YESS OR NO

YESS OR NO
KELASMIT PART 14 DAN KIMI



"Senior ini mengingatkan ku dengan kejadian pertama kali kita bertemu di SMP" Kimi.


"Hah kamu siapa" Lisna.


"Cari tau aja sendiri" Kimi.


Kimi dan Lisna kembali ke basenya masing-masing dan mereka berdua fokus ke makanan mereka masing-masing. Tetapi Lisna masih kepikiran dengan Kimi yang sebenarnya. Singkatnya masakan mereka berdua selesai setelah selesai juri pun memanggil Kimi untuk membawa hidangan nya.


"Kimi coba jelaskan apa yang kamu buat" juri satu sembari mencicipi masakan Kimi.


"Itu adalah mie nasi goreng tinta hitam" Kimi.


"Terus apa saja yang spesial di hidangan ini" juri kedua sembari mencicipi masakan Kimi.


"Di situ ada potongan gurita, cumi, dan sotong yang saya mari nasi dengan rempah yang dapat mendukung kelezatan dari makanan itu tapi tidak mengurangi rasa dan bau amis dari ketika bahan lautnya" Kimi.


"Kenapa kamu pertahankan bau dan rasa amis dari 3 bahan lautnya" juri ketiga sembari mencicipi masakan Kimi.


"Ya aku cuman ingin ciri khas laut ada di hidangan itu" Kimi.


Setelah mencoba masakan Kimi, Kimi pun disuruh kembali ke basenya kemudian juri memanggil Lisna untuk membawa makanannya ke depan meja.


"Bisa di jelaskan kamu buat apa" juri dua sembari mencicipi masakan Lisna.


"Pasta gurita cingcang tinta hitam" Lisna.


"Ueek kok bau sekali hidangan kamu" juri dua mencium masakan Lisna.


"Coba dulu kemudian anda komentar lagi" Lisna.


"Ternyata rasanya tidak seperti baunya" juri dua mencicipi masakan Lisna.


"Haaah dasar si penyihir" Albert di bangku penonton.


"Memangnya makan kak Lisna kenapa kak Albert" Asolani di bangku penonton.


"Bukan masalah rasanya Lisna itu terkenal sebagai penyihir dari SMP negeri 7. Dia mendapat julukan itu karena ketika praktek masak di sekolah nya dia itu pernah membuat makanan yang baunya sampai tercium 10 kelas" Albert di bangku penonton.


"Bukanya kalo masakan adalah wangi" Febby di bangku penonton.


"Kenapa bau ya memang mau menjijikan lah yang kami cium dan kebetulan kakak juga dari SMP negeri 7 juga tapi katanya ketika di coba guru yang mengajar di kelas Lisna jadi ingin lagi memakan masakan Lisna" Albert di bangku penonton.


"Oh aku mengerti jadi masakan Lisna tuh seperti buku lagi ya kakak jangan liat buku dari sampulnya" Asolani di bangku penonton.


"Yap cuman di ganti jangan menilai masakan dari baunya" Albert.


Tidak lama Rey datang.


"Bang Rey kamu dari mana saja" Asolani di bangku penonton.


"Asolani bisa ikut aku bentar" Rey menarik Asolani menjauh.


"Ada apa bang Rey" Asolani.


"Ternyata benar identitas Kimi itu adalah Rere Tae" Rey.


"Yang lawan aku ketika di sekolah" Asolani.


"Iya dan aku curiga di babak 5 besar kamu akan di culik oleh dia" Rey.


"Hah kenapa aku kan skill ku ga guna" Asolani mulai takut.


"Itu cuman kemungkinan ku saja karena ketika di sekolah Rere Tae malah bekerja sama dengan mu dan Rere Tae juga dari raut wajahnya tidak seperti yang lain dia seperti mencari patner doang" Rey.


"Bukannya masak nya sendiri sendiri?" Asolani bingung.


"Engga malahan babak 5 besar kita masak bertim" Rey.


"Kamu tau dari mana bang Rey?" Asolani.


"Ketika aku ke kursi penonton aku ga sengaja dengar para staf acara membicarakan tema soal ini" Rey.


