
"Ah ketua OSIS Rey, Ren tolong aku-"Asolani.
Asolanipun dibawa ke ruang OSIS untuk rapat soal PFM(pelatihan fisik dan mental). Setelah rapat itu selesai ketua OSIS(Yani kakak kembar Yami) menyuruh Asolani jangan pulang dulu karena Yani(ketua OSIS) ingin bicara 4 mata dengan Asolani.
"Asolani kamu jangan dulu pulang ada yang aku mau ngomongin"Yani serius
"Ya ketua ada apa" Asolani.
"Aku ingin menanyakan soal perkembangan untuk mendamaikan aku dan adik kembar ku" Yani.
"Eee...soal itu ya masih dalam proses" Asolani ketakutan.
"Agar kalian semangat aku akan kasih kalian hadiah jika kalian bisa mendamaikan aku dengan adik kembar ku dan batasnya esok hari" Yani.
"Ah yang bener ketua kita akan di kasih hadiah jika kita menyelesaikan misi dari ketua" Asolani semangat"
"Iya dan kamu bisa ga jangan panggil aku ketua kalo kita berdua panggil aja aku Yani"Yani.
"Tapi ket-eh bukan tapi yaaa-chu" Asolani lidahnya tergigit.
"Cenut kawaii sangat"Yani dalam hati.
"Ehm coba sekali lagi"Yani.
"Yaaa-chu eh maaf yaa-yan-yani-nyan" Asolani gugup.
"Nyan Nyan Nyan kawaii" Yani dalam hati.
"Eeehhh udah jangan di paksain, mengerti ya batas kalian untuk misi ini sampai besok kalo besok kamu belum bisa mendamaikan aku dan adik kembar ku, aku tidak akan mengijinkan klub ini berdiri" Yani.
"Eeeeehhhhhh" Asolani kaget.
Setelah perbincangan yang cukup lama Asolani pulang dan tidak sengaja bertemu Yami yang dia kira adalah Yani.
"Eee.....Yani kenapa kamu bisa ada di sini bukannya kamu tadi di ruang OSIS" Asolani.
"Yani siapa aku ini Yami bukan Yani" Yami kesal.
"Ah jangan bercanda jelas jelas kamu ini Yani eh kok kamu pake seragam laki laki" Asolani bingung dan memeluk Yami karena di kira dia itu Yani.
"Sudah ku bilang aku Yami, lepaskan pelukanmu" Yami kesal.
Tidak lama Yani datang dan kemudian Yami tertahan karena dia sedang di peluk Asolani.
"Oh Asolani kenapa kamu ga pulang" Yani.
"Pertanyaan mu aneh sekali Yani jelas jelas aku sedang memeluk mu" Asolani yakin yang dia peluk adalah Yani.
"Tapi yang kamu peluk bukan aku loh" Yani.
"Ah jangan bercanda" Asolani.
"Iya itu bukan aku" Yani.
"Terus yang aku peluk siapa dong" Asolani mulai ketakutan
"Bukan matamu sialan" Yami.
Asolani membuka matanya dan betapa kaget nya Yani ada dua, dia langsung refleks menutup mata Yami.
"Yani jangan liat ada doppelganger" Asolani ketakutan.
"Sudah ku bilang aku bukan Yani aku adalah Yami" Yami berteriak.
Setelah itu Asolani melihat lagi apa kah itu benar benar doppelganger atau bukan ketika dia membuka matanya Asolani kemudian shock karena tidak percaya ternyata mereka kembar perfect.
"Akhirnya kamu melepaskan ku"Yami kesal.
"Maaf kamu kok bisa persis mukanya dan badan nya sama seperti ketua" Asolani bingung.
"Hey kamu cewe sialan bisa minjem buku kamu ga" Yami.
"Oh ini buat apa buku itu" Asolani menyerahkan buku yang tebal.
"Namanya juga kembar identik masa harus beda" Yami memukul kepala Asolani.
"Yami kamu ga boleh kasar ke wanita, wanita itu harus di lindungi" Yani marah.
