
"Nj(i)r kena demage bidadari" Mail dalam hati.
"Ok sekarang tim pencari informasi cari informasi sebanyak-banyaknya, aku dan Ren akan ke TKP" Mail semangat karena terkena demage orang yang dia cintai.
"Dan tim kesimpulan urus urusan kalian kalian OSIS pasti kalian memiliki banyak tugas" Asolani.
"Lu juga penngurus OSIS juga kampret" Yani.
"Besok kita kumpul lagi disini dengan informasi yang ada" Mail.
Setelah itu 3 itu berpencar.
Pindah cerita di ruang UKS Rey yang masih tidak sadarkan diri terus dirawat oleh Bu Sayo karena luka memar suhu tubuh yang tinggi, Bu Yuna penasaran pelaku pemukulan terhadap Rey. Dan apa sebabnya mereka menyerang Rey singkat waktu pukul 17.00 Bu Yuna terus mengganti kompres Rey agar minimal suhu tubuh nya bisa terjaga tidak lama Asolani datang.
"Assalamualaikum Bu Yuna aku ingin menengok Rey" Asolani.
"Hah dia tau dari mana Rey ada di sini pasti Sayo sialan memberi tahu mereka" Bu Yuna dalam hati.
"Aku datang sendiri kok Bu" Asolani.
Bu Yuna sedikit mengintip dan benar saja memang Asolani sendirian.
"Ya masuk aja" Bu Yuna.
"Ibu boleh pulang kok kalo lelah aku akan menggantikan ibu merawat Rey" Asolani.
"Udah tidak apa seorang murid dilarang berada di sekolah melebihi jam 17.00" Bu Yuna.
"Aku membali Bu Yuna kalo mau pulang silahkan biar aku yang mengantikan itu, loh kok Asolani ada di sini" Sayo lelah.
"Jadi kamu yang memberi tahu mereka ya" Bu Yuna sembari menyubit perut Sayo kalo menyubit pipi tidak sampai karena sayo tinggi dan Bu Yuna kecil seperti murid SD.
"Engga kok Bu yang mengetahui ini cuman Mail, terus Sayo kamu tau dari mana kalo Rey ada di UKS" Sayo bingung.
"Cuman pirasat saya aja kok dan saya juga sudah dapat ijin dari kepala sekolah dan orang tua ku untuk pulang telat" Asolani.
Setelah itu Bu Yuna pulang dan Asolani mengantikan tugas Bu Yuna untuk menggantikan konpres untuk Rey sedang kan Sayo membuatkan bubur dan minuman penghangat tubuh jikalau Rey sadar, pukul 18.30 Rey setengah sadar langsung menarik Asolani ke dalam kasur.
"Jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa apa-apa jika kamu tidak ada, kumohon jangan tinggalkan aku" Rey yang memeluk erat Asolani. (Yang sebenarnya terjadi Rey mimpi di tinggal Ren untuk selamanya dan ketika setengah sadar ketika Rey lihat Asolani dia pikir itu Ren)
"Ehhhh bibicara apa kamu Rey aku juga tidak akan meninggalkannn-" Asolani.
"Suya" Rey yang kembali tidur tetapi masih memeluk Asolani.
"Apa kah aku biarkan seperti ini dan mencium bibir nya apa itu tidak licik" Asolani dalam hati.
Ketika mulut Asolani akan sampai ke mulut Rey, Sayo sudah menyaksikannya dari tadi.
"Ayo cium ayo cium ayo cium" Sayo semangat.
"Kak Sayo sejak kapan disitu" Asolani tersipu malu.
"Dari awal" Sayo.
"Kenapa tidak bilang" Asolani menahan malu.
Karena malunya Asolani sampai tidak sengaja mendorong Rey jatuh dari kasur dan membuat Rey sadar sepenuhnya.
"Ee apa yang aku lakukan disini, Asolani kenapa pipi mu sangat merah" Rey masih mengantuk.
"Berisik biarkan aku begini untuk sementara waktu" Asolani membungkus dirinya mengunakan selimut.
"Sekarang jam hah setengah 7 malam kenapa kak Sayo tidak membangunkan ku dan kenapa kepala ku di perban ini pasti kalian yang jahil ya" Rey marah.
"Kamu tidak ingat apa yang telah terjadi terhadapmu Rey" Sayo.
"Memangnya aku kenapa" Rey.
"Kamu adalah korban pemukulan dan itu perban dan kompres adalah bukti" Sayo.
"Oh kirain itu mimpi" Rey ketawa kecil.(sebenarnya itu adalah skill perekam kejadian yang tidak sengaja ke copy skill Rey)
"Rey baka kamu mengkhawatirkan aku saja" Asolani yang langsung melompat dan memeluk Rey.
"Jadi sekarang kalian mau makan malam dulu tidak di sini kebetulan tadi kakak bikin bubur dan minuman penghangat" Sayo.
"Jika saja ini perjalan tidak pernah Sampai" Rey.
Kata kata itu membuat baper Asolani karena Rey mengatakan kata-kata dalam pikirannya.
