
Di hari yang sama, pada waktu malam di rumah Rey. Rey masih aga yakin bahwa sosok Deting adalah kakaknya sendiri atau teteh Ros, karena ingin meyakinkan nya Rey memanggil Ren dengan skill telepati untuk mengajak teteh Ros pergi jadi Rey bisa mencari informasi dan memastikan apakah teteh adalah orang yang sedang mereka cari atau bukan.
"Ren aku butuh bantuan mu" Rey menggunakan skill telepati.
"Iya aa minta bantuan apa" Ren.
"Aa cuman mau kamu bawa teteh pergi kemana kek jadi aa bisa mencari kebenaran soal Deting" Rey.
"Hah si Deting itu teteh Ros" Ren kaget.
"Engga tau juga tapi kemungkinan iya" Rey.
"Ok lah aku akan ulur waktu buat aa Rey cari kebenaran nya" Ren.
Kemudian Ren mengajak teteh Ros untuk keluar rumah setelah mereka ke luar Rey langsung menghampiri kamar teteh Ros untuk mencari kebenaran soal Deting kalo benar teteh Ros adalah Deting, Rey akan langsung menanyakan soal lomba dan kemungkinan lomba yang akan mendapatkan hadiah.
"Hah Ren dan teteh Ros udah pergi sekarang saatnya aku mencari bukti-bukti nya" Rey.
Setelah mengacak-acak kamar teteh Ros, tidak menemukan apa-apa ketika Rey sedang membereskan kamar teteh Ros yang telah dia acak-acak terdengar suara pintu terbuka spontan membuat kaget yang membuat tangan Rey membentur meja dengan aga keras dan membuat tangan Rey memar.
14 Desember hari Jumat pukul 15.00 di ruangan klub Rey, Ren, dan Mail. Yang sudah duluan menunggu di ruangan klub membahas perkembangan soal sosok Deting.
"Aa Rey jadi gimana perkembangan kemarin berhasil menemukan bukti" Ren.
"Ehm aku hanya berhasil menemukan buku ini saja" Rey.
"Mana bukunya" Mail.
"Tunggu, nih bukunya" Rey menteleport buku yang kemarin dia lihat.
"Aa kenapa di teleport" Ren.
"Ya agar teteh Ros ga curiga itu aja sih" Rey.
"Dah dah itu ga penting, Rey ini buku berisi apa" Mail.
"Kan kamu bisa liat dimana-mana buku berisi kertas lah" Rey.
"Eh jangan bencana" Mail.
"Bercanda" Rey dan Ren.
"Nah itu, maksudku apa isi tulisan atau pesan yang di sampaikan buku itu" Mail.
"Ya mana aku tau lah aku baca juga belum" Rey.
"Lah Ari sia naha mawa buku ie Jang naon" Mail.
(Lah Ari kamu kenapa bawa buku ini buat apa)
"Nya curiga weh da pas rek maca Ren dan teteh aing na kaburu balik jeung buku na te bisa ku urang bawa nembus"Rey.
(Ya curiga aja karena pas ingin maca Ren dan teteh aku nya keburu pulang dan buku nya ga bisa di bawa nembus oleh ku)
"Ya udah sekarang mending kita baca sebelum yang lain datang" Ren.
Kemudian buku itu mereka bertiga baca dan baru setengah membaca datang Yani, Yami, dan Asolani dari OSIS. Membuat mereka bertiga kaget bukan main.
"Assalamualaikum kami datang" Yani.
"Eh Bangs*t kaget sembunyikan itu buku" Mail.
Replek Ren Langsung melemparnya ke arah Asolani karena panik.
"Aduh" Asolani langsung jatuh akibat kena lemparan buku.
"Kamu ga apa-apa Asolani" Yami.
"Woy bangbang aku ga ditanya" Asolani.
"Oh sorry, sorry. Hah ini buku apa" Yani.
"Matilah kita" Rey, Ren, dan Mail.
"Rey skill teleport mu masih bisa aktif" Mail.
"Ngga nj(i)r" Rey.
Yani, Yami, dan Asolani langsung membaca buku tersebut sampai tamat, ketika mereka sudah tamat membaca raut wajah mereka langsung melihat Rey, Ren, dan Mail dengan raut wajah marah.
"Il, Ren kabur yuk skill teleport urang geus aktif" Rey.
"Yuk" Ren dan Mail.
"Rey, Ren, Mail jangan berpikiran mau kabur" Asolani marah.