"Cih...berisik kakak sialan aku pulang duluan, assalamualaikum" Yani meninggalkan mereka berdua.
"Syukurlah ternyata kakakku tidak kesepian" Yami dalam hati.
"Walaikumsalam, woy Yami tunggu" Yani.
"Sudahlah Yani jangan di kejar"Asolani
"Lah kenapa"Yani heran.
"Kalo kamu kejar sekarang dia akan lebih marah dan mungkin akan sulit sekali untuk mendekatinya" Asolani.
Yani dan Asolani kemudian mereka pulang ketika ditengah jalan Asolani merasa kalo mereka berdua seperti ada yang mengikuti tetapi Asolani bodo amat dengan kejadian ini tidak lama kemudian ada beberapa orang preman yang memalak mereka dan menggangu mereka.
"Hey cewe cantik sini maen sama om" preman.
Yani memegang baju Asolani dengan erat, ketika Asolani melihat Yani raut wajah nya sudah sangat ketakutan Asolani melanjutkan perjalanan dan pura pura tidak melihat mereka berempat, karena itu para preman itu makin menjadi-jadi.
"Ayo neng jangan sok jual mahal lah ayo maen sama akang" preman.
Ketika salah satu preman itu akan menyentuh Yani, Yami keluar dari persembunyian nya dan itu merusak semua rencana yang telah di buat oleh Mail.
"Jangan sentuh kakak ku" Yami melompat dari semak-semak.
"Kisama gara gara sia rencana kita berantakan, ok lah apa boleh buat, Ren kamu tunggu disini dan jangan kemana-mana sebelum aku panggil" Rey.
"Ok a"Ren.
Perkelahianpun tidak terhidarkan karena mereka kalah jumlah Rey mendorong Yami, Asolani, dan Yani untuk segera pergi dari sana.
"Kalian semua sekarang pergi dari sini aku akan menahan mereka" Rey.
"Tapi Rey kamu tidak mungkin akan menang" Yami.
"Aku pasti akan menang sekarang kamu pergi dari sini dan bawa mereka berdua ke tempat yang aman" Rey.
"Tapi Rey" Yami khawatir.
"Ayo cepat lah dan pastikan kamu berdamai dengan kakakmu ok" Rey tersenyum lepas.
"Nah sekarang ayo kalian semua maju sini" Rey sok keren.
"Kenapa sih saya sok keren gini dan kayanya ini adalah hari terakhir saya hidup di dunia ini" Rey berbisik ke dirinya sendiri.
"Woy bocah kamu jangan sok jagoan mending sekarang kamu kabur" preman.
"Ehm boleh nih" Rey.
"Ya ga boleh karena kamu udah menantang kami semua, woy kalian serang anak ingusan ini" preman langsung menyerang Rey bersamaan.
"Ini sudah saat nya aku mengucapkan-" Rey pasrah.
"REN SEKARANG" Rey berteriak.
"Hey bocah ingusan kenapa kamu berteriak sekarang rasakan ini" preman.
Ketika pukulan preman itu hampir mendarat di perut Rey, terdengar suara sirine polisi yang membuat preman itu pada lari kocar kacir dari tempat tersebut tetapi ketua preman itu sebelum pergi dia melancarkan 1 pukulan ke perut Rey yang membuat Rey tergeletak dan preman itu mengatakan.
"ini adalah balasan untuk apa yang kamu lakukan kepada adik ku Rizki dan kalo kamu berani berbuat apa apa lagi ke Rizki kamu tidak akan ku biarkan hidup tenang" ketua preman.
"Terus aku takut harus takut dengan ancaman itu" Rey menahan rasa sakit.
"Bangs*t kau awas saja" ketua preman kemudian dia lari untuk mengamankan diri.
Rey kemudian tergeletak dan memegangi perutnya tidak lama Ren datang dengan berlari kencang.
"A maaf aku, aku terlambat membunyikannya"Ren menangis.
Tidak lama kemudian Yani, Yami, dan Asolani menghampiri Rey dan Ren.