"Terus satu timnya ada berapa orang" Asolani.


"Satu tim terdiri 2 orang yang akan masak" Rey.


"Terus kamu akan satu tim dengan siapa bang Rey" Asolani.


"Ya kalo kamu gagal ke babak selanjutnya paling aku memilih mu" Rey.


"Karena yang aku dekat di sini hanya kamu saja" Rey.


"Terus kalo ada Mail kamu akan milih dia" Asolani aga kesal.


"Engga lah aku dengannya kalo soal masakan kita selalu berdebat" Rey.


"Terus kalo Megumi" Asolani masih kesal.


"Engga karena dia pasti nolak" Rey.


"Aisah" Asolani masih kesal.


"Duh aku harus jawab apa lagi dia masih kesal" Rey dalam hati.


"Mungkin" Rey.


"Apa itu jawaban yang benar" Rey dalam hati.


"Kalo Sri" Asolani masih kesal.


"Tidak karena kalo aku berpasangan dengannya yang ada makanannya jadi hancur" Rey.


Rey mengatakan seperti itu karena Rey pernah tidak sengaja melihat Sri sedang masak di dapur sekolah.


"Ren" Asolani mulai aga tersenyum.


"Mungkin" Rey.


"Berati ini satu-satunya jalan untuk aku lebih dekat dengan bang Rey" Asolani dalam hati.


"Asolani kamu dengar tidak" Rey melambaikan tangan di depan Asolani.


"Eh iya ada apa bang Rey" Asolani kaget.


"haaah ternyata kamu tidak dengar" Rey.


"Ada apa bang Rey" Asolani.


"Ga ada apa-apa" Rey.


Tidak lama Asolani di panggil oleh Febby karena pertandingan selanjutnya adalah pertandingan Asolani melawan.


"Kirain kalian di mana kak Asolani ayo kita ke bawah pertandingan selanjutnya adalah pertandingan kita" Febby.


"Udah pertandingan kita terus pertandingan Kimi dan Lisna dimenangkan oleh siapa" Asolani.


"Kimi dengan kemenangan mutlak 3-0" Febby.


"Bang Rey tadi kamu mau bicara apa" Asolani masih penasaran.


"Engga ada" Rey.


"Kak Asolani ayo" Febby menarik-narik lengan Asolani.


"Iya tunggu bang Rey tadi mau bilang apa" Asolani kekeh penasaran.


"Aaaaahhhhh tidak ada tapi semangat untuk kalian berdua jangan sampai ada yang mengalah" Rey.


Karena perkataan Rey. Asolani dan Febby tersipu malu dan Febby pun menarik Asolani sembari menahan malu. Setelah itu Rey kembali ke bangku penonton.


"Rey ternyata si Kimi tuh adalah murid dari sekolah kita dan dia juga adik Rara" Lisna.


"haaah sudah ku duga" Rey.


"Jadi kamu sudah tau Rey" Albert.


"Iya, tadinya aku juga ingin memberi tau kak Albert dan Febby tapi aku takut disebut sok tau" Rey.


Kemudian Asolani dan Febby memasuki arena memasak kemudian juri memberi tau mereka harus mengolah bahan apa ternyata tema memasak mereka bebas tetapi mereka juga di larang menggunakan kompor dan hanya boleh menggunakan oven dan alat yang ada di meja mereka masing-masing, alat itu adalah sebuah mikser dan mereka juga di larang ke tempat alat masak tapi mereka di perbolehkan untuk mengambil 1 alat masak. Waktu mereka untuk memasak cuman 45 menit setelah di jelaskan peraturannya oleh para juri Febby dan Asolani di panggil satu persatu yang pertama di panggil adalah Febby. Febby di perbolehkan mengambil satu alat masak kemudian Febby mengambil timbangan setelah mengambil timbangan Febby kembali ke basenya kemudian Asolani diperbolehkan untuk mengambil satu alat. Asolani pun mengambil parutan keju setelah mengambil alatnya Asolani kembali lagi ke basenya.


"Febby kamu ambil apa" juri satu.


"Timbangan chef" Febby.


"Kamu Asolani mengambil apa" juri satu.


"Parutan keju Chet" Asolani.