
"Sial kok aku kehilangan jejak nya" Mail.
"Tapi tidak semudah itu ferguso untuk lolos dari pengejaran ku" Mail.
"Rey ayo keluar dari ruangan itu aku tau kamu di sana" Mail.
"Aaa ah memang susah juga lepas dari pengejaran mu il" Rey keluar dari persembunyiannya dan mengnonaktifkan skill transparan.
"Sekarang katakan apa yang kamu sembunyikan" Mail.
"Ternyata benar aku tidak bisa menyembunyikan sesuatu di hadapanmu" Rey.
"Iya ayo katakan apa yang kamu sembunyikan" Mail.
"Aku mempunyai kemungkinan terhadap Deting itu aku curiga kalo Deting itu adalah kakak ku tapi aku sendiri belum yakin" Rey.
"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu" Mail.
"Karena aku sering membaca buku yang berada di kamar kakak ku dan buku-buku itu berisi tentang cerita pertikungan dalam percintaan" Rey.
"Ya bisa jadi juga, terus buku itu pake tulisan tangan" Mail.
"Ehm engga sih semua buku itu hasil print out" Rey.
"Aga sulit juga tapi ini akan menarik" Mail.
"Apa kamu akan memberi tau ini kepada yang lain" Rey.
"Ehm tidak akan karena data yang kamu berikan belum falid/masih kemungkinan doang, dan jika benar orang yang sedang kita cari adalah kakak mu aku juga tidak akan memberitahu anggota lain karena akan menarik saja" Mail.
"Nj(i)r sadistic" Rey.
"Bodo" Mail.
Setelah Rey di interogasi oleh Mail, mereka berdua merasakan mereka sedang di awasi.
"Il didinya ngarasa te aya nu mengawasi arurang ti tadi" Rey bisik bisik.
(Il kamu merasa ga ada yang sedang mengawasi kita dari tadi)
"Boroan teh urang hungkul nu ngarasa" Mail.
(Kirain aku doang yang merasakannya)
"Aduh aku ketauan, kabur ah"
"Woy jangan kabur kau" Rey dan Mail.
Ternyata pelakunya adalah Asolani karena ketika dia akan lari dia tersandung kemudian terjatuh di depan mereka berdua.
"Ternyata kamu ya Asolani" Mail.
"Hehe maaf, aw" Asolani ingin berdiri tapi terjatuh kembali karena kakinya bengkak akibat kesandung tadi.
"Makannya hati hati" Rey menyentil jidat Asolani.
"Tahan sebentar, heal" Rey menyentuh kaki Asolani yang bengkak.
"Makasih bang Rey" Asolani tersipu malu.
"Asolani apa kamu bisa merahasiakan perkataan kita tadi" Mail.
"Ok, kenapa harus di rahasiakan bang Mail" Asolani bingung.
"Karena kalo kamu kasih tau mereka misteri ini tidak akan menarik, jadi kamu pura-pura tidak tahu OK" Mail.
"Sadistic nj(i)r" Asolani.
"Ih samaan kata-katanya" Mail.
"Berisik" Rey malu.
"Eh" Asolani malu.
Setelah itu mereka bertiga kembali ke ruangan klub sesampainya di ruangan klub mereka bertiga bingung karena tidak ada siapapun di sana tetapi ada sepucuk surat yang berisi. (Asolani, Mail, dan Rey/Shiro Megumi jika kalian mencari kami. Kami berada di ruang OSIS sedang rapat soal masa depan klub kita). Setelah membaca surat tersebut Asolani mengajak Rey dan Mail untuk mengajak main game.
"Bang Rey bang Mail kita maen game yuk, sembari menunggu mereka kembali ke sini" Asolani.
"Ehm boleh juga tuh ide" Rey.
"Kuy kita main" Mail.
Asolani, Mail dan Rey langsung login ke game nya.
"Bang Mail bang Rey kalian dimana" Asolani.
"Oh aku sedang di lantai 20" Mail.
"Hayyu menjalankan misi party aku tunggu di lantai 10" Asolani.
Setelah itu.