"Rey maafkan aku ini semua salah ku" Yami menangis.
"Woy kamu itu laki laki Yami jadi kamu harus kuat" Rey.
"Berisik harusnya aku pertarungan dengan mu" Yami menyalahkan dirinya sendiri karena dirinya lemah.
"Udah jangan menyalahkan dirimu seperti itu"Rey.
"Iya Yami kalo kamu ga ada mungkin aku dan Yani tidak akan bisa selamat" Asolani berusaha menyemangati Yami.
"Iya kamu adalah adik kembarku yang terbai-" Yani yang berusaha menyemangati Yami.
"Berisik kakak sialan" Yami datar.
"Ada masalah apa sih kamu ini" Yani marah.
"Hah kalian berdua belum berdamai juga" Rey yang mendadak bangun dari pangkuan Ren.
"Ya mau gimana damai dia susah untuk di ajak bicara" Yani kesal.
"Ya aku juga belum bisa menerima perbuatan yang kakak buat kepada ku" Yami kesal.
"Ahhh...ketua OSIS Yami cuman ingin kamu mengucapkan minta maaf dia sebenarnya tidak ingin berantem dengan mu ketua OSIS" Rey.
"Rey kamu ini berisik" Yami tersipu malu dan kemudian memukul lagi perut Rey.
"Nyeri bangbang"Rey memegangi perutnya.
(Sakit bangbang)
"Oh dia cuman mau itu ya udah Yami maaf kan kakak karena udah bersikap kanak-kanak ke kamu" Yani meminta maaf dengan tulus.
"Iya Yami maafin tapi kakak jangan sekali kali lagi menurunkan harga diriku paham" Yami.
"Siap paham dan Rey kamu panggil aja aku Yani jangan ketua OSIS" Yani.
"Baik lah" Rey.
Setelah itu mereka semua pulang ke rumah masing-masing, ke esokan harinya tepatnya pada tanggal 24 November pukul 09.30 ketika istirahat Asolani di panggil Yani (ketua OSIS) untuk menghadap. Ketika Asolani akan ke ruang OSIS Yami mengucapkan selamat kepada Asolani karena klub nya menjadi klub resmi dan masih sama seperti kemarin Asolani tidak bisa membedakan mana Yami mana Yani. Karena dia menganggap lawan bicaranya itu Yani padalah Yami Asolani langsung menariknya dan membawanya ke ruang OSIS ketika di ruang OSIS dia kaget karena salah bawa orang lagi.
"Asolani aku kenapa bawa adikku" Yani bingung.
"Ah jangan bercanda Yami" Asolani yang yakin bahwa yang dia tarik adalah Yani.
"Woy Yami disini lagi ditarik kamu" Yami datar.
"Eh maaf" Asolani.
"Ah mempemeng didie keneh kakak mau nitip ga ameh sakalian" Yami.
(Ah sekaligus ada di sini kakak mau nitip ga biar sekalian)
"Oh iya roti rasa stroberi 1 ya Yami nih uangnya" Yani.
"Baik kak" Yami meninggalkan ruang OSIS
"Ketua ada apa kamu memanggil aku" Asolani.
"Nih"Yani melemparkan kunci dan surat ijin menggunakan ruangan untuk klub.
"Ini beneran ketua" Asolani senang sekali.
"Iya, mulai sekarang semoga kalian bisa membantu banyak orang klub Mantuan" Yani.
"Terus hadiah nya mana" Asolani.
"Oh itu nanti aku kasih tau sepulang sekolah di ruangan klub kalian" Yani.
Setelah itu Yani kembali ke kelas untuk memperlihatkan kunci dan surat persetujuan membuat klub baru. Singkat cerita bel pulang sekolah berbunyi mereka berlima mencari ruangan klub barunya setelah ketemu ternyata ruangan nya sangat luas dan bersih.
"Wow ruang klub kita sangat bersih" Rina.
"Aku tidak menyangka ketua OSIS akan memberikan ruangan sebersih ini" Rey kaget.
