
"Oh syukurlah kalo kamu sudah memiliki jalan yang baru, aku punya 1 pertanyaan boleh" Rey.
"Boleh" Ravael.
"Aku mau tanya sebab kamu di bully kenapa" Rey.
"Karena nama" Ravael.
"Jangan bohong" Rey.
"Asli" Ravael.
"Beneran karena nama aja" Rey.
"Iya" Ravael.
"Maaf Shiro Megumi aku harus berbohong padamu karena ini adalah masalah pribadiku dan aku tidak ingin ada orang lain yang terlibat" Ravael dalam hati.
Setelah itu bel selesai istirahat pertama berbunyi Rey dan Ravael mereka kembali ke kelas nya masing masing. Ketika di kelas Rey di hujani pertanyaan oleh Mail tentang alasan Ravael di bully kemudian Rey menceritakan yang tadi terjadi setelah mendengar cerita dan respon Mail menanggapi cerita dari Rey mengatakan kepada Rey kalo alasan itu bukan yang sebenarnya Mail bisa tau karena skill yang ia miliki sudah meningkat dengan kemampuannya yang meningkat Mail bisa melihat kebohongan dari kata-kata walaupun itu di ceritakan bukan oleh orang aslinya.
Kemudian Mail memutuskan setelah pulang sekolah akan langsung menemui Ravael tetapi dia minta di temankan oleh Rey karena Mail sudah beberapa kali ingin mendekati Ravael tapi dia selalu menghindar darinya dan ketika di tempat yang sepi dia selalu kehilangan jejaknya(karena Mail tidak tau skill Ravael telah bangkit ketika kelas 1 dan ketika Ravael tau sedang di ikuti dia sengaja membawa orang yang mengikutinya ke tempat yang sepi dan dia mengubah wujud nya menjadi perempuan agar yang mengikutinya tidak mengetahuinya).
Singkat cerita bel istirahat kedua berbunyi Rey langsung mengajak Mail untuk shalat dan setelah shalat Rey akan mempertemukan Ravael dengan Mail. Setelah shalat Rey langsung menarik Mail untuk bertemu dengan Ravael. Ketika Rey ingin mempertemukan Mail dengan Ravael Rey melihat Ravael versi perempuan akan ke suatu tempat tetapi ketika itu Mail langsung tau bahwa itu adalah Ravael.
"Megu-chan itu Ravael Hotaru ya" Mail.
"Mmmeegu-chan jangan panggil aku seperti itu, Kono yarou" Rey sembari memukul-pukul dada Mail.
"Iya iya maaf" Mail.
"Unch bet nj(i)r untung sia laki-laki kalo betulan cewe udah di pacaran lu" Mail dalam hati.
"Jangan berpikir kamu ingin mempacariku kalo aku ga bisa kembali ke wujud laki-laki" Rey.
"Jangan copy skill ku dong" Mail.
"Bodo, tapi dari mana kamu tau itu Ravael" Rey bingung karena yang tau rahasia Ravael cuman Rey.
"Iya iya dong kan sekarang kemampuanku sudah meningkat" Mail sombong.
"Jadi apa yang kamu dapat dari meningkatnya kemampuan itu" Rey.
"Yang aku dapat jadi aku tau orang itu berbohong atau tidak, hebat kan" Mail sombong.
"Oh pantesan ketika kemampuan mu Mail ka sengaja kecopy urang bisa meningkatkan dan menurunkan kemungkinan dari apa yang aku lihat" Rey.
"Hahaha berati skill copy kamu masih dibawah skill aslinya" Mail masih sombong.
"Oh malahan kemampuan ini diatas kemampuanmu" Rey.
"Hah maksudnya diatas apa" Rey.
"Skill mengetahui orang berbohong atau tidak sudah aku dapatkan dua Minggu yang lalu dan ini adalah skill tingkat 5 dari skill mu jadi kamu yang dibawah ku il" Rey.
"Hah itu tingkat 5 terus tingkat 3 dan 4 apa" Mail.
"Nanti aku jelasin sepulang sekolah, sekarang mending kita kekelas dulu yuk" Rey.
"Nanti aja aku temukan Mail dan Ravael" Rey dalam hati.
Setelah itu Rey dan Mail bergegas ke kelas setelah di kelas dan memulai pelajaran perut Rey berbunyi sampai-sampai terdengar seisi kelas yang membuat kelas yang asalnya hening menjadi aga berisik dengan tertawaan orang-orang yang berada di kelas karena Rey, yang dari pagi belum makan apapun. Setelah itu Ren mengasih makanan yang iya biasa makan ketika belajar.
"Nih buat kamu" Ren.
