingsan bukan kelelahan" Rey.
"Hehe bukan" Asolani.
"Makanya kita sedang interogasi kenapanya kenapa bisa pingsan dan sepertinya ketika dia sudah pingsan dia di suntik kan suatu serum penghilang ingatan" Bu Yuna.
"Eh Asolani ini adalah kesempatan bagus untuk kamu mencoba skill yang aku berikan" Rey.