Tidak lama kemudian ketua OSIS/Yani datang.
"Udah lama kalian di sini" Yani.
"Enggak kami semua baru datang kok dan apa ini hadiahnya ketua"Asolani.
"Oh anggap saja iya tapi bukan itu saja masih ada lagi kok" Yani.
"Terus apa lagi hadiahnya"Ren.
"Aku akan mengasih tau tentang rahasia kekuatan yang aku dan adik aku miliki kekuatan aku dan adik ku sebenarnya adalah saraf yang ada ditubuh yang harusnya di menyambung malah di sambungkan oleh ilmuan gila" Yani.
"Tunggu ilmuan gila sebenarnya kamu ini apa dan berasal dari mana" Mail penasaran.
"Ceritanya panjang tapi akan ku ceritakan sebenarnya aku dan adikku adalah kelinci percobaan di sebuah laboratorium yang entah berantah kami di jual oleh orang tua kami di dalam laboratorium itu kami di siksa di setrum dan di suntik zat yang kami sendiri tidak tau, setiap malam kami berdua tidur di sebuah kandang kecil yang cukup untuk 2 orang saja dan kami di kasih makanan sisa, tetapi tidak semua ilmuan di sana gila pengetahuan dan kejam ada 1 ilmuan yang memikirkan sekali kami setiap malam dia selalu memberi kami makan yang layak ketika mereka tidak sengaja menghubungkan saraf kita berdua yang harus nya itu tidak terhubung dan hal hasil itu menghasilkan kekuatan yang sekarang kita gunakan, satu hari sebelum kita berhasil kabur adik ku ya itu Yami mengatakan sesuatu kakak kalo besok kita tidak berasil keluar kamu, aku dan ada 1 orang lagi yang sering menolong kita akan mati karena lusa orang itu hendak memberi makan kita dia ketahuan oleh penjaga ke aman disini kemudian dia akan di tembak mati. Dan kita ke besokannya ditembak mati karena kita tidak sengaja membangunkan kekuatan ini" Yani flasback ketika mereka berdua 12 tahun.
"Terus kalian berdua bisa selamat bagaimana" Rina penasaran.
"Kami berdua bisa lolos karena setelah Yami mengatakan itu dia juga mengatakan kita bisa selamat dengan orang itu dan nanti kita akan hidup bahagia sebagai sebuah keluar ga tapi aku tidak tahu orang itu siapa ketika aku mendengarkan cerita itu entah mengapa waktu itu di pikiranku cuman ada nama kepala sekolah kita setelah itu aku mengatakan kepada Yami ( aku tau orang dia adalah seseorang yang sering memberi makan kita dan aku tau mukanya yang mana) kemuadian Yami mengatakan(yang bener kakak tau orang nya)setelah itu kekuatan Yami aktif lagi karena dia telah mengetahui orang yang akan menyelamatkan kita ketika malam itu ternyata benar saja orang yang sering memberi makan kami membawa kunci kandang kami lalu dia membuka nya kita bertiga pun berjalan dengan arahan Yami tetapi kita tertahan di pintu keluar yang terkunci tapi Yami mengatakan kunci itu berada di tangan seorang ilmuan yang akan membunuh kita semua kalo kita ketauan kabur dan kemudian orang yang sering memberi makan yang layak kepada kami dengan kata lain kepala sekolah di sini bersikeras untuk mengambil kuncinya dan menanyakan orang nya siapa kepada, Yami tapi kekuatan Yami itu cuman seperti informasi saja dan jawabnya berada di aku kemudian ketika kepala sekolah itu memaksa untuk Yami membuka mulut aku langsung berbicara bahwa kunci keluarnya berada di orang yang biasa menyiksa kami setelah aku mengatakan itu ilmuan itu di bius oleh kepala sekolah dan kemudian kuncinya diambil oleh dia dan kita bisa keluar dengan aman dari sana tapi ketika kita lari kepala sekolah kita balik lagi ke laboratorium itu kemudian aku dan adik ku di suruh untuk lari menjauh dan cuman di beri alamat rumah, tidak lama kemudian terdengar suara ledakan di arah laboratorium aku dan adikku menunduk dan aku memeluk dia agar dia tidak memiliki trauma akan ledakan.setelah itu aku dan adik ku sampai di alamat rumah yang di berikan tidak berpikir panjang aku dan adikku masuk ke dalam dan mencari pakean setelah kita mengunakan pakean yang layak kepala sekolah itu datang kerumah tapi aku dan adikku sembunyi karena takut itu adalah orang-orang dari laboratorium, dan ternyata itu cuman kepala sekolah yang datang kemudian kami memeluk dia dengan erat dan kepala sekolah mengalami luka bakar yang cukup parah di tangannya dan luka di pelipis mata kirinya dan dia mengatakan (kalian jangan takut lagi sekarang kita aman)"Yani flasback secara detail.