"Ga nyangka Ren bisa sebaik ini" Rey dalam hati.
"Terimakasih" Rey.
"Nj(i)r ni orang kesekolah cuman niat makan bukan belajar" Rey dalam hati.
Setalah itu Rey di beri waktu untuk makan agar bisa lebih serius lagi. Setelah makan Rey melanjutkan pelajaran singkat pelajaran itu selasai kemuadian diaelanjutkan dengan pelajaran matematika oleh Bu Shinta ketika masuk Bu Shinta langsung mengadakan ulangan yang langsung menimbulkan teriakan histeris para murid yang belum belajar. Kemudian mereka semua melihat ke arah bang ku Rey yang sedang di duduki oleh Shiro Megumi (Rey itu sendiri).
"Kalo saja ada Rey kita pasti bisa nyontek" salah salah satu murid yang duduk di belakang kursi Rey.
"Mampus loh ga bisa nyontek lagi sekarang hahaha" Rey ketawa jahat.
"A mau di bongkar ga rahasianya" Ren bisik-bisik.
"Iya bang Rey mau di bongkar ga rahasianya" Asolani bisik-bisik.
"Betul Rey mau di bongkar rahasianya" Mail bisik-bisik.
"Rahasia apa" Rey.
"Sebenarnya Shiro Megumi adalah Rey" Ren, Asolani, dan Mail.
"Silahkan saja" Rey.
"Pasti tidak ada yang berani" Rey dalam hati.
"Woy kalian mau tau rahasia sangat besar" Asolani.
"Iya iya iya nanti aku kasih contekan kalian" Rey takut.
"Takut kan" Ren, Asolani, dan Mail dalam hati.
"Rahasia apa asol"
"Sebenarnya aku belum belajar tehe" Asolani.
Setelah itu seisi kelas tertawa sebelum ulangan dibagikan, tetapi karena Asolani mengatakan belum belajar, jadi Bu Shinta memberi mereka kesempatan untuk belajar dulu selama 10 menit. 10 menit berlalu mereka semua langsung fokus pada ulangan yang di berikan dan tentu saja Asolani sangat mengharapkan contekan karena tau Rey selalu memberi contekan di menit-menit akhir Asolani langsung mengaktifkan skill nya yaitu manusia setengah kucing dan skill itu pun sekarang sudah peningkat juga yang menjadikan Asolani bisa menidurkan dan menghipnotis orang-orang sekitarnya dengan dengkuran. Tetapi Asolani menggunakan skill itu bukan untuk mengtidurkan atau menghipnotis orang sekitar melainkan dia ingin mendengar jawaban dari mulut Rey karena skillnya bisa mendengar 10x lebih tajam ketimbang manusia biasanya.
"Waktu ulang tinggal 10 menit lagi" Bu Shinta.
"Rey udah belum aku ingin lihat 2 soal yang aku belum" Mail.
"Belum sabar dulu tinggal 1 deui" Rey.
Setelah Rey selesai Rey membagikan hasil ulangannya melalui video yang di kirimkan ke hpnya Mail, Ren dan Asolani mengunakan skill Sri yang sebelumnya pernah di copy secara bersamaan. Setelah itu Mail, Ren dan Asolani mengeluarkan hpnya walaupun sembunyi-sembunyi.
"Tuh udah aku kirim isinya ke hp kalian" Rey bisik-bisik.
"Ok makasih Rey" Mail, dan Asolani bisik-bisik.
"Hpnya simpen" Bu Shinta.
"Terpaksa aku harus menggunakan dengkuran ku untuk menghipnotis Bu Shinta sementara" Asolani langsung menggunakan skill dengkuran kucing.
Setelah itu yang lain terkecuali Ren, Mail dan Asolani. Mereka memasukan hpnya ke dalam tas masing-masing.
"Lah cara itu bisa juga" Rey dalam hati.
Setelah itu ulangan pun selesai dan langsung di kumpulkan ke depan untuk di periksa oleh Bu Shinta di ruangan guru.
"Anak anak pelajaran hari ini kita sampai sini saja udah ibu ada belajaran lain ga" Bu Shinta.
"Ga ada Bu"
"Kalo gitu ayo kalian baca doa dulu sebelum pulang" Bu Shinta.
Setelah kelas bubaran Ren dan Asolani langsung ke ruang klub sedangkan Rey dan Mail ke suatu tempat untuk bertemu dengan Ravael Hotaru ketika Rey akan ketempat itu Rey melihat presentase akan ketemu 30/70 yang kemudian Rey mengubah itu menjadi 50/50 karena skill Mail tingkat 5 nya.
"Il cigana mah presentase kamu bisa ketemu dengan Ravael Hotaru 50/50" Rey.