"Karena kalo aku ketahuan pulang malem kakak ku pas marah besar" Rey ketakutan.
"Ternyata dia lari dari kenyataan" Asolani dalam hati.
Sesampainya di rumah Asolani Rey di ajak untuk masuk.
"Rey yuk mampir" Asolani.
"Yu" Rey.
"Itu cuman basa-basi" Asolani ngegas.
"Nah gitu dong ngegas, aku juga cuman bercanda kok karena dari tadi kamu diam saja, terimakasih untuk ajakan mampir ya aku pulang dulu" Rey langsung lari.
"Rey baka" Asolani.
Setelah itu Rey mencari tempat sepi untu mengunkan skill teleport setelah menemukan tempat yang sepi yaitu di WC umum di daerah itu setelah terasa sepi tidak ada yang melihat Rey langsung menggunakan skill nya. Tetapi Rey lupa walaupun tidak ada yang lihat tapi di WC umum itu ada yang menjaganya dan penjaga itu merasa ada yang aneh dan bulu Punduk nya berdiri karena pikir dia tadi ada yang masuk WC tapi tidak keluar-keluar dan penjaga tersebut memberanikan dirinya untuk membuka pintu WC nya dan penjaga WC tersebut langsung lari terbirit-birit karena yang didalam tidak ada dan menjadi urban legend di daerah itu. Dan itu semua adalah perbuatan Rey yang yang tidak peduli keadaan sekitar yang penting sepi.
Ketika Rey sampai dirumahnya dia langsung di peluk dengan erat oleh Ren Dan teteh Ros. Tetapi setelah di peluk Rey tetap saja mendapat ceramah dari tetehnya.
Ke esokan harinya tanggal 4 Desember hari Selasa jam 09.00 di jam istirahat pertama Rey seperti biasa dia tidur dikelas ketika dia tidur dia masih teriang kejadian kemarin yang dia di pukuli sampai pingsan. Oleh karena itu Rey cukup susah untuk tidur di kelas tidak lama ada seorang gadis yang menanyakan Rey.
"Permisi apa benar ini kelasnya Rey"
Ucapan seorang gadis tadi tidak dihiraukan oleh yang lain.
"Permisi apa benar ini kelasnya Rey"
"Sekali lagi apa benar ini kelasnya Rey"
Sampai tiga kali seorang gadis itu menanyakan nya dan tidak ada yang menjawab karena seisi kelas Rey memang tidak ada yang peduli terkecuali Mail, Asolani, Ren, Dan Rina. Dan kebetulan mereka semua tak ada di kelas, karena kesal gadis yang menanyakan Rey menarik dasi seseorang yang akan keluar kelas lalu dia hantam ke tembok, karena dari tadi dia bertanya tidak ada yang menanggapinya.
"Lu jangan main-main, kalo lu ga mau mati sekarang" sembari memukul tembok di samping kepala seseorang yang sekelas dengan Rey.
Dengan gertakan tadi seorang pemuda yang sekelas dengan Rey langsung buka mulut dan menunjuk ke Rey.
"Itu dia sudah lepasin aku sekarang juga" seseorang yang sekelas dengan Rey.
"Rey kamu bisa ikut aku sekarang" sembari menarik dasi Rey.
"Woy apa apa an sih kamu maen tarik dasi segala wanita berandalan" Rey.
"Udah kamu ikut aku"
Setelah itu Rey di bawa ke tempat sepi lalu gadis tersebut sujud dan minta maaf kepada Rey karena kejadian kemarin soal memukulan terhadap dirinya.
"Rey saya Sri minta maaf sebesar-besarnya karena kemarin bawahan ku memukul mu Tampa sebab" Sri.
"Oh jadi itu ulah bawahan mu, aku tidak peduli, kejadiannya juga kemarin, kalo cuman itu tujuan mu sudah terlaksana aku kembali lagi ke kelas untuk melanjutkan tidur" Rey.
"Jadi kamu memaafkan bawahan ku" Sri.
"Kalo itu aku ga peduli sih karena kejadian nya sudah berlalu" Rey.
"Tapi maaf aku tidak ada apa-apa nya ketimbang kamu yang hampir mati, aku siap membayarnya dengan tubuh ku" Sri.
"Tunggu tunggu ga segitunya udah ga usah di pikirin lagi, yang penting aku ingin hidup tenang saja itu doang kalo aku balas dendam dia nya juga akan membalaskannya lagi dan terus sampai ada yang mati salah satu" Rey.
"Ok kalo begitu tapi kalo kamu punya masalah jangan segan-segan minta bantuan kami" Sri.
"Eee ngomong-ngomong kita pernah ketemu kapan ya" Rey.
"Kamu sudah lupa, aku orang yang meminta mu untuk balaskan dendam ku kepada seseorang" Sri.
"Kamu perempuan aku kirain kamu laki-laki, kalo tidak ada yang ingin di bahas lagi aku ke kelas lagi" Rey.
"Em ga ada makasih Rey telah memaafkan bawahan ku" Sri.
Setelah itu Rey kembali ke kelas.