"Rey sia di mana na sih buru rek milu ngabereskeun misi te" Mail.
(Rey kamu di mana hayu cepet mau ikut menyelesaikan misi ga)
"Huuh kalem urang kagok ker misi solo heula lumayan Jang menangkeun item" Rey.
(Iya sebentar aku tanggung lagi memberekan misi solo dulu).
"Ah sia mah buru" Mail.
(Ah kamu mah cepet)
"Iya iya tinggal lawan bosnya" Rey.
"Udah beres belum bang Rey" Asolani.
"Iya iya ini juga udah beres aku menyusul kesana" Rey.
Setelah mereka bertiga berkumpul mereka langsung menjalankan misi party ketika Asolani, Mail dan Rey sedang asik main game. REN, Rina, Yani, dan Yami datang.
"Ehm enak ya orang lain pusing cari alasan di sana kalian malah asik main game" Ren.
"Nanti nanti jangan dulu ajak bicara kita" Mail.
Singkat cerita mereka bertiga telah selesai.
"Nah sekarang kalian ingin bicara apa" Rey.
"Kalian bertiga sini duduk" Yami.
Kemudian mereka bertiga di ceramahi.
Di tempat lain yaitu di UKS Sayo yang sedang membantu Bu Yuna beres-beres ruang UKS karena Bu Yuna tidak kuat untuk mengangkat kasur yang dijemur dan kemudian meminta bantuan ke Sayo .
"Sayo gimana perkembangan anak anak itu" Bu Yuna.
"Baik-baik saja kok Bu tidak ada kendala" Sayo.
"Hah kendala apa" Bu Yuna.
"Oh kemarin Ren, dan Rey melaksanakan misi yang aga berbahaya tapi berdampak besar" Sayo.
"Berdampak besar maksud kamu seperti apa" Bu Yuna.
"Mereka berdua dan ditambah 3 orang lagi melaksanakan misi yang sangat berbahaya sampai-sampai nyawa mereka taruhannya" Sayo.
"Hah kenapa ga di larang" Bu Yuna.
"Bagaimana mau di larang mereka tidak meminta ijin dulu, tapi berkat mereka 2 keluarga terselamatkan yaitu keluarga Aisah murid baru kita, dan satu lagi keluarga tenaga kerja yang baru" Sayo.
"Oh guru sejarah baru itu ya" Bu Yuna.
"Yap, Bu kalo ga ada lagi yang saya bisa bantu saya ke sana lagi ya" Sayo.
"Ya ga ada, sekarang kalian lagi sibuk apa" Bu Yuna.
"Ya paling sekarang mereka sedang bingung mencari prestasi agar klub itu tidak bubar. Jadi mereka aku suruh untuk mencari temanku" Sayo.
"Kalo boleh tau teman mu itu namanya siapa" Bu Yuna.
"Ya nama panggilannya adalah Deting" Sayo.
"Bukannya kamu tidak punya teman yang seumuran" Bu Yuna.
"Iya emang tapi ketika aku kerumah Rey aku melihat kakak dia entah kenapa aku merasa bahwa dia pernah menemaniku" Sayo.
"Ehm Deting ya udah lama aku tidak melihat dia" Bu Yuna.
"Ibu kenal" Sayo.
"Kalian pernah satu sekolah loh" Bu Yuna.
"Oh pantas saja ketika aku mendapatkan nomornya dari Rey dia respon pesan dari dia seperti tidak percaya" Sayo.
"Jadi kamu ingin mempertemukan mereka, pasti karena skill nya, tapi kenapa kamu tau skillnya" Bu Yuna.
"Oh itu dia pernah menunjukan skill-nya kepada ku agar ingatanku kembali dan benar setelah dia memperlihatkan skill nya ingatan ku kembali seutuhnya" Sayo.
"Tapi agar lebih menarik kamu jangan beri tau namanya dan ini juga akan menjadi ujian bagi mereka" Bu Sayo.
"Siap Bu" Sayo yang langsung pergi.
eps selanjutnya akan rilis tanggal 15/16 Maret 2021