"Gimana nih" Rey.
"Udah cepet kita teleport aja" Ren, dan Mail.
"Ya udah ok" Rey.
"Asolani, Yami tangkap mereka" Yani.
Mereka langsung otw menangkap Rey, Mail dan Ren tapi tidak berhasil. Kemudian Yani memerintah Asolani untuk menggunakan skill karena skill Asolani salah satunya bisa mendengar dengan jarak yang sangat jauh setelah menemukan lokasinya Asolani langsung menyuruh Yani, dan Yami untuk ketempat yang telah di beri tau Asolani yaitu Yani ke ruang busana, Yami keruang boga, dan Asolani akan ke lab komputer.
Cerita ke Yani terlebih dahulu yang ke ruang busana, ketika Sampai di ruang busana Yani mencari salah satu dari ketiga orang yang kabur setelah mencari kemana-mana salah satu dari mereka belum ketemu tetapi Yani melihat hordeng yang bergerak tapi di dalam tidak ada angin karena penasaran Yani mendekat dan ketika membuka hordeng tersebut tidak ada siapa-siapa dan membuat Yani aga takut kemudian Yani melangkah kebelakang karena takut ada apa-apa setelah dekat dengan pintu keluar yang sembunyi di ruang tata busana tidak sengaja menjatuhkan sesuatu di sana yang menjadikan Yani kaget bukan main dan kemudian Yani langsung lari menjauh dari sana.
Cerita Pindak ke Yami di ruang boga atau ruang masak belum juga masuk Yami melihat badan Ren putih semua karena kejatuhan tepung terigu yang membuat Yami tertawa terbahak-bahak.
Terakhir cerita berpindah ke Asolani yang memeriksa lab komputer. Setelah sampai di lab komputer Asolani melihat Mail sedang asik bermain game di PC sekolah dengan pa Agus atau kepala sekolah, di sekolahan tersebut karena Asolani sudah tau itu Mail dan pa Agus kemudian Asolani masuk ke lab tersebut dengan perlahan karena dia punya niatan untuk mengagetkan Mail sebelum di kagetin pa Agus menawarkan kepada Asolani untuk ikut main dan tawaran tersebut di terima.
Cuman Rey saja yang belum di ketahui oleh Yani, Yami ataupun Asolani karena dia lah pelaku yang mengagetkan Yani di ruang busana karena Rey kasian kepada Yani kemudian dia mengejar Yani untuk berminta maaf tapi karena di dalam menyadarinya Rey malah lebih menakuti seisi sekolah karena dia mengaktifkan skill tranparan dan mengnonaktifkan nya kembali tapi cuman pakeannya saja. Setelah Yani terkejar Yani langsung pingsan karena ketakutan dan Rey bingung kenapa dia pingsan ketika Rey melihat ke kaca dia ternyata cuman memunculkan bajunya saja.
"Yani akhirnya terkejar juga" Rey cuman terlihat pakeannya saja.
"Aaahhh-" Yani menengok kebelakang dan langsung pingsan.
"Duh pingsan lagi ni orang gimana ya" Rey.
"Oh nj(i)r aku cuman memperlihatkan pakean ku saja pantas saja dia langsung pingsan" Rey melihat cermin atau kaca hitam yang memantulkan bayangan.
"Heal" Rey menggunakan skill Yusha untuk menyadarkan Yani.
"Hah Rey" Yani perlahan sadar.
"Iya, Yani maaf tadi aku menakuti mu" Rey menyesal.
"Iya ga apa, hah kamu tertangkap" Yani.
Kemudian Rey, dan Yani, Ren dan Yami ke ruang klub ketika sampai di ruang klub mereka bingung mengapa Asolani belum kembali dari lab komputer. Kemudian Rey, Ren, Yani, dan Yami memutuskan untuk memeriksa ke sana. Sesampainya di lab komputer Rey, Ren, Yani,dan Yami melihat Mail, Asolani, dan pa Agus sedang asik bermain game di PC.
"Ehm pantas saja lupa untuk melapor ternyata kalian sedang asik di sini" Yani.
"Ayah, Asolani, dan Mail ikut kita sekarang" Yami.
"Lah Ayah salah apa" pa Agus.
"Udah ikut saja kami ke ruang klub" Yani.
Setelah sampai di ruangan klub mereka bertiga di ceramahi.
maaf cuman liris 1 eps, eps keduanya insyaallah rilis besok