"Berati laboratorium ada di daerah ini" Asolani ketakutan.
"Tenang saja itu ada di benua lain" Yani.
"Hhhuuuhh" Asolani lega.
"Terus ringkasan dari semua itu adalah kita membangkitkan kekuatan kita dengan menghubungkan saraf yang seharusnya tidak tersambung" Rina.
"Benar sekali dan orang yang bisa melakukannya cuman Ren doang" Yani.
"Oh soal itu kami sudah tau karena sudah di ceritakan oleh Yami dan kekuatan kami pun sudah bangkit" Mail.
"Ya kekuatan mu sudah bangkit tapi kekuatan ku belum" Rey kesal.
"Hah kenapa aku baru tau kan kemarin kamu sibuk di ruang OSIS itu juga kita tidak ingin membangkitkan kekuatan kita tapi Yami bersi keras karena kalo tidak akan ada korban pelecehan seksual yang membuat korban pelecehan itu bunuh diri dan Yami mengatakan akan ada 2 korban dan tidak tersangka calon korbannya adalah kalian berdua" Ren.
"Dan sebenarnya aku mendorong Yami dan kalian berdua agar aman itu adalah rencana cadangan Mail karena, dia sudah memprediksi bahwa rencana nya bisa aja rusak dan benar saja rencana nya rusak dan suara sirine polisi itu cuman ringtone hp doang yang Ren kerasukan dan kekuatan ilusi dari Rina yang seolah-olah memang ada polisi yang mengejar mereka" Rey.
"Tetapi Rina dan Mail setelah itu kemana oh mereka, Mail menunggu di tukang batagor dan Rina langsung pulang dengan kakak nya" Ren.
"Oh"Yani.
"Dan ini adalah hadiah yang harus kalian jaga dan harus kalian berikan makanan yang manis dan anggap dia seperti orang biasa" Yani.
"Aku tidak bisa melihat siapa siapa" Asolani.
"Ren bangkitkan kekuatan dia" Yani.
"Eh eh eh aku punya kekuatan" Asolani sangat semangat + senang.
"Yakin Asolani kamu ingin membangkitkan kekuatan mu tapi kekuatan itu kalo sudah bangkit tidak bisa di batalkan" Ren menanyakan nya dulu.
"Yakin ayo cepat" Asolani semangat.
"Sekarang tutup matamu jangan di buka sebelum aku menyuruh mu membukanya" Ren.
Setelah Ren membangkitkan kekuatan Asolani kemudian ketua OSIS sengaja memperkenalkan hadiah terakhirnya yang harus dijaga dan di beri makan yang manis.
"Nah aku perkenalkan roh penasaran yang terikat dengan ruangan ini dan sekaligus pengurus ruang klub kalian"
Kemudian Ren menyuruh Asolani untuk membuka mata nya secara perlahan dan betapa kagetnya dia karena sebenarnya Asolani memang takut kalo harus berhadapan dengan mahluk halus
"Asolani buka matamu perlahan" Ren.
"Nnnyyyyyaaa" Asolani sangat terkejut dan kemudian